Menimbang Internasionalisasi Pendidikan


ERA globalisasi kini telah memberikan banyak dampak. Teknologi membuat dimensi ruang dan waktu tak lagi menjadi kendala. Dunia seakan semakin mendekat. Kita telah memasuki era interkoneksi dengan seluruh masyarakat dunia.

Apa yang terjadi hari ini adalah buah dari kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi ilmu pengetahuan telah merubah sketsa dunia menjadi terbuka tanpa batas. Saat ini, sulit mencari satu negara yang bisa hidup sendiri tanpa berhubungan dengan dunia internasional.

Globalisasi ternyata turut merambah dunia pendidikan. Sistem pendidikan satu negara bahkan mulai mengacu sistem pendidikan negara lain yang lebih maju. Tujuannya satu, memajukan bidang sentral ini karena memegang peranan besar terhadap kejayaan bangsa.

Secara langsung, pendidikan akan memberikan andil pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu saja, muaranya adalah inovasi, mutu modal manusia, serta kemajuan ipteks. Berangkat dari sinilah, akhirnya semua Negara berlomba-lomba untuk memajukan pendidikan dengan wawasan internasional, atau yang kemudian dikenal sebagai internasionalisasi pendidikan.

Internasionalisasi pendidikan adalah upaya mengembangkan ilmu pengetahuan, kemudian disebarluaskan ke seluruh dunia. Sehingga masyarakat internasional akan dapat turut mempelajarinya, kemudian turut diaplikasikan di Negara masing-masing. Intinya adalah bagaimana membuat pendidikan yang bermutu dan dapat diterima dunia. Akan tetapi, ada juga yang menterjemahkannya sebagai copy paste sistem pendidikan Negara maju ke Negara berkembang, Hal inilah yang perlu sedikit diluruskan.

Karakter satu Negara tentu saja berbeda dengan Negara lain. Pun demikian dengan kekhasan yang dimiliki. Sehingga maksud dari internasionalisasi pendidikan tidak hanya merubah kelas menjadi bilingual class, menerima siswa asing, mendatangkan pengajar asing. Lebih daripada itu, internasionalisasi pendidikan adalah proses menyebarkan pesan pendidikan, diseminasi ilmu pengetahuan, mengundang masyarakat dunia untuk belajar bersama.

 

Memasukan Karakter Khas

Seorang pakar pendidikan dari Massey University Prof James Chapman pernah mengatakan bahwa, Internasionalisasi pendidikan adalah upaya untuk mencari keunikan khusus guna dipelajari. Spesifikasi tersebut yang kemudian dikembangkan secara analitis dalam kerangka ilmu pengetahuan, dikembangkan dan kemudian ditunjukan kepada dunia bahwa kita punya sesuatu yang unik untuk dikaji.

Rasanya pernyataan tadi menarik. Kita selalu memandang bahwa pendidikan di luar negeri lebih baik, atau sekolah luar negeri yang berada di Indonesia itu lebih hebat. Mungkin banyak pandangan yang menyatakan lebih baik belajar teknik di Jerman; belajar ekonomi di Amerika; belajar hukum di Perancis; belajar kesehatan di Singapura dan lain sebagainya. Sebenarnya, Negara-negara tadi telah menanamkan keunikan dan spesifikasi yang berawal dari karakter serta kemampuan masing-masing. Sehingga berhasil menjadi brand image.

Berawal dari itulah, perlu digali karakter dan kekhasan khusus dari institusi pendidikan di Indonesia menuju tahap internasionalisasi pendidikan. Karakter khas tersebut dapat diperoleh dari kekhasan yang ada. Negeri ini adalah laboratorium raksasa yang sangat menarik bagi semua disiplin ilmu. Keunikan inilah yang nantinya akan menjadi kekhasan dalam kajian bidang ilmu dan menarik masyarakat internasional untuk belajar di ruang belajar raksasa ini.

Tujuan dari itu semua adalah mempersiapkan generasi muda agar siap bersaing di era globalisasi. Tapi lebih daripada itu, internasionalisasi pendidikan diharapkan dapat lebih mengeksplorasi kekhasan Indonesia yang akan diwujudkan dalam spesifikasi bidang ilmu.

Harapannya akan banyak orang belajar ke Indonesia, atau sebaliknya orang Indonesia belajar ke luar negeri. Kemudian ilmu dan juga pengalaman yang diperoleh akan dapat dibawa pulang guna diterapkan di tanah air masing-masing demi kemajuan di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X