{"id":21235,"date":"2026-10-10T23:59:54","date_gmt":"2026-10-10T16:59:54","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=21235"},"modified":"2026-10-10T23:59:54","modified_gmt":"2026-10-10T16:59:54","slug":"fisip-kembangkan-teknologi-kompos-dan-jalur-evakuasi-digital-untuk-masyarakat-desa-ketep","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/10\/10\/fisip-kembangkan-teknologi-kompos-dan-jalur-evakuasi-digital-untuk-masyarakat-desa-ketep\/","title":{"rendered":"FISIP Kembangkan Teknologi Kompos dan Jalur Evakuasi Digital untuk Masyarakat Desa Ketep"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta mahasiswa Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMA Geografi) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian (UKMP) mengembangkan program penguatan ekonomi hijau dan kesiapsiagaan bencana di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini bertajuk \u201cPenguatan Ekonomi Hijau dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kolaborasi Masyarakat Desa Ketep Berbasis Teknologi Pengolahan Kompos serta Jalur Evakuasi Digital.&#8221; Penelitian ini memperoleh pendanaan melalui Program Mahasiswa Berdampak Aksara Peduli 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui BIMA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini diketuai oleh dosen Pendidikan Geografi UNNES, Andi Irwan Benardi, bersama Saptono Putro dan Nanik. Pelaksanaan program direncanakan berlangsung selama satu tahun, mulai Oktober 2026 hingga September 2027, dengan melibatkan 20 mahasiswa lintas program studi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Teknologi yang dihadirkan yaitu  pengelolaan sampah organik dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana gunung api.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gemi Lestari, mesin pencacah sampah organik yang dirancang untuk mendukung pengolahan sampah menjadi kompos. &#8220;Mesin ini memiliki dimensi 60 \u00d7 60 \u00d7 85 sentimeter dan kapasitas pencacahan hingga 20 kilogram per jam,&#8221; ucap Andi Irawan Benardi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen mesin itu diantaranya Dengan komponen berupa motor penggerak, pisau pencacah, hopper input, ruang pencacah, dan saluran output, mesin tersebut menghasilkan cacahan berukuran lebih kecil sehingga dapat mempercepat proses pengomposan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengolahan sampah organik diharapkan tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan bahan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Dengan demikian, masyarakat berpeluang mengembangkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pengolahan sampah, program ini menawarkan inovasi plang jalur evakuasi gunung api berbasis integrasi fisik dan digital. Teknologi tersebut memadukan papan petunjuk evakuasi dengan simbol dan tanda arah, informasi titik kumpul, serta kode QR yang dapat dipindai untuk mengakses informasi digital.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"919\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/Gemini_Generated_Image_w4b5rlw4b5rlw4b5-1024x919.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21239\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/Gemini_Generated_Image_w4b5rlw4b5rlw4b5-1024x919.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/Gemini_Generated_Image_w4b5rlw4b5rlw4b5-300x269.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/Gemini_Generated_Image_w4b5rlw4b5rlw4b5-768x690.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/Gemini_Generated_Image_w4b5rlw4b5rlw4b5.jpeg 1087w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plang berukuran 45 \u00d7 90 sentimeter ini dilengkapi tiang penyangga dan fondasi beton agar dapat dipasang sebagai penanda jalur evakuasi di wilayah desa. Pengembangan jalur evakuasi digital akan didukung pemetaan wilayah menggunakan WebGIS dan pengolahan data spasial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui integrasi tersebut, informasi jalur evakuasi dan titik kumpul diharapkan lebih mudah diakses masyarakat. Mahasiswa juga akan terlibat dalam edukasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi agar warga tidak hanya mengenali penanda di lapangan, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin menjadi bagian penting dari program ini. Selain mendukung pemetaan dan pengembangan informasi digital, mahasiswa akan membantu pendampingan masyarakat, administrasi, pengelolaan ekonomi kelompok, serta kegiatan edukasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan warga sehingga teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti sebagai perangkat, tetapi dapat digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Desa Ketep, Siswanto, berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. Dukungan terhadap kegiatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan membuka ruang bagi penguatan kapasitas desa, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010-1024x724.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21240\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010-300x212.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010-768x543.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010-1536x1086.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/IMG-20261009-WA0010.jpg 1588w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs), terutama SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan kesiapsiagaan bencana, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos. Inisiatif ini juga mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko lingkungan dan bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta mahasiswa Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMA Geografi) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian (UKMP) mengembangkan program penguatan ekonomi hijau dan kesiapsiagaan bencana di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Program ini bertajuk \u201cPenguatan Ekonomi Hijau dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kolaborasi Masyarakat Desa Ketep [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":21238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[280,282],"class_list":["post-21235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs11","tag-unnessdgs13"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21235"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21242,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21235\/revisions\/21242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}