{"id":5548,"date":"2019-09-05T09:00:00","date_gmt":"2019-09-05T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.unnes.ac.id\/?p=5548"},"modified":"2019-09-05T09:00:00","modified_gmt":"2019-09-05T02:00:00","slug":"lppm-unnes-soft-launching-tiga-rintisan-pusat-unggulan-ipteks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/lppm-unnes-soft-launching-tiga-rintisan-pusat-unggulan-ipteks","title":{"rendered":"LPPM UNNES Soft Launching Tiga Rintisan Pusat Unggulan Ipteks"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu target nawa target prioritas poin hilirisasi hasil riset Inovatif adalah terbentuknya Pusat Unggulan Ipteks\n(PUI). Hari ini Rabu (4\/9) bertempat di ruang Borobudur Gedung Prof. Retno\nSriningsih, Pusat Inovasi dan Komersialisasi di bawah naungan LPPM Universitas\nNegeri Semarang mengadakan <em>soft launching<\/em>\ntiga rintisan Pusat Unggulan Ipteks yaitu Pangan Fungsional, Ramah Anak dan\nEnergi Hibrid.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara\ndi buka langsung oleh Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Fathur\nRokhman, M. Hum. Beliau menyampaikan peradaban yang tinggi arah kedepannya\njauh, arah UNNES dalam pengembangan perguruan tinggi adalah Rumah Ilmu\nPengembang Peradaban. Mengembangkan peradaban yang harus lahir titik yang harus\ndipijak yaitu titik keilmuan. Titik keilmuan harus menjadi pijakan kuat untuk\nmembentangkan arahnya. Perguruan tinggi akan maju tatkala sumber daya manusia\nberpijak pada keilmuan. Ilmu harus diamalkan, orang berilmu mendapat kemulian,\nnamun orang berilmu kalah dengan orang yang mengamalkan ilmu, orang yang\nmengamalkan ilmu kalah dengan orang yang ikhlas dan orang yang ikhlas kalah\ndari orang yang istiqomah.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara\nini dihadiri sekitar 90 tamu undangan&nbsp;\nbaik yang berasal dari lingkungan UNNES maupun di luar UNNES baik PTN\nmaupun PTS. LPPM PTN yang hadir diantaranya berasal dari UNDIP, UIN, POLIMARIN,\nPOLINES, dan PIP. Sedangkan LPPM PTS tamu yang hadir diantaranya berasal dari\nUPGRIS, UNISSULA, UDINUS, UNIMUS, UNWAHAS, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nmewujudkan Visi Universitas Negeri Semarang sebagai Universitas bereputasi\ninternasional berwawasan konservasi dengan salah satu pilarnya yaitu Program\nPengembangan Energi Terbarukan perlu diwujudkan dengan Pembangunan Pusat\nUnggulan Iptek Energi Hibrid Terbarukan. Kebutuhan energi nasional maupun dunia\nyang semakin meningkat perlu diantisipasi oleh berbagai stake holder. Hal ini\njuga menjadi tanggung jawab akademisi yaitu dosen dan peneliti dituntut untuk\nsecara inovatif dan kreatif turut berperan serta mencari alternatif\npenyelesaian terhadap krisis energi terutama energi listrik. <\/p>\n\n\n\n<p>Keragaman\nsumber daya energi baik yang hayati maupun non hayati, baik yang terbarukan\nmaupun tidak terbarukan memerlukan pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan.\nChina dan USA pada beberapa tahun terakhir secara intens mengembangkan berbagai\nmacam energi terbarukan yang dikonversi menjadi energi listrik hibrid dan\nsecara simultan penggunaan batu bara dikurangi. Kebutuhan industri di kedua\nnegara tersebut terus meningkat. Sedangkan di Indonesia, produksi energi\nterjadi penurunan beberapa tahun terakhir dan pembakaran batu bara untuk\npembangkitan energi listrik terus terjadi peningkatan. Permasalahan yang\ndihadapi karena pembakaran batu bara antara lain: Cadangan batu bara semakin\nmenipis dan pembakaran batu bara menyebabkan polusi udara karena pencemaran\nyang diakibatkan oleh produksi CO<sub>2<\/sub>.&nbsp;&nbsp;\n<\/p>\n\n\n\n<p>Pusat\nUnggulan Iptek Energi Hibrid Terbarukan Universitas Negeri Semarang mengambil\nperan dalam melakukan penelitian dan pengembangan berbagai macam energi\nterbarukan seperti biofuel, biomass, biochar, angin, surya, hidro, dan fuel\ncell. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan secara komprehensif mulai dari\npengembangan energi dengan memanfaatkan sumber daya lokal, pengembangan\ninstrumen pembangkitan, konversi, penyimpanan energi dan sebaran energi.\nPengelolaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian PUI ini. <\/p>\n\n\n\n<p>PUI Pendidikan Ramah\nAnak adalah Pusat Unggulan Ipteks Universitas Negeri Semarang yang melaksanakan\nkegiatan-kegiatan penelitian dan aplikasinya untuk menfasilitasi anak (usia\nsampai 18 tahun) tanpa kecuali , untuk mendapatkan pendidikan sesuai hak dan\nkebutuhannya menuju insan bermutu, berdaya saing bangsa, dan berkarakter.\nMelalui penelitian dan aplikasinya akan menumbuhkan inovasi dan teknologi,\ndiikuti pemanfaatannya oleh pengguna (masyarakat, pemerintah, dan dunia\nindustri). Pendidikan ramah anak merupakan pemenuhan pendidikan untuk semua\nanak. <\/p>\n\n\n\n<p>Klasifikasi pendidikan\nuntuk semua telah banyak dilakukan penelitiam dan aplikasinya. Karena kondisi\ngeografis diperlukan pendidikan di daerah rawan bencana, mitigasi bencana,\npendidikan untuk anak nelayan, daerah pesisir. Pendidikan pada jenjang SD\/MI,\nSMP\/MTs, SMA\/SMK\/MA merupakan pendidikan formal, inovasi pendidikan dilakukan\nuntuk menjamin mutu pendidikan. Fakta menunjukkan bahwa penelitian pendidikan\nsebagian besar masih berfokus pada peningkatan mutu di sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara di masyarakat\nmasih banyak anak usia sekolah tidak sekolah. Anak tidak sekolah karena belum\npernah masuk sekolah, <em>drop out<\/em> dari\nsekolah, lulus tidak lanjut pada jenjang berikutnya. Banyak hal penyebab tidak\nsekolah, karena sakit, karena memiliki keterbatasan, ekonomi dan karena malas.\nPUI-Pendidikan Ramah Anak&nbsp; orientasi\nProduk adalah PUI-PT yang berorientasi pada karya-karya inovasi dan produk\nuntuk mendukung kebutuhan penelitian aplikatif yang dapat langsung diserap oleh\nindustri, komunitas, pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan PUI Pangan\nFungsional berfokus pada Produk dan Jasa. Produk makanan dan minuman fungsional\nyaitu bandeng, telur asin beromega, bakso campuran hewani dan nabati (tempe),\nbumbu, tempe yang dipadu daun kelor dengan kandungan flavanoid 18,44 ppm,\nbiskuit kacang hijau, jamu kombinasi temu lawak, kunyit dan jahe yang kaya\nflavanoid dan aktioksidan. Selain itu juga menghasilkan produk antara berupa\ntepung dari umbi umbian, tepung tempe yang mengandung 1785,008mg\/100 gram,\npermen coklat tempe 2329,989, tepung tempe semangit instan 122,981\/100 gram\ndll.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Jasa mengutamakan\ntekhnologi GHP, GMP, higienis, sanitasi, efisiensi, TTG, memperpanjang umur\nsimpan, kemasan, teknologi fortifikasi, suplementasi dan lainnya. PUI Pangan\nFugsional membuka tabir kandungan senyawa trace element pada makanan\/minuman,\nberupa antioksidan, asam amino essensial, asam lemak esensial, mineral dan\nsenyawa anti virus, anti bakteri, anti kanker dan lainnya melalui intervensi\npada proses pengolahan pada tahap critical agar tepat sasaran dan berefek pada\nsel target. <strong>(Nining Wahyuningsih)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu target nawa target prioritas poin hilirisasi hasil riset Inovatif adalah terbentuknya Pusat Unggulan Ipteks (PUI). Hari ini Rabu (4\/9) bertempat di ruang Borobudur Gedung Prof. Retno Sriningsih, Pusat Inovasi dan Komersialisasi di bawah naungan LPPM Universitas Negeri Semarang mengadakan soft launching tiga rintisan Pusat Unggulan Ipteks yaitu Pangan Fungsional, Ramah Anak dan Energi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":5549,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[37,27,15,17],"tags":[],"class_list":["post-5548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kegiatan","category-penelitian","category-pengabdian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/lppm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}