{"id":9781,"date":"2025-05-30T03:30:00","date_gmt":"2025-05-30T03:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=9781"},"modified":"2026-09-16T03:31:12","modified_gmt":"2026-09-16T03:31:12","slug":"fk-unnes-dorong-pertanian-berkelanjutan-melalui-edukasi-pengelolaan-pestisida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/fk-unnes-dorong-pertanian-berkelanjutan-melalui-edukasi-pengelolaan-pestisida\/","title":{"rendered":"FK UNNES Dorong Pertanian Berkelanjutan melalui Edukasi Pengelolaan Pestisida"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BREBES \u2014<\/strong> Penggunaan pestisida menjadi bagian penting dalam budidaya bawang merah, tetapi praktik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko pajanan bagi petani sekaligus memberi tekanan terhadap lingkungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) melalui penelitian risiko pajanan pestisida pada petani bawang merah di Desa Tegalwulung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian dosen yang didanai melalui DPA FK UNNES Tahun 2025 itu menggunakan metode <strong>DREAM (Dermal Risk Exposure Assessment Method)<\/strong> untuk memetakan risiko pajanan berdasarkan frekuensi kontak, luas tubuh yang terpapar, durasi, kondisi lingkungan kerja, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Hasilnya menunjukkan aktivitas penyemprotan memiliki tingkat pajanan tertinggi dengan skor <strong>110,30 atau kategori high exposure<\/strong>, terutama pada tangan, lengan bawah, dan bagian depan tubuh. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan praktik kerja yang lebih aman dalam pengelolaan pestisida.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian kemudian menjadi dasar untuk mendorong edukasi mengenai penggunaan APD yang sesuai, prosedur pengolahan dan penyemprotan yang aman, serta pengenalan bagian tubuh yang memiliki risiko pajanan lebih tinggi. Pendekatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan kesehatan petani, tetapi juga dengan pengelolaan lingkungan pertanian. Penggunaan pestisida secara lebih bertanggung jawab dapat membantu menekan potensi dampak terhadap tanah dan air yang menopang ekosistem pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan hasil riset untuk memperkuat pengetahuan dan praktik masyarakat menjadi bagian dari upaya FK UNNES menghadirkan ilmu kedokteran di tengah persoalan nyata masyarakat. Inisiatif ini berkontribusi pada <strong>SDG 2 (Zero Hunger)<\/strong> melalui dukungan terhadap pertanian berkelanjutan, <strong>SDG 3 (Good Health and Well-being)<\/strong> melalui perlindungan kesehatan petani, serta <strong>SDG 15 (Life on Land)<\/strong> melalui perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem daratan.<br>#UNNESSDGs02 #UNNESSDGs03 #UNNESSDGs15<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BREBES \u2014 Penggunaan pestisida menjadi bagian penting dalam budidaya bawang merah, tetapi praktik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko pajanan bagi petani sekaligus memberi tekanan terhadap lingkungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) melalui penelitian risiko pajanan pestisida pada petani bawang merah di Desa Tegalwulung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[61,39,73],"class_list":["post-9781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs15"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9781"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9783,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9781\/revisions\/9783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}