{"id":9557,"date":"2026-07-24T01:39:28","date_gmt":"2026-07-24T01:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=9557"},"modified":"2026-08-31T01:41:09","modified_gmt":"2026-08-31T01:41:09","slug":"dashat-dorong-pemanfaatan-daun-kelor-untuk-cegah-stunting-di-pendem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/dashat-dorong-pemanfaatan-daun-kelor-untuk-cegah-stunting-di-pendem\/","title":{"rendered":"DASHAT Dorong Pemanfaatan Daun Kelor untuk Cegah Stunting di Pendem"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"692\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11-692x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9558\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11-692x1024.jpeg 692w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11-203x300.jpeg 203w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11-768x1136.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11-1039x1536.jpeg 1039w, https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-content\/uploads\/sites\/46\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-17.27.11.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 692px) 100vw, 692px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PENDEM<\/strong> \u2014 Pencegahan stunting di Desa Pendem, Kabupaten Grobogan, didorong melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat. Mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan rangkaian Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan memperkuat kemampuan kader posyandu, meningkatkan literasi gizi ibu balita, sekaligus mengenalkan daun kelor sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi makanan bergizi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penguatan layanan posyandu dilakukan melalui pendampingan kader dalam pengukuran antropometri balita di sejumlah posyandu pada 4\u201310 Juli 2026. Selain membantu memastikan teknik pengukuran dilakukan secara tepat, pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas data pertumbuhan anak. Pada saat yang sama, ibu balita mendapat edukasi mengenai gizi seimbang, pentingnya protein hewani dan nabati, konsumsi buah serta sayur, dan pemantauan pertumbuhan sebagai bagian dari pencegahan stunting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun kelor kemudian diolah menjadi <strong>KELORITA (Kroket Bergizi untuk Kita)<\/strong> dengan perpaduan kelor, ayam, tempe, dan wortel. Inovasi ini diperkenalkan di Posyandu Kamboja yang memiliki jumlah balita stunting relatif tinggi. Dalam satu porsi berisi 2\u20133 buah, KELORITA mengandung sekitar 214,70 kilokalori energi dan 7,71 gram protein, sehingga dapat menjadi alternatif camilan bergizi bagi balita. Respons warga juga positif karena rasa kelor yang tidak terlalu kuat membuat makanan tersebut lebih mudah diterima anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan pangan lokal untuk memperkuat asupan gizi keluarga mendukung <strong>SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)<\/strong>, terutama dalam peningkatan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan <strong>SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)<\/strong> melalui pencegahan stunting, penguatan pemantauan tumbuh kembang, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Pendekatan berbasis pangan lokal ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari sumber daya yang tersedia di sekitar keluarga. <strong>#UNNESSDGs02 #UNNESSDGs03<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDEM \u2014 Pencegahan stunting di Desa Pendem, Kabupaten Grobogan, didorong melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat. Mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan rangkaian Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan memperkuat kemampuan kader posyandu, meningkatkan literasi gizi ibu balita, sekaligus mengenalkan daun kelor sebagai bahan pangan yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":9559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[61,39],"class_list":["post-9557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs03"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9557"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9561,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9557\/revisions\/9561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}