{"id":10021,"date":"2025-10-16T03:22:00","date_gmt":"2025-10-16T03:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=10021"},"modified":"2026-10-16T03:22:49","modified_gmt":"2026-10-16T03:22:49","slug":"inovasi-mahasiswa-unnes-hadirkan-kotak-obat-cerdas-untuk-dukung-kepatuhan-pasien-tbc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/inovasi-mahasiswa-unnes-hadirkan-kotak-obat-cerdas-untuk-dukung-kepatuhan-pasien-tbc\/","title":{"rendered":"Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Kotak Obat Cerdas untuk Dukung Kepatuhan Pasien TBC"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SEMARANG<\/strong> \u2014 Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Naufal Ilham Ramadhan, mengembangkan prototipe alat penghitung otomatis obat OAT-KDT untuk membantu pasien tuberkulosis (TBC) menjalani pengobatan secara teratur. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2021 ini merancang kotak obat cerdas yang dilengkapi sensor penghitung, alarm pengingat, dan layar informasi jumlah obat sebagai solusi berbasis teknologi untuk mendukung kepatuhan pengobatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inovasi ini berangkat dari tantangan pengobatan TBC yang membutuhkan kedisiplinan pasien dalam mengikuti regimen sesuai arahan tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan berisiko mengganggu keberhasilan terapi dan meningkatkan ancaman resistensi obat. Di sisi lain, Pengawas Minum Obat (PMO), yang umumnya berasal dari keluarga, turut menghadapi tantangan dalam mengingatkan pasien agar menjalani pengobatan secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan prototipe tersebut merupakan bagian dari kolaborasi penelitian lintas disiplin antara Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Teknik (FT) UNNES. Penelitian dipimpin dr. RR. Sri Ratna Rahayu, M.Kes., Ph.D., dari FK UNNES, dengan Naufal sebagai pengembang teknis di bawah bimbingan Anan Nugroho, S.T., M.Eng. Kolaborasi ini mempertemukan pemahaman bidang kesehatan dengan kompetensi rekayasa teknologi untuk menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kotak obat cerdas tersebut memanfaatkan sensor <em>load cell<\/em> untuk mendeteksi perubahan berat obat dan algoritma <em>K-Nearest Neighbors<\/em> (K-NN) untuk memperkirakan jumlah pil yang tersisa. Menurut paparan pengembang, berat satu pil berada pada kisaran 1,5\u20131,7 gram sehingga diperlukan pendekatan pengolahan data untuk membedakan jumlah obat. Prototipe menggunakan mikrokontroler ESP32, alarm <em>buzzer<\/em>, dan layar yang menampilkan informasi jumlah obat, dengan tingkat akurasi penghitungan dilaporkan lebih dari 90 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, teknologi ini berpotensi dikembangkan untuk membantu pasien lebih mandiri, meringankan beban keluarga sebagai PMO, dan mendukung pemantauan pengobatan dari jarak jauh apabila terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan. Naufal berharap inovasinya dapat terus disempurnakan dan berkontribusi pada penanganan TBC di Indonesia. Pengembangan ini sejalan dengan <strong>SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)<\/strong> melalui dukungan terhadap keberhasilan pengobatan dan <strong>SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)<\/strong> melalui pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#SDGs3 #SDGs9<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2014 Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Naufal Ilham Ramadhan, mengembangkan prototipe alat penghitung otomatis obat OAT-KDT untuk membantu pasien tuberkulosis (TBC) menjalani pengobatan secara teratur. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2021 ini merancang kotak obat cerdas yang dilengkapi sensor penghitung, alarm pengingat, dan layar informasi jumlah obat sebagai solusi berbasis teknologi untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[39,59],"class_list":["post-10021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs09"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10021"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10023,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10021\/revisions\/10023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}