Menumbuhkan Talenta Muda Berkarakter dan Berprestasi


Menumbuhkan Talenta Muda Berkarakter dan Berprestasi

Setelah menjalani proses seleksi yang panjang, lebih dari 6.000 calon mahasiswa baru dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tentu ini pencapaian penting bagi anak-anak muda yang sedang berikhtiar mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat bergabung di kampus yang membanggakan kita semua ini, yaitu Universitas Negeri Semarang.

Jika dilihat secara kilas balik, keberhasilan mahasiswa baru meraih perguruan tinggi impiannya ditentukan oleh sejumlah factor. Pertama, tentu ini karunia dari Tuhan Yang Mahasiswa. Kedua, dorongan dan doa orang tua. Ketiga, kerja keras dan kedisiplinan masing-masing mahasiswa. Dengan melihat faktor-faktor itu, keberhasilan menjadi mahasiswa UNNES adalah sesuatu yang harus disyukuri dan disikapi dengan bertanggung jawab.

Sukses awal yang telah diraih  semestinya digunakan sebagai pijakan mencapai sukses lanjutan dengan meningkatnya ketekunan, kesungguhan, dan kerja keras selama menempuh studi di UNNES ini. Dengan begitu, mahasiswa baru dapat menyelesaikan studi tepat waktu disertai prestasi akademik yang membanggakan, memiliki keluhuran budi, serta segera mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Talenta Muda

Mahasiswa baru UNNES berasal dari berbagai penjuru Nusantara, dari berbagai provinsi di Indonesia. Kenyataan ini menunjukkan bahwa UNNES adalah universitas nasional yang sedang mewujudkan dirinya menjadi universitas bertaraf internasional.

Saya yakin bahwa Saudara-saudara mahasiswa baru adalah putera dan puteri terbaik yang juga merupakan para calon pemimpin masa depan bangsa. Oleh karena itu, saya merasa bangga menerima kedatangan saudara-saudara sebagai mahasiswa di kampus UNNES.

Kampus adalah kawah candra dimuka bagi pengembangan dan aktualisasi potensi intelektual. Sebuah kampus terbentuk oleh sarana dan prasarana fisik sekaligus tatanan organisasional, norma-norma serta tatanan nilai-nilai moral. Sejak awal kelahirannya, UNNES memegang teguh norma keunggulan akademik (academic excellence). Memegang norma keunggulan akademik berarti menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan pikiran, menghormati perbedaan cara pandang, penuh inisiatif dalam pembelajaran, sertas berpartisipasi secara kritis dan konstruktif dalam diskusi dan perdebatan.

Namun, meski menjunjung tinggi norma keunggulan akademik, UNNES bukanlah “menara gading” (ivory tower). UNNES tidak berposisi di luar atau di atas masyarakat melainkan di dalam masyarakat dan hidup bersama dengan masyarakat. Sejarah menunjukkan bahwa UNNES tumbuh dan berkembang melalui perjuangan segenap anak bangsa dari berbagai lapisan sosial dan dari berbagai penjuru Tanah Air. Oleh karena itu, UNNES terus berupaya menjadi “menara air” yang keberadaannya adalah berasal dari segenap anak-anak bangsa Indonesia dan diperuntukkan bagi kemajuan bangsa Indonesia dan kemaslahatan umat manusia.

Setelah Saudara menjadi mahasiswa, Saudara harus berlatih menjunjung tinggi nilai dan norma akademik. Di kelas, di laboratorium/studio dan di ruang seminar, Saudara akan berlatih membangun argumentasi ilmiah, menyajikan karya tulis ilmiah, menyusun rancangan dengan basis ilmiah, ataupun memanifestasikan ekspresi kesenian. Secara sederhana, melakukan sesuatu secara ilmiah artinya berpijak pada asas kebenaran, atau bertujuan mendekati dan menyingkap kebenaran.

Ketika memasuki kampus, Saudara akan mengikuti proses belajar di program-program studi yang berbeda, dan menekuni bidang-bidang ipteks yang berbeda. Namun,  adanya keaneka-ragaman rumpun-rumpun ipteks tidaklah dimaksudkan untuk ‘meng-kotak-kotakan’ ipteks yang berdinding tebal dan pejal, yang menghambat interaksi dan dialog. Pembelajaran dan pengembangan ipteks membutuhkan interaksi dan dialog tersebut. Artinya, Saudara tidak sekadar mumpuni secara akademik Ipteks tapi Saudara juga perlu memiliki kompetensi sosial dan kompetensi moral yang tinggi.

Dengan mengikuti pembelajaran di dalam kampus, seorang mahasiswa akan mengalami peningkatan kapasitas intelektual. Namun, agar di kemudian hari dapat menjadi insan ipteks yang berguna bagi masyarakat, seorang mahasiswa juga perlu mengembangkan kualitas lain dalam dirinya, yakni karakter moral.

Kapasitas intelektual dan karakter moral adalah dua jenis kualitas yang harus ada pada diri seorang insan ipteks. Tanpa karakter moral yang memadai, kapasitas intelektual akan menjadi, ibarat ‘senjata di tangan orang buta’.

Kader Konservasi

UNNES memiliki visi menjadi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Sebagai universitas berwawasan Konservasi, UNNES memiliki delapan nilai yang merupakan pengejawantahan nilai konservasi yang dikembangkan di setiap fakultas, yaitu: inspiratif, humanis, peduli, inovatif, kreatif, sportif, jujur, serta adil.

Kedelapan nilai ini dilandasasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh warga UNNES bertekad untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral itu dalam perlindungan, pengawetan, pemanfaatan, dan pengembangan secara lestari terhadap sumber daya alam dan budaya luhur bangsa.

Pada era disrupsi dan revolusi Industri 4.0 akan memunculkan pertanyaan kritis, bagaimanakah perguruan tinggi, para mahasiswa menyikapi era disrupsi ini ke depan? Lalu, pada  era disrupsi ini akan menuntut kita untuk berubah atau akan punah? Pada era disrupsi, apakah kita ingin melakukan reshape (membentuk kembali) atau create (mencipta).

Kita juga memiliki pilihan untuk melakukan keduanya. Ketika kita memutuskan untuk reshape, maka kita bisa melakukan inovasi dari keunggulan  atau layanan yang sudah dimiliki. Apabila kita ingin membuat yang baru, kita harus berani memiliki inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memang terdengar klise, tetapi apabila kita dapat “membaca” situasi dengan baik kemudian melihat peluang yang ada, maka kita pun bisa bertahan pada era disrupsi.

Untuk menjawab dan menghadapi tantangan pada  era disrupsi, UNNES harus dapat membentuk karakter leadership melalui  kepemimpinan bertumbuh. Hal ini dilakukan dengan fase: menumbuhkan benih kepemimpinan, memperkuat pohon kepemimpinan, merangkai jejaring pohon kepemimpinan, serta menguatkan pohon kepemimpinan dari terpaan badai bagi para mahasiswa. Sebagai mahasiswa UNNES,  jadilah  anutan dan selalu menginspirasi bagi sesiapa pun dan di mana pun berada.

Selamat menjadi mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Selamat menjadi insan berkarakter dan berprestasi. Jayalah UNNES, Jayalah Pendidikan, Jayalah Bangsaku, Jayalah Negeriku, dan Jayalah Indonesia.

Dr. Abdurrahman, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X