Related to SDGs



Kegiatan sosialisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Kampung Minapolitan PLN Siroto yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) telah dilaksanakan pada Selasa malam, 7 April 2026, bertempat di rumah Bapak Sarpi’i, anggota Pokdakan Mina Lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh tim Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Yayasan Akar Banir Indonesia yang berperan sebagai fasilitator program, serta diikuti oleh anggota kelompok pembudidaya ikan setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, tim fasilitator memaparkan latar belakang kawasan Siroto sebagai sentra budidaya ikan lele, sekaligus menyampaikan rencana pengembangan program melalui roadmap tiga tahun yang meliputi fase rintisan, pengembangan, dan keberlanjutan. Untuk tahun pertama, paket intervensi difokuskan pada penerapan smart climate aquaculture berbasis Internet of Things (IoT), reaktivasi kolam budidaya yang tidak aktif, perlindungan mata air di bawah Right of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta perintisan Pusat Pembelajaran Minapolitan sebagai ruang belajar dan penguatan kapasitas kelompok.
Tim UNNES dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sasaran utama program CSR Kampung Minapolitan PLN Siroto adalah penguatan kapasitas Pokdakan Mina Lancar sebagai aktor utama, pemilik lahan di sekitar mata air dan koridor SUTET, serta pengembangan kemitraan strategis dengan pemerintah dan lembaga terkait. Program ini dirancang untuk mendorong budidaya perikanan yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berbasis inovasi teknologi sesuai dengan kondisi dan kesiapan masyarakat.
Dialog dengan anggota kelompok berlangsung cukup intensif dan mencerminkan antusiasme sekaligus kehati-hatian para pembudidaya. Salah satu anggota kelompok, Muklis, menanyakan kemungkinan reaktivasi kolam di luar wilayah Siroto dan mendapat penegasan bahwa hal tersebut dimungkinkan selama masih dalam lingkup pengembangan kelompok. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kelompok dalam mengikuti perkembangan teknologi agar dapat berkembang menjadi pembudidaya ikan yang lebih maju. Kelompok pun sepakat untuk mulai mengumpulkan data rinci terkait kolam-kolam yang akan direaktivasi.
Bapak Sarpi’i sebagai tuan rumah sekaligus anggota Pokdakan Mina Lancar menyampaikan apresiasi atas peluang yang diberikan melalui program CSR ini, namun juga mengingatkan bahwa program harus dijalankan secara realistis dan bertanggung jawab. Ia menyoroti kekhawatiran terkait kesiapan anggota dalam mengoperasikan teknologi IoT, kebutuhan perawatan alat pembuat pakan, batas cakupan reaktivasi kolam, serta pentingnya dukungan berkelanjutan terutama dalam menjamin pasokan pakan ikan. Masukan tersebut menjadi catatan penting bagi tim fasilitator untuk merancang skema pendampingan yang sesuai dengan kapasitas kelompok.
Sebagai tindak lanjut langsung, tim fasilitator melakukan pengumpulan data awal di lapangan dengan mengidentifikasi status kolam milik anggota yang hadir, mencatat titik lokasi, jumlah kolam aktif dan nonaktif, serta kapasitas produksinya. Langkah ini menjadi bagian awal pemetaan teknis dan sosial yang akan mendukung implementasi program tahun pertama, khususnya dalam penentuan kolam prioritas reaktivasi, perancangan sistem budidaya cerdas berbasis IoT, dan penyusunan strategi pendampingan yang lebih kontekstual.
Program CSR Kampung Minapolitan PLN Siroto ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan ekonomi lokal pembudidaya ikan, SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi budidaya perikanan berbasis IoT, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan budidaya adaptif dan perlindungan mata air sebagai bagian dari ketahanan lingkungan. Melalui kolaborasi multipihak antara PLN, UNNES, fasilitator, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi model pembangunan minapolitan yang berkelanjutan dan inklusif.




