{"id":21035,"date":"2025-08-08T00:37:00","date_gmt":"2025-08-07T17:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=21035"},"modified":"2026-10-04T00:39:17","modified_gmt":"2026-10-03T17:39:17","slug":"mahasiswa-geografi-fisip-unnes-petakan-kerawanan-longsor-desa-terban-untuk-perkuat-kesiapsiagaan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/08\/08\/mahasiswa-geografi-fisip-unnes-petakan-kerawanan-longsor-desa-terban-untuk-perkuat-kesiapsiagaan-warga\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Geografi FISIP UNNES Petakan Kerawanan Longsor Desa Terban untuk Perkuat Kesiapsiagaan Warga"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES),&nbsp;Levin Novemdru, melaksanakan pemetaan kerawanan tanah longsor sekaligus penguatan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, melalui program&nbsp;UNNES GIAT 12 (8\/8\/25).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama mahasiswa UNNES GIAT 12, Pemerintah Desa Terban, Karang Taruna, serta relawan tanggap bencana&nbsp;ANTASENA. Levin Novemdru menjadi perancang kegiatan, pembuat peta kerawanan longsor, sekaligus narasumber dalam sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemetaan dilakukan karena Desa Terban sebelumnya belum memiliki peta kerawanan longsor yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam menentukan kawasan berisiko dan mendukung pengambilan keputusan pemerintah desa. Wilayah tersebut juga memiliki pengalaman bencana longsor yang pernah menyebabkan sejumlah rumah tertimbun dan membutuhkan penanganan dengan alat berat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penyusunan peta, Levin menggunakan lima parameter utama, yaitu&nbsp;curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan, dan penutupan lahan. Data diperoleh dari sejumlah sumber, antara lain Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), BMKG, KLHK, FAO, dan Badan Informasi Geospasial. Data kemudian diolah menggunakan&nbsp;ArcGIS 10.8melalui metode skoring dan&nbsp;<em>overlay<\/em>&nbsp;untuk menghasilkan klasifikasi tingkat kerawanan longsor Desa Terban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil pemetaan selanjutnya diperkenalkan langsung kepada masyarakat. Perangkat desa, Karang Taruna, serta relawan ANTASENA diajak mengenali lokasi yang memiliki tingkat kerawanan berbeda sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan tindakan ketika muncul tanda-tanda bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Levin juga memberikan sosialisasi mengenai faktor pemicu longsor, potensi bencana Desa Terban, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat. Peta kerawanan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Desa Terban dalam mempertimbangkan pemanfaatan ruang, kesiapsiagaan masyarakat, dan penentuan langkah pengurangan risiko bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan sekaligus memperkuat kembali peran&nbsp;ANTASENA, kelompok relawan Desa Tangguh Bencana yang sebelumnya dibentuk bersama BPBD Kabupaten Semarang pada 2022. Keterlibatan relawan lokal dinilai penting karena masyarakat menjadi pihak yang pertama berhadapan dengan ancaman ketika bencana terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desa Terban memiliki luas wilayah sekitar&nbsp;2,94 km\u00b2 atau 294 hektare, setara dengan sekitar&nbsp;6,13 persen wilayah Kecamatan Pabelan. Luas tersebut menjadi cakupan wilayah administratif yang dipetakan dalam kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES),&nbsp;Levin Novemdru, melaksanakan pemetaan kerawanan tanah longsor sekaligus penguatan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, melalui program&nbsp;UNNES GIAT 12 (8\/8\/25). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama mahasiswa UNNES GIAT 12, Pemerintah Desa Terban, Karang Taruna, serta relawan tanggap bencana&nbsp;ANTASENA. Levin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":21038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[282],"class_list":["post-21035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs13"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21035"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21039,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21035\/revisions\/21039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}