Mengaplikasikan Miracle off Hajj, Menuju UNNES Klaster Satu


Mengaplikasikan Miracle off Hajj, Menuju UNNES Klaster Satu

Beberapa hari lalu saya mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan yang dipersembahkan oleh Bank Mandiri Syariah. Adapun lembaga training yang ditunjuk adalah ESQ Leadership Center asuhan Dr. H.C Ary Ginanjar Agustian. Sebagian besar pesertanya adalah nasabah Bank Mandiri Syariah Prioritas dan para pimpinan organisasi seperti: rumah sakit, sekolahan, sekolah tinggi, BUMN,dan beberapa Perusahaan yang sudah go publik.

Di dalam organisasi setiap pegawai memiliki kebutuhannya masing masing. Untuk menjelaskan itu,  Abraham Maslow membuat teori yang sangat terkenal yaitu Hierarki Kebutuhan Maslow. Teori ini menjelaskan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari lima jenis yang tersusun bertingkat (hierarkis).

Hierarki pertama adalah kebutuhan fisiolagis (physiological need), yaitu kebutuhan paling dasar pada setiap orang. Pada tingkat ini manusia membutuhkan makanan, minuman, dan hal lain untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi semua pemenuhan kebutuhan di atasnya.

Tahapan kedua adalah kebutuhan rasa aman (safety/security needs). Kebutuhan jenis ini memiliki beberapa varian, antara lain rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, dan kebebasan ancaman seperti kriminalitas, perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Pada level ini manusia juga membutuhkan rasa aman dari ancaman psikis, yaitu ancaman kejiwaan seperti tidak diejek, tidak direndahkan, tidak stres, dan lain sebagainya.

Tahapan ketiga adalah kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang (social needs). Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki.

Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk dibutuhkan oleh orang lain agar ia dianggap sebagai warga komunitas sosialnya. Bentuk akan pemenuhan kebutuhan ini seperti bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta.

Hierarki keempat adalah kebutuhan akan penghargaan (esteem needs) yaitu manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan egonya atas keinginan untuk berprestasi dan memiliki prestise. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan,p engakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Adapun kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan.

Puncak piramida kebutuhan Maslowadalah kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs),  yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya kepada orang lain. Pada tahap ini, seseorang mengembangkan semaksimal mungkin segala potensi yang dimilikinya. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya.

Pelajaran Haji

Meski diakui secara luas, teori kebutuhan Maslow ternyata memiliki sejumlah titik buta. Sebab, pada kenyataannya seseorang yang telah terpenuhi kebutuhannya pada 5 tahapan ini justru banyak yang berakhir tragis.

Robbin Wiiam misalnya Peraih Piala Oscar untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik pada film Good Will Hunting pada tahun 1997 hidupnya berakhir tragis dengan gantung diri karena depresi. Banyak pula artis lain yang juga akhir hidupnya tragis di antaranya Marylin Monroe, Curt Cobain, dan Whitney Houston.

Dalam taining Miracle of Hajj ini, disampaikan teori hierarki kebutuhan yang sudah ada sejak ribuan tahun silam yang di ajarkan oleh Nabi Ibrahim AS. Teori ini justru bertolak belakang dengan teori Hierarki Maslow.  Berikut lima tahapan hierarki ini.

Yang pertama adalah kebutuhan self actualization (wukuf). Berdiam diri dipadang Arafah saat pelaksanaan wukuf dengan mengenakan pakaian ihram merupakan salah satu cara mengingatkan umat Islam tentang kondisi di hari perhitungan kelak. Setelah kiamat manusia dibangkitkan dari kematian dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menanti hisab dan mempertanggung jawabkan segala perilaku serta amal perbuatannya selama hidup di dunia. Pada saat wukuf maka para jamaah haji melakukan muhasabah, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar dosa dosanya diampuni.

Tahapan/ hierarki yang kedua adalah self esteem (lontar jumrah). Makna dari ritual lempar jumrah ini, bahwasannya dalam kehidupan kita, fitrah kita selalu menunjukkan ke arah jalan yang lurus, namun seringkali menyimpang karena godaan setan. Andai kita menyadari hal itu, pasti kita sangat menyesali dan tentunya tiada lagi yang disalahkan kecuali setan yang terkutuk. Kita pasti ingin sekali rasanya memukul atau bahkan membunuh setan, namun kita tidak bisa. Dengan ritual ini, anggap saja ketiga tempat jumroh itu adalah perwujudan setan yang mengganggu kita dan limpahkanlah seluruh kekesalan serta emosi jiwa terhadap setan pada ketiga jumroh itu sebagai simbol bahwa kita sedang menyerang setan yang selalu menyesatkan jalan kita.

Hierarki yang ketiga social needs (thawaf). Putaran thawaf yang berlawanan dengan arah jarum jam mengandung hikmah menapaki dan merenungkan waktu yang dilaluinya, apakah waktu yang kita lewati diisi dengan hal positif atau negatif. Ini sesuai dengan anjuran Allah SWT yang berfirman “Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok “ (QS. Al Hasyr : 18).

Selanjutnya Hierarki yang ke empat yaitu safety needs (Sai). Sai adalah berlari lari kecil (bolak balik) antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Hikmahnya adalah bahwa kehidupan merupakan perjuangan. Permasalahan dalam kehidupan merupakan hal wajar sehingga kita sebagai manusia perlu berusaha dan bertawakkal kepada Allah SWT.

Sikap tidak mudah putus asa dalam ruang dan waktu, dan menjalani kehidupan dengan sabar dan ikhlas disertai sikap optimis merupakan hikmah ritual ini. Karena pada akhirnya Allah SWT yang menentukan hasil dari jerih payah kita.  Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d :11) .

Adapun yang kelima adalah basic needs (zamzam). Ibadah sai sebagai napak tilas perjuangan siti Hajar, ibunda ismail yang menangis kehausan di tengah padang pasir yang gersang dan panas. Tempat yang tiada tanda air ini tidak meluluhkan semangat Siti Hajar untuk berusaha mencari air. Siti Hajar percaya akan kasih dan kebesaran Allah SWT. Doa Siti Hajar terkabul dengan memancarnya air zamzam yang membuat mereka dapat bertahan hidup.

Lebih Baik, Sangat Baik

Konsep Miracle of Hajj memiliki relevansi dengan upaya Universitas Negeri Semarang menuju Klaster Satu. Konsep itu mengajarkan, kita sebagai pegawai baik itu dosen maupun tenaga kependidikan untuk senantiasa instrospeksi diri. Terdapat ajakan untuk meninggalkan hal hal buruk dalam diri kita. Jika dulu kita tidak sungguh-sungguh dalam bekerja, sekarang saatnya kita ubah menjadi pribadi yang baru.

Seorang dosen yang profesional dituntut untuk memiliki gelar doktor, maka mari kita upayakan itu. Dosen juga dituntut untuk dapat menghasilkan publikasi baik itu dalam prosiding maupun jurnal internasional maka mari upayakan itu dan lakukan itu dengan ihlas, karena Allah SWT.

Begitu pula bagi seorang tenaga kependidikan. Boleh jadi kemarin kita tidak optimal dalam berkerja, mari kita tinggalkan hal-hal buruk yang dulu pernah kita lakukan. Mari kita fokus, lebih fokus, sangat fokus. Mari kita semangat, lebih semangat, sangat semangat. Juga, mari bekerja dengan happy, lebih happy, sangat happy untuk mewujudkan UNNES klaster satu.

Nining Wahyuningsih, SE., M.Si., Kasubbag Program dan Akuntansi LPPM UNNES

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X