{"id":20993,"date":"2025-06-22T23:03:00","date_gmt":"2025-06-22T16:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20993"},"modified":"2026-10-03T23:04:49","modified_gmt":"2026-10-03T16:04:49","slug":"dosen-fisip-unnes-dorong-ecoedutourism-mangrove-berkelanjutan-di-desa-tluwuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/06\/22\/dosen-fisip-unnes-dorong-ecoedutourism-mangrove-berkelanjutan-di-desa-tluwuk\/","title":{"rendered":"Dosen FISIP UNNES Dorong Ecoedutourism Mangrove Berkelanjutan di Desa Tluwuk"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES),&nbsp;Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, S.Pd., M.Sc., mendorong penguatan pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat melalui program pengembangan&nbsp;Ecoedutourism Mangrove&nbsp;di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Tluwuk pada Sabtu, 21 Juni 2025, dengan melibatkan&nbsp;Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karya Pamuji Agung, Karang Taruna Muda Berkarya, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Tluwuk. Wahid bertindak sebagai koordinator tim pengabdian masyarakat UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tersebut merupakan kelanjutan kegiatan tahun 2024 yang sebelumnya diarahkan pada pemetaan potensi sosial dan lingkungan Desa Tluwuk. Pada tahun 2025, kegiatan dikembangkan melalui penguatan kelembagaan Pokdarwis dan penyusunan rencana kerja pengelolaan ecoedutourism mangrove agar pemanfaatan kawasan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dan dialogis. Masyarakat bersama tim mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta merumuskan program prioritas untuk pengembangan wisata berbasis ekosistem mangrove. Tim juga merencanakan penambahan fasilitas informasi berupa&nbsp;papan informasi, petunjuk arah, dan peta lokasi&nbsp;untuk membantu pengembangan kawasan wisata edukasi mangrove.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desa Tluwuk memiliki potensi lingkungan berupa ekosistem mangrove dan sumber daya perikanan. Berdasarkan&nbsp;<em>Kecamatan Wedarijaksa Dalam Angka 2024<\/em>&nbsp;yang diterbitkan BPS Kabupaten Pati, wilayah Desa Tluwuk memiliki luas sekitar&nbsp;4,23 km\u00b2 atau 423 hektare, sekitar&nbsp;10,35 persen&nbsp;dari luas Kecamatan Wedarijaksa. Angka tersebut merupakan luas administratif Desa Tluwuk dan digunakan sebagai konteks wilayah sasaran program, bukan sebagai luas khusus kawasan mangrove.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan ecoedutourism diarahkan tidak hanya untuk memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan mangrove secara lebih profesional. Penyusunan rencana kerja diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan program Pokdarwis sehingga pengembangan wisata tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan potensi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wahid menekankan bahwa dokumen rencana kerja tidak hanya ditujukan sebagai kelengkapan administratif, tetapi menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalankan program wisata desa secara berkelanjutan. Pendekatan ini mempertemukan aspek edukasi, konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan wisata dalam satu model ecoedutourism mangrove.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES),&nbsp;Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, S.Pd., M.Sc., mendorong penguatan pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat melalui program pengembangan&nbsp;Ecoedutourism Mangrove&nbsp;di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Tluwuk pada Sabtu, 21 Juni 2025, dengan melibatkan&nbsp;Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[274],"class_list":["post-20993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs14"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20993"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20997,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20993\/revisions\/20997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}