{"id":3290,"date":"2020-02-14T12:33:09","date_gmt":"2020-02-14T05:33:09","guid":{"rendered":"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/?p=3290"},"modified":"2023-05-23T07:05:27","modified_gmt":"2023-05-23T07:05:27","slug":"kelola-air-hujan-fakultas-teknik-ciptakan-eco-drainase","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/id\/kelola-air-hujan-fakultas-teknik-ciptakan-eco-drainase\/","title":{"rendered":"Kelola Air Hujan, Fakultas Teknik Ciptakan Eco Drainase"},"content":{"rendered":"<p>Banjir dan kekeringan sampai saat ini masih menjadi masalah serius yang ada di Indonesia. Hujan menjadi salah satu penyebab diantara keduanya. Kekeringan disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan sehingga sumur mengering akibat dari tidak adanya hujan. Sedangkan banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kurangnya daerah resapan air. Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan dan pengelolaan air hujan agar dapat lebih tepat guna. Salah satu cara memanfaatkan dan mengelola air hujan yaitu dengan cara membuat drainase ramah lingkungan\u00a0<em>(eco-drainase)<\/em>.<\/p>\n<p>Drainase ramah lingkungan\u00a0<em>(eco-drainase)<\/em>\u00a0adalah mengelola kelebihan air dengan cara diresapkan kedalam tanah secara alamiah atau mengalirkan air ke sungai sesuai dengan kapasitas sungai. jika sistem ini diterapkan maka akan mengurangi dampak banjir ketika musim hujan dan kekeringan disaat musim kemarau.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3292\" aria-describedby=\"caption-attachment-3292\" style=\"width: 360px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ecodrainase-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3292\" src=\"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ecodrainase-2-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"360\" height=\"203\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3292\" class=\"wp-caption-text\">Eco Drainase 1 dan 2 (selatan masjid FT)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan Fakultas yang mengedepankan konservasi. Maka dari itu Fakultas Teknik membuat drainase ramah lingkungan yang ada di beberapa titik tempat berkumpulnya air hujan. Ada 3 lubang drainase biopori yang sudah dibuat oleh Fakultas Teknik, 2 lubang ada selatan Masjid Fakultas Teknik, 1 lubang ada timur gedung E1. 2 lubang drainase biopori\u00a0 yang ada di selatan masjid berfungsi mengalirkan air kedalam tanah. Sedangkan 1 lubang yang ada di timur gedung E1 bertujuan untuk menyerap air hujan dan sisa air wudu untuk digunakan penyiraman tanaman saat musim kemarau.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3293\" aria-describedby=\"caption-attachment-3293\" style=\"width: 362px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ecodrainase-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3293\" src=\"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ecodrainase-3-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"362\" height=\"204\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3293\" class=\"wp-caption-text\">Eco Drainase 3 (timur E1)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dekan FT Dr Nur Qudus MT IPM mengatakan dalam beberapa waktu kedepan Fakultas Teknik akan menambah lubang drainase biopori di beberapa tempat dengan curah aliran hujan yang tinggi. (Sumber: ft.unnes.ac.id)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir dan kekeringan sampai saat ini masih menjadi masalah serius yang ada di Indonesia. Hujan menjadi salah satu penyebab diantara keduanya. Kekeringan disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan sehingga sumur mengering akibat dari tidak adanya hujan. Sedangkan banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kurangnya daerah resapan air. Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":3291,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[96],"tags":[],"class_list":["post-3290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7125,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3290\/revisions\/7125"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}