{"id":20901,"date":"2025-09-25T01:56:00","date_gmt":"2025-09-24T18:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20901"},"modified":"2026-10-03T02:06:02","modified_gmt":"2026-10-02T19:06:02","slug":"fisip-unnes-perkuat-kesiapsiagaan-siswa-ketep-menghadapi-erupsi-merapi-melalui-augmented-reality","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/09\/25\/fisip-unnes-perkuat-kesiapsiagaan-siswa-ketep-menghadapi-erupsi-merapi-melalui-augmented-reality\/","title":{"rendered":"FISIP UNNES Perkuat Kesiapsiagaan Siswa Ketep Menghadapi Erupsi Merapi melalui Augmented Reality"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) melalui Program Studi Geografi pada&nbsp;25 September 2025, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa SD Negeri Ketep 1, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program bertajuk \u201cPeningkatan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Dasar terhadap Erupsi Gunung Merapi dengan Augmented Reality\u201d dilaksanakan oleh tim yang diketuai Drs. Sriyono, M.Si., bersama Dr. Andi Irwan Benardi, S.Pd., M.Pd., Dr. Ir. Ananto Aji, M.S., dan Adi Widagdo, S.Si., M.P.H., serta melibatkan mahasiswa FISIP UNNES. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SD Negeri Ketep 1 berada di kawasan Desa Ketep yang berjarak sekitar 9 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kedekatan tersebut membuat kemampuan mengenali bahaya, menentukan langkah penyelamatan diri, dan memahami tindakan mitigasi menjadi penting bagi siswa sekolah dasar sebagai salah satu kelompok rentan ketika bencana terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desa Ketep memiliki luas sekitar 4,18 km\u00b2 atau 418 hektare. Karakter wilayah yang berada di sekitar lereng Merapi menjadikan pendidikan kebencanaan bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat sejak usia sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh penyuluhan tentang bahaya letusan gunung berapi, pelatihan keterampilan mitigasi, simulasi tanggap bencana, serta pengenalan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah erupsi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Augmented Reality (AR). Teknologi tersebut memungkinkan materi mengenai erupsi Gunung Merapi divisualisasikan secara lebih interaktif sehingga siswa dapat mempelajari situasi kebencanaan dengan cara yang lebih mudah dipahami dibanding hanya melalui penjelasan konvensional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan AR dipadukan dengan latihan simulasi untuk membantu siswa mengenali tindakan tanggap darurat. Tim juga menyiapkan buku saku mitigasi bencana yang dapat digunakan sebagai bahan belajar lanjutan mengenai kesiapsiagaan menghadapi letusan gunung berapi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tersebut berangkat dari masih rendahnya pemahaman awal siswa mengenai mitigasi bencana. Survei menunjukkan pemahaman mendalam mengenai mitigasi berada pada sekitar 25 persen, sedangkan pengetahuan teknis penyelamatan diri sekitar 20 persen. Sebaliknya, sebanyak 90 persen siswa menyatakan membutuhkan pendidikan dan pelatihan tambahan mengenai mitigasi bencana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) melalui Program Studi Geografi pada&nbsp;25 September 2025, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa SD Negeri Ketep 1, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi. Program bertajuk \u201cPeningkatan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Dasar terhadap Erupsi Gunung Merapi dengan Augmented Reality\u201d dilaksanakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20904,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[282],"class_list":["post-20901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs13"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20901"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20906,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20901\/revisions\/20906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}