{"id":7724,"date":"2023-10-24T01:40:46","date_gmt":"2023-10-24T01:40:46","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/?p=7724"},"modified":"2023-10-24T01:40:47","modified_gmt":"2023-10-24T01:40:47","slug":"inovasi-berkelanjutan-mahasiswa-unnes-ciptakan-absorben-untuk-mengatasi-limbah-batik-dari-limbah-kulit-rambutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/id\/inovasi-berkelanjutan-mahasiswa-unnes-ciptakan-absorben-untuk-mengatasi-limbah-batik-dari-limbah-kulit-rambutan\/","title":{"rendered":"Inovasi Berkelanjutan, Mahasiswa Unnes Ciptakan Absorben untuk Mengatasi Limbah Batik dari Limbah\u00a0Kulit\u00a0Rambutan"},"content":{"rendered":"\n<p>Pencemaran limbah batik masih menjadi masalah serius bagi masyarakat di Indonesia, khususnya Kota Semarang. Limbah batik yang dibuang sembarangan dapat menjadi salah satu faktor rusaknya biota sungai, hingga kepunahan biota laut.<\/p>\n\n\n\n<p>Rambutan adalah salah satu buah yang banyak ditanam di sekitar pemukiman penduduk Universitas Negeri Semarang. Hal ini berbanding lurus dengan limbah kulit rambutan yang dihasilkan. Banyaknya limbah kulit rambutan menjadi salah satu permasalahan yang belum diatasi sampai saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Beranjak dari permasalahan diatas, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) membuat inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit rambutan yang melimpah.<\/p>\n\n\n\n<p>Limbah kulit rambutan mengandung beberapa komponen utama berupa 24% selulosa dan 35% lignin yang menjadikan kulit rambutan berpotensi dalam pembuatan adsorben demi mengurangi limbah cair yang ada pada lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan adsorben dari limbah kulit rambutan adalah Azra Putri Nurhaliza (Biologi 2021), Nevta Fatikha Ariyani (Biologi 2021), Astrid Farmayati (Biologi 2021), Resah Aprianti (Teknik Kimia2021), dan Kakalia Putri Auralita (Teknik Kimia 2021) yang dibimbing oleh Ibu Talitha Widiatningrum, M.Si., Ph.D., selaku dosen FMIPA UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampai saat ini, kegiatan tim PKM-RE ini masih&nbsp;terus&nbsp;berjalan dan sudah melakukan tahap uji dalam tingkat yang sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan tim PKM ini masih akan terus berlanjut dan nantinya diharapkan menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengurangi pencemaran air yang disebabkan oleh limbah batik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan PKM ini dapat dipantau melalui akun Instagram mereka, yakni @nanola_pkmre.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2023\/10\/16\/manfaatkan-limbah-kulit-rambutan-mahasiswa-unnes-ciptakan-adsorben-untuk-mengatasi-limbah-batik\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2023\/10\/16\/manfaatkan-limbah-kulit-rambutan-mahasiswa-unnes-ciptakan-adsorben-untuk-mengatasi-limbah-batik\/\">https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2023\/10\/16\/manfaatkan-limbah-kulit-rambutan-mahasiswa-unnes-ciptakan-adsorben-untuk-mengatasi-limbah-batik\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pencemaran limbah batik masih menjadi masalah serius bagi masyarakat di Indonesia, khususnya Kota Semarang. Limbah batik yang dibuang sembarangan dapat menjadi salah satu faktor rusaknya biota sungai, hingga kepunahan biota laut. Rambutan adalah salah satu buah yang banyak ditanam di sekitar pemukiman penduduk Universitas Negeri Semarang. Hal ini berbanding lurus dengan limbah kulit rambutan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":7726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[96],"tags":[114],"class_list":["post-7724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-teknologi-dan-inovasi-konservasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7724"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7728,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7724\/revisions\/7728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}