{"id":9678,"date":"2026-07-31T07:12:45","date_gmt":"2026-07-31T07:12:45","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=9678"},"modified":"2026-09-04T07:13:57","modified_gmt":"2026-09-04T07:13:57","slug":"tamasya-pantau-tumbuh-kembang-dan-perilaku-sehat-27-anak-sumberagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/tamasya-pantau-tumbuh-kembang-dan-perilaku-sehat-27-anak-sumberagung\/","title":{"rendered":"TAMASYA Pantau Tumbuh Kembang dan Perilaku Sehat 27 Anak Sumberagung"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9679\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-300x200.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-768x512.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/resized_IMG_8943-1500x1000.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>GROBOGAN \u2014<\/strong> Sebanyak 27 anak usia dini di TK Sumberagung 1 mendapat pemantauan tumbuh kembang sekaligus edukasi kesehatan melalui program <strong>TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)<\/strong> yang digelar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang pada 14\u201321 Juli 2026. Program ini menggabungkan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemahaman anti-<em>bullying<\/em>, serta <em>body boundaries<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemantauan dilakukan melalui pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar lengan atas, serta lingkar kepala. Mahasiswa juga melakukan deteksi dini tumbuh kembang menggunakan metode DDTK, disertai pemeriksaan daya dengar dan daya lihat. Agar pesan kesehatan lebih mudah diterima anak, edukasi anti-<em>bullying<\/em> dan <em>body boundaries<\/em> dikemas melalui video, permainan, serta aktivitas tepuk bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas anak berada dalam kondisi tumbuh kembang yang normal, termasuk aspek pendengaran dan penglihatan. Namun, sebagian kecil anak menunjukkan indikasi yang memerlukan pemantauan lebih lanjut, terutama pada aspek perkembangan, daya dengar, dan daya lihat. Temuan tersebut menjadi dasar rekomendasi skrining lanjutan dan pemantauan berkala sesuai instrumen KPSP dan DDTK yang dianjurkan Kementerian Kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TAMASYA menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga kemampuan berkembang, berinteraksi, dan melindungi diri. Melalui deteksi dini dan edukasi yang dilakukan sejak usia prasekolah, mahasiswa UNNES turut memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat, aman, dan optimal. Inisiatif ini sejalan dengan <strong>SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera<\/strong>, khususnya dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#UNNESSDGs03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GROBOGAN \u2014 Sebanyak 27 anak usia dini di TK Sumberagung 1 mendapat pemantauan tumbuh kembang sekaligus edukasi kesehatan melalui program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang digelar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang pada 14\u201321 Juli 2026. Program ini menggabungkan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemahaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":9680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[39],"class_list":["post-9678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs03"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9678"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9682,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678\/revisions\/9682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}