Related to SDGs



Subdirektorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Efisiensi Listrik dan Air pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, yang terdiri atas Tim Subdirektorat Konservasi serta perwakilan bagian umum dari seluruh fakultas, unit kerja, dan pusat di lingkungan UNNES, sebagai upaya memperkuat koordinasi dan menyusun langkah strategis pengelolaan energi dan sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan.
FGD bertujuan untuk menghimpun data, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta merumuskan kebutuhan kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP) terkait penggunaan listrik dan air di lingkungan kampus. Subdirektorat Konservasi menekankan pentingnya ketersediaan data kuantitatif yang akurat dan terukur dari masing-masing unit, mengingat selama ini data efisiensi masih bersifat agregat dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil setiap fakultas.
Dalam diskusi terungkap bahwa setiap fakultas perlu memiliki SOP khusus efisiensi listrik dan air, disertai ukuran capaian berupa target dan realisasi. Salah satu isu utama yang dibahas adalah penggunaan listrik pada aktivitas perkuliahan dan kegiatan mahasiswa setelah pukul 16.00 WIB. Kondisi ini dinilai memerlukan pengaturan yang lebih jelas melalui SOP penggunaan gedung, ruang, dan fasilitas kampus, termasuk keterlibatan petugas pengamanan dalam pengawasan penggunaan energi.
Unit Rumah Tangga menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Kampus Sekaran saat ini masih menggunakan listrik kawasan dengan dua kWh meter utama untuk wilayah kampus barat dan timur, sehingga konsumsi listrik per fakultas belum dapat dipantau secara rinci. Untuk mengatasi hal tersebut, UNNES merencanakan pemasangan kWh meter tersendiri di setiap fakultas yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) guna memantau penggunaan listrik PLN, pemanfaatan energi terbarukan seperti solar cell, serta efisiensi energi secara real time.
Pengelolaan air juga menjadi fokus pembahasan. Masing-masing fakultas memaparkan kondisi dan sumber air yang digunakan, baik dari sumur artesis, PDAM, maupun sumber lainnya. FGD ini menekankan pentingnya penertiban perizinan sumur dalam serta peluang pengembangan sistem water treatment sebagai solusi penyediaan air terpusat yang lebih berkelanjutan dan terkontrol.
Program meterisasi listrik dan air berbasis IoT direncanakan mulai diimplementasikan pada Agustus hingga September 2026. Melalui sistem ini, data konsumsi listrik dan air akan terekam secara real time setiap lima menit dan dianalisis berbasis rasio jumlah mahasiswa, sehingga menjadi dasar evaluasi kebijakan efisiensi yang lebih adil dan objektif.
Kegiatan FGD ini selaras dengan komitmen UNNES sebagai kampus konservasi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan sumber air yang bertanggung jawab, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui efisiensi dan pemantauan konsumsi energi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan tata kelola dan perubahan perilaku sivitas akademika.
Melalui FGD ini, Subdirektorat Konservasi UNNES berharap tercipta kesepahaman bersama serta langkah konkret lintas unit dalam mewujudkan sistem pengelolaan sumber daya kampus yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran UNNES dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.




