{"id":8501,"date":"2024-01-30T00:00:00","date_gmt":"2024-01-30T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/?p=8501"},"modified":"2024-09-04T21:22:08","modified_gmt":"2024-09-04T21:22:08","slug":"pengukuran-konsentrasi-pencemaran-udara-dari-pembakaran-sampah-oleh-mahasiswa-prodi-pendidikan-ipa-unnes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/pengukuran-konsentrasi-pencemaran-udara-dari-pembakaran-sampah-oleh-mahasiswa-prodi-pendidikan-ipa-unnes\/","title":{"rendered":"Pengukuran Konsentrasi Pencemaran Udara dari Pembakaran Sampah oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA UNNES"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Semarang<\/strong> &#8211; Mahasiswa program studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan pengukuran kadar gas CO (Karbon Monoksida) dan NO2 (Nitrogen Dioksida) di lingkungan Kampus UNNES untuk memenuhi tugas proyek dari Mata Kuliah Sains Lingkungan, pada pertengahan bulan Januari 2024. Gas-gas yang diukur tersebut merupakan hasil dari pembakaran berbagai sampah yang ada di lingkungan kampus, antara lain sampah dedaunan, plastik, kertas (kardus) dan Styrofoam. Asap pembakaran sampah tersebut dapat menyebabkan pencemaran udara, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan lingkungan. Pencemaran udara terjadi jika ada zat atau energi atau komponen yang dimasukkan tetapi udara sudah dalam keadaan jenuh, sehingga tidak dapat menguraikan, mendistribusi dan menyebarkannya. Hal ini dapat diartikan bahwa zat pencemar yang masuk melebihi baku mutu udara yang ditetapkan, oleh karena itu untuk memastikan ada tidaknya potensi pencemaran, maka diperlukan suatu pengukuran konsentrasi \/ kadar zat pencemar tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pembakaran sampah styrofoam dengan massa 30 gram dan dengan jarak pengukuran 30 cm, mempunyai kadar gas CO tertinggi sebesar 700 ppm, sedangkan untuk gas NO2, sampah plastik mempunyai kadar tertinggi sebesar 5,3 ppm. Selain digunakan untuk mengetahui konsentrasi gas pencemar, hasil kegiatan \/ proyek ini juga dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi untuk menetapkan pengelolaan sampah yang tepat di sekitar kampus UNNES. Pengelolaan sampah yang tepat itu dapat menggunakan prinsip \u2013 prinsip berkelanjutan <em>(sustainable)<\/em> dengan menerapkan 3R, Reduce <em>(mengurangi)<\/em>, Reuse <em>(menggunakan kembali)<\/em> dan Recycle<em> (mendaur ulang)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>dikutip dari <br><a href=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2024\/03\/27\/pengukuran-konsentrasi-gas-co-kabon-monoksida-dan-no2-nitrogen-dioksida-dari-pembakaran-beberapa-jenis-sampah-oleh-mahasiswa-prodi-pendidikan-ipa\/\">https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2024\/03\/27\/pengukuran-konsentrasi-gas-co-kabon-monoksida-dan-no2-nitrogen-dioksida-dari-pembakaran-beberapa-jenis-sampah-oleh-mahasiswa-prodi-pendidikan-ipa\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang &#8211; Mahasiswa program studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan pengukuran kadar gas CO (Karbon Monoksida) dan NO2 (Nitrogen Dioksida) di lingkungan Kampus UNNES untuk memenuhi tugas proyek dari Mata Kuliah Sains Lingkungan, pada pertengahan bulan Januari 2024. Gas-gas yang diukur tersebut merupakan hasil dari pembakaran berbagai sampah yang ada di lingkungan kampus, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[116],"class_list":["post-8501","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news","tag-natural-resources-and-environment"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8501"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8507,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8501\/revisions\/8507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}