{"id":3140,"date":"2019-07-10T14:24:45","date_gmt":"2019-07-10T07:24:45","guid":{"rendered":"http:\/\/konservasi.unnes.ac.id\/?p=3140"},"modified":"2023-05-23T07:06:59","modified_gmt":"2023-05-23T07:06:59","slug":"gugus-konservasi-ft-tanam-tumbuhan-pewarna-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/id\/gugus-konservasi-ft-tanam-tumbuhan-pewarna-alami\/","title":{"rendered":"Gugus Konservasi FT Tanam Tumbuhan Pewarna Alami"},"content":{"rendered":"<p>Senin (8\/07), Gugus Konservasi, Fakultas Teknik menanam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna alami.<\/p>\n<p>Beberapa tumbuhan tersebut diantaranya indigofera, kesumba, jalawe, tingi, dan jenikir.<\/p>\n<p>Penanaman tersebut dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik dan merupakan bagian dari program kerja Gugus Konservasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, tidak hanya tumbuhan pewarna alami saja yang ditanam, melainkan juga tumbuhan yang digunakan sebagai jamu tradisional meliputi; kunyit, jahe, laos, sere, kelor, katu, daun ungu, ganda rusa, sodium dan cikeling.<\/p>\n<p>Selepas penanam ini, realisasi program kerja selanjutnya yang akan dilakukan oleh Gugus Konservasi adalah memberikan tanda nama untuk tiap-tiap jenis pepohonan dan tumbuhan di Fakultas Teknik.<\/p>\n<p>Hal ini tentu menjadi bagian dari sarana edukasi bagi civitas akademika Fakultas Teknik sehingga mengerti nama dan jenis tumbuhan yang ada di lingkungan Fakultas Teknik. (ft.unnes.ac.id)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin (8\/07), Gugus Konservasi, Fakultas Teknik menanam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Beberapa tumbuhan tersebut diantaranya indigofera, kesumba, jalawe, tingi, dan jenikir. Penanaman tersebut dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik dan merupakan bagian dari program kerja Gugus Konservasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pada kesempatan yang sama, tidak hanya tumbuhan pewarna alami saja yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":3141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[96],"tags":[],"class_list":["post-3140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3140"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7174,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140\/revisions\/7174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/konservasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}