{"id":21472,"date":"2026-11-06T09:25:38","date_gmt":"2026-11-06T02:25:38","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=21472"},"modified":"2026-11-06T09:25:38","modified_gmt":"2026-11-06T02:25:38","slug":"50-mahasiswa-ips-fisip-unnes-tanam-50-biopori-untuk-kurangi-genangan-air-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/11\/06\/50-mahasiswa-ips-fisip-unnes-tanam-50-biopori-untuk-kurangi-genangan-air-hujan\/","title":{"rendered":"50 Mahasiswa IPS FISIP UNNES Tanam 50 Biopori untuk Kurangi Genangan Air Hujan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>SEMARANG, 6 November 2026<\/em> \u2013 Sebanyak 50 mahasiswa semester lima Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) membuat 50 lubang resapan biopori di depan Gedung C4, Jumat (6\/11\/2026). Setiap mahasiswa mendapat tanggung jawab membuat satu lubang biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi genangan air ketika musim hujan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang diselenggarakan FISIP UNNES tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi air di lingkungan kampus. Melalui pemasangan biopori, air hujan yang selama ini berpotensi mengalir di permukaan tanah diharapkan dapat lebih banyak meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, air hujan tidak langsung terbuang melalui aliran permukaan, tetapi dapat membantu menjaga cadangan air tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum melakukan pemasangan, mahasiswa mendapat pengarahan dari Ketua Gugus Konservasi dan Sustainable Development Goals (SDGs) FISIP UNNES, Rudi Salam, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan fungsi biopori, peralatan yang digunakan, serta tahapan pemasangan agar lubang resapan dapat bekerja secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam praktiknya, mahasiswa menggunakan pipa berlubang yang dipasang secara vertikal ke dalam tanah. Lubang tersebut berfungsi sebagai jalur masuk air hujan sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menampung bahan organik. Aktivitas organisme tanah yang menguraikan bahan organik dapat membantu membentuk pori-pori tanah sehingga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengerjaan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa dengan pendampingan di lapangan. Mereka menyiapkan peralatan, menggali tanah, hingga memasang pipa biopori pada titik-titik yang telah ditentukan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konservasi lingkungan, tetapi juga pengalaman menerapkan pengetahuan dalam kegiatan nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh kebutuhan pendanaan kegiatan ditanggung FISIP UNNES, termasuk penyediaan peralatan yang dikoordinasikan oleh Nining Wahyuningsih, S.E., M.Si., dari bagian Keuangan dan Administrasi Bisnis FISIP. Dukungan tersebut memungkinkan setiap mahasiswa terlibat langsung dalam pembuatan lubang resapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanaman biopori bukan kegiatan pertama yang dilaksanakan FISIP UNNES. Pada Mei 2026, sekitar 150 mahasiswa Pendidikan IPS telah mengikuti kegiatan revitalisasi dan penanaman sekitar 50 biopori di lingkungan Gedung C2, C5, C6, dan C8. Dengan tambahan 50 lubang pada November ini, dua kegiatan sepanjang 2026 telah menangani sekitar 100 titik penanaman dan revitalisasi biopori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kegiatan sebelumnya, Dekan FISIP UNNES, Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd., menekankan pentingnya lubang resapan untuk mengurangi genangan air di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Semoga dengan adanya kegiatan penanaman biopori ini bisa meningkatkan daya serap air agar nanti dimusim hujan genangan air dapat berkurang,&#8221; ujarnya saat kegiatan revitalisasi biopori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya konservasi tersebut juga telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, FISIP UNNES bersama mahasiswa Pramuka Gugus Latih 3 membuat ratusan lubang biopori di lingkungan kampus Sekaran, Gunungpati. Kegiatan yang terus dilaksanakan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan air hujan menjadi salah satu perhatian dalam pemeliharaan lingkungan fakultas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain mengurangi potensi genangan, keberadaan lubang resapan diharapkan membantu mempertahankan kelembapan dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Manfaat tersebut menjadi penting terutama ketika curah hujan meningkat, sementara sebagian permukaan lingkungan kampus telah tertutup bangunan dan perkerasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, pemeliharaan lubang biopori dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan serupa menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat terus dirasakan. Lubang yang telah dibuat memerlukan perawatan agar tidak tersumbat dan tetap berfungsi sebagai jalur resapan air, terutama selama musim penghujan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG, 6 November 2026 \u2013 Sebanyak 50 mahasiswa semester lima Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) membuat 50 lubang resapan biopori di depan Gedung C4, Jumat (6\/11\/2026). Setiap mahasiswa mendapat tanggung jawab membuat satu lubang biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":21474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[292,282,290],"class_list":["post-21472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs06","tag-unnessdgs13","tag-unnessdgs15"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21472"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21475,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21472\/revisions\/21475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}