{"id":20652,"date":"2026-09-16T11:53:00","date_gmt":"2026-09-16T04:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20652"},"modified":"2026-09-16T11:55:45","modified_gmt":"2026-09-16T04:55:45","slug":"atasi-krisis-air-bersih-tim-pengabdian-unnes-kembangkan-pemanenan-air-hujan-di-desa-jambangan-grobogan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/09\/16\/atasi-krisis-air-bersih-tim-pengabdian-unnes-kembangkan-pemanenan-air-hujan-di-desa-jambangan-grobogan\/","title":{"rendered":"Atasi Krisis Air Bersih, Tim Pengabdian UNNES Kembangkan Pemanenan Air Hujan di Desa Jambangan Grobogan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GROBOGAN \u2014 Krisis air bersih yang selama bertahun-tahun dirasakan warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, mulai direspons melalui pengembangan Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH). Program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) tersebut menghadirkan solusi pemanfaatan air hujan sebagai salah satu alternatif sumber air sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi persoalan kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang dipimpin Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum. itu dilaksanakan melalui serangkaian kunjungan dengan melibatkan sejumlah akademisi UNNES, yakni Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si., Fajar, S.Pd., M.Pd., dan Jamhur, M.T. Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desa Jambangan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masyarakat menghadapi persoalan kekurangan air bersih, terutama ketika musim kemarau panjang berlangsung. Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering sehingga sebagian masyarakat harus membeli air bersih atau menempuh jarak tertentu untuk memperoleh air. Kondisi geografis wilayah yang kurang mendukung penyerapan air turut menyebabkan air hujan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat persoalan tersebut, tim pengabdian UNNES menggandeng Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) Pendowo Limo yang berada di bawah binaan Budi Setiawan, S.Hut., M.M. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam menampung dan memanfaatkan air hujan secara lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan dilakukan dalam tiga tahap kunjungan. Pada kunjungan pertama, tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta berdialog dengan kepala desa, pembina KTHR Pendowo Limo, dan Ketua KTHR Pendowo Limo, Rencono Saputro. Tahap awal tersebut digunakan untuk menyamakan pemahaman mengenai persoalan air dan menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kunjungan kedua, tim melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi pembangunan IPAH dan penempatan tandon air bersih. Setelah lokasi ditetapkan, tim bersama warga langsung membangun percontohan IPAH. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga dilibatkan dalam praktik pembangunan melalui pendampingan teknis dari para ahli UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap ketiga diisi dengan sosialisasi dan pemaparan materi mengenai pemanenan air hujan. Kegiatan dipusatkan di kediaman Ketua KTHR Pendowo Limo, Rencono Saputro, dan berlangsung dalam suasana terbuka serta akrab. Warga mengikuti diskusi secara interaktif dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait ketersediaan air dan kondisi lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti menekankan bahwa pemanfaatan air hujan dapat menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan kekurangan air di Desa Jambangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cPemanenan air hujan dapat menjadi solusi masalah kekurangan air yang melanda Desa Jambangan,\u201d<\/em> ujar Prof. Marhaeni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, pemanenan air hujan tidak hanya bermanfaat untuk menyediakan cadangan air ketika musim kemarau, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir ketika curah hujan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cDiharapkan dengan adanya bantuan IPAH dan tandon air bersih ini, masyarakat bersedia merawat. Syukur mau membuat sendiri IPAH di rumah masing-masing, sehingga persoalan air menjadi terselesaikan,\u201d <\/em>tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain membangun instalasi percontohan, tim pengabdian juga memberikan edukasi mengenai pemeliharaan dan perawatan IPAH. Langkah tersebut dilakukan agar instalasi dapat digunakan dalam jangka panjang dan masyarakat memiliki kemampuan untuk menjaga keberlanjutan sarana yang telah dibangun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua KTHR Pendowo Limo, Rencono Saputro, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, sosialisasi pemanenan air hujan memberikan manfaat nyata karena memperkenalkan pendekatan yang dapat dikembangkan masyarakat untuk menghadapi persoalan air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cSosialisasi program Pemanenan Air Hujan ini sangat bermanfaat. Kami berharap program serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Jambangan,\u201d<\/em> kata Rencono.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga berharap pengembangan program tidak berhenti di lokasi percontohan, tetapi dapat diperluas ke wilayah lain di Desa Jambangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cKami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di dusun lain dan RT lain. Sehingga semua masyarakat Desa Jambangan merasakan bantuan yang diberikan oleh UNNES,\u201d<\/em> imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tersebut diharapkan menjadi salah satu model yang dapat dikembangkan lebih luas dalam upaya konservasi dan pemanfaatan air berbasis masyarakat. Dengan keterlibatan warga sejak tahap koordinasi, survei, pembangunan, hingga perawatan, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman praktis untuk mengelola sumber daya air di lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan air hujan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembelian air bersih ketika musim kemarau. Pada saat yang sama, kemampuan menampung air hujan dapat membantu mengurangi air permukaan yang langsung terbuang ketika hujan lebat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6: Clean Water and Sanitation, melalui upaya memperkuat akses dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Program ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan ketahanan komunitas dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan energi dan teknologi juga perlu ditempatkan secara tepat dalam kerangka SDGs. Dalam kasus IPAH di Desa Jambangan, sumber daya utama yang dimanfaatkan adalah air hujan, bukan energi listrik. Karena itu, keterkaitannya dengan SDG 7: Affordable and Clean Energy bersifat tidak langsung. Kontribusinya dapat dilihat pada penggunaan teknologi sederhana dan rendah energi dalam pengelolaan air, tetapi tujuan utama program ini tetap lebih kuat terkait dengan ketahanan air dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pengembangan IPAH, UNNES bersama masyarakat Desa Jambangan berupaya mengubah air hujan yang sebelumnya banyak terbuang menjadi sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis air dapat dibangun melalui perpaduan pengetahuan akademik, teknologi sederhana, dan partisipasi aktif masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GROBOGAN \u2014 Krisis air bersih yang selama bertahun-tahun dirasakan warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, mulai direspons melalui pengembangan Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH). Program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) tersebut menghadirkan solusi pemanfaatan air hujan sebagai salah satu alternatif sumber air sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi persoalan kekeringan. Kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[292,294,280],"class_list":["post-20652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs06","tag-unnessdgs07","tag-unnessdgs11"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20652"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20660,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20652\/revisions\/20660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}