{"id":20939,"date":"2025-06-29T08:35:00","date_gmt":"2025-06-29T01:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20939"},"modified":"2026-10-03T08:38:01","modified_gmt":"2026-10-03T01:38:01","slug":"fisip-unnes-perkuat-eduwisata-mangrove-camar-melalui-pemasaran-digital-untuk-pasar-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/06\/29\/fisip-unnes-perkuat-eduwisata-mangrove-camar-melalui-pemasaran-digital-untuk-pasar-internasional\/","title":{"rendered":"FISIP UNNES Perkuat Eduwisata Mangrove CAMAR melalui Pemasaran Digital untuk Pasar Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang memperkuat pengembangan Eduwisata CAMAR di pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, melalui peningkatan keterampilan pemasaran digital. Pendampingan ini diarahkan agar edukasi mengenai mangrove yang selama ini dijalankan masyarakat dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dipimpin Rahma Hayati dari Ilmu Geografi FISIP UNNES bersama Vina Nurul Husna, Lina Adi Wijayanti, dan Enda Kalyana Putri. Tim bekerja bersama pengelola Eduwisata CAMAR yang selama ini mengembangkan kawasan mangrove sebagai ruang belajar mengenai lingkungan pesisir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim FISIP UNNES memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola CAMAR pada Juni 2025, dengan penguatan utama pada cara mengenalkan eduwisata mangrove kepada calon wisatawan asing melalui media digital. Pengelola belajar menyiapkan konten,&nbsp;<em>story<\/em>, identitas visual, serta materi promosi yang lebih mudah diterima oleh audiens internasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendampingan tersebut tidak berdiri sendiri dari aktivitas konservasi yang telah berkembang di Tambakrejo. Masyarakat setempat telah menanam dan membudidayakan mangrove sejak 2014 sebagai respons terhadap abrasi yang mengancam kawasan pesisir. Vegetasi mangrove membantu melindungi daratan dari tekanan gelombang sekaligus menyediakan ruang hidup dan berkembang biak bagi ikan yang turut menunjang kehidupan masyarakat nelayan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eduwisata CAMAR kemudian berkembang menjadi ruang yang mempertemukan konservasi dan pendidikan lingkungan. Pengunjung dapat mengenal ekosistem pesisir sekaligus terlibat dalam aktivitas penanaman dan budidaya mangrove. Dengan jangkauan promosi yang lebih luas, semakin banyak masyarakat diharapkan mengenal pentingnya menjaga mangrove dan melihat secara langsung praktik konservasi berbasis komunitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penguatan pemasaran digital juga memberi peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan aktivitas konservasi melalui pengembangan eduwisata. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui wisata edukasi, hasil perikanan, kerajinan, hingga pemanfaatan produk berbasis mangrove. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan berlangsung di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, yang berada di pesisir utara Kota Semarang. Wilayah administratif Tambakrejo memiliki luas sekitar 0,99 kilometer persegi atau 99 hektare berdasarkan data BPS Kota Semarang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendampingan ini, FISIP UNNES membantu memperkuat kapasitas masyarakat pesisir untuk membawa pesan konservasi mangrove ke ruang digital.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang memperkuat pengembangan Eduwisata CAMAR di pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, melalui peningkatan keterampilan pemasaran digital. Pendampingan ini diarahkan agar edukasi mengenai mangrove yang selama ini dijalankan masyarakat dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Kegiatan dipimpin Rahma Hayati dari Ilmu Geografi FISIP UNNES bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[274],"class_list":["post-20939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs14"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20939"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20944,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20939\/revisions\/20944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}