{"id":10013,"date":"2025-10-16T03:18:00","date_gmt":"2025-10-16T03:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/?p=10013"},"modified":"2026-10-16T03:19:34","modified_gmt":"2026-10-16T03:19:34","slug":"unnes-edukasi-siswa-smp-tentang-risiko-dan-pencegahan-perkawinan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/unnes-edukasi-siswa-smp-tentang-risiko-dan-pencegahan-perkawinan-anak\/","title":{"rendered":"UNNES Edukasi Siswa SMP tentang Risiko dan Pencegahan Perkawinan Anak"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SEMARANG<\/strong> \u2014 Tim  Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) menggelar sosialisasi hukum di SMP Negeri 1 Pemalang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko dan dampak perkawinan anak. Kegiatan ini merespons persoalan perkawinan anak di Kabupaten Pemalang yang tercatat meningkat dari 433 kasus pada 2021 menjadi 700 kasus pada 2022.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim pengabdi terdiri atas Dian Latifiani, dr. Fitri Indrawati, Yustina Dhina Novita, Rahmawati Melati Sani, Atha Difa Saputri, dan Fitri Liana Dewi. Ketua tim, Dian Latifiani, menjelaskan bahwa sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak perkawinan anak dari aspek hukum, kesehatan, dan pendidikan. Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, siswa mengikuti <em>pre-test<\/em> sebelum penyampaian materi dan <em>post-test<\/em> setelah kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pemaparannya, Dian menekankan bahwa perkawinan anak dapat berdampak pada kesiapan fisik dan mental remaja serta kesehatan reproduksi. Menurutnya, ketidaksiapan tersebut berisiko memengaruhi kualitas kehidupan rumah tangga dan masa depan anak. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah diperlukan agar siswa memahami konsekuensi perkawinan pada usia anak dan pentingnya mempersiapkan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari aspek hukum, Dian menyoroti ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perkawinan dan perlindungan anak, termasuk Pasal 26 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ketentuan tersebut menegaskan kewajiban orang tua dan keluarga untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak. Ia juga mendorong sinergi orang tua, aparat desa, Kantor Urusan Agama (KUA), dinas pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui sosialisasi ini, FH UNNES mendorong peningkatan kesadaran hukum dan perlindungan anak melalui pendidikan serta keterlibatan berbagai pihak. Upaya tersebut sejalan dengan <strong>SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)<\/strong> melalui penguatan literasi hukum bagi siswa dan <strong>SDG 5 (Kesetaraan Gender)<\/strong> melalui pencegahan praktik perkawinan anak yang berisiko menghambat kesehatan, pendidikan, dan kesempatan anak untuk berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#SDGs4 #SDGs5<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2014 Tim Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) menggelar sosialisasi hukum di SMP Negeri 1 Pemalang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko dan dampak perkawinan anak. Kegiatan ini merespons persoalan perkawinan anak di Kabupaten Pemalang yang tercatat meningkat dari 433 kasus pada 2021 menjadi 700 kasus pada 2022. Tim pengabdi terdiri atas Dian Latifiani, dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":10014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[39,45,67,55],"class_list":["post-10013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs05","tag-unnessdgs17"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10013"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10016,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10013\/revisions\/10016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}