{"id":9582,"date":"2026-08-25T00:54:06","date_gmt":"2026-08-25T00:54:06","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=9582"},"modified":"2026-09-01T00:55:36","modified_gmt":"2026-09-01T00:55:36","slug":"skrining-gangguan-penglihatan-anak-sd-diperkuat-dinkes-diy-dukung-sdg-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/skrining-gangguan-penglihatan-anak-sd-diperkuat-dinkes-diy-dukung-sdg-3\/","title":{"rendered":"Skrining Gangguan Penglihatan Anak SD Diperkuat, Dinkes DIY Dukung SDG 3"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/IMG_20260827_112653-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9583\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/IMG_20260827_112653-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/IMG_20260827_112653-300x225.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/IMG_20260827_112653-768x576.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/09\/IMG_20260827_112653.jpg 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>YOGYAKARTA<\/strong> \u2014 Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah perlu ditemukan sedini mungkin agar tidak menghambat proses belajar dan tumbuh kembang. Untuk memperkuat kemampuan deteksi tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) melatih tenaga kesehatan dari 90 puskesmas melalui workshop penglihatan di Bapelkes DIY, 20\u201321 Juli 2026. Penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari kesiapan pelaksanaan skrining kesehatan mata anak usia sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan membahas kebijakan kesehatan mata, standar pemeriksaan tajam penglihatan jauh dan dekat, metode skrining, hingga algoritma rujukan. Ketepatan pemeriksaan menjadi perhatian karena hasil skrining dapat dipengaruhi pencahayaan, jarak pemeriksaan, pemeriksaan masing-masing mata, serta penggunaan optotip yang sesuai. Pengetahuan tersebut kemudian diuji melalui simulasi pemeriksaan pada siswa di SD Negeri Balirejo, SD Negeri Bantul Timur, dan SD Negeri 1 Bantul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skrining di sekolah memberikan peluang untuk menemukan gangguan penglihatan sebelum masalah tersebut berkembang dan mengganggu aktivitas belajar anak. Pelaksanaan simulasi juga menjadi bagian dari persiapan tenaga kesehatan menghadapi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah yang dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNNES yang mengikuti Magang Berdampak SKM Penggerak, keterlibatan dalam proses tersebut memberi pengalaman langsung mengenai praktik promotif-preventif, pemeriksaan mata dasar, serta mekanisme tindak lanjut dan rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penguatan skrining kesehatan mata tersebut mendukung <strong>SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)<\/strong>, khususnya <strong>Target 3.8 tentang Universal Health Coverage<\/strong>, melalui perluasan akses terhadap layanan kesehatan esensial dan deteksi dini gangguan penglihatan. Upaya membawa skrining lebih dekat ke lingkungan sekolah juga memperkuat prinsip pencegahan, sehingga anak memiliki peluang memperoleh penanganan lebih cepat dan tetap dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal. <strong>#UNNESSDGs03<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2014 Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah perlu ditemukan sedini mungkin agar tidak menghambat proses belajar dan tumbuh kembang. Untuk memperkuat kemampuan deteksi tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) melatih tenaga kesehatan dari 90 puskesmas melalui workshop penglihatan di Bapelkes DIY, 20\u201321 Juli 2026. Penguatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":9583,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[39],"class_list":["post-9582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs03"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9582"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9585,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9582\/revisions\/9585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}