{"id":20602,"date":"2026-09-15T13:06:02","date_gmt":"2026-09-15T06:06:02","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20602"},"modified":"2026-09-15T13:06:03","modified_gmt":"2026-09-15T06:06:03","slug":"hima-sejarah-unnes-luncurkan-pita-untuk-dukung-kenyamanan-mahasiswi-di-kampus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/09\/15\/hima-sejarah-unnes-luncurkan-pita-untuk-dukung-kenyamanan-mahasiswi-di-kampus\/","title":{"rendered":"HIMA Sejarah UNNES Luncurkan PITA untuk Dukung Kenyamanan Mahasiswi di Kampus"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Himpunan Mahasiswa Sejarah (Hima Sejarah) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) melalui Departemen Publikasi, Sosial, dan Budaya meluncurkan program\u00a0PITA (Pembalut untuk Kita)sebagai upaya memberikan akses pembalut yang lebih mudah bagi mahasiswi ketika mengalami menstruasi secara tidak terduga di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tersebut berangkat dari persoalan sederhana yang kerap dialami mahasiswi dalam aktivitas sehari-hari. Menstruasi yang datang di luar perkiraan dapat membuat mahasiswi merasa panik dan tidak nyaman, terutama ketika sedang mengikuti perkuliahan, rapat organisasi, maupun kegiatan lain di kampus. Dalam kondisi seperti itu, mereka terkadang harus mencari toko terdekat atau meminta pembalut kepada teman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui PITA, Hima Sejarah berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat membantu mahasiswi ketika menghadapi kondisi tersebut. Penyediaan pembalut di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu mahasiswi tetap menjalankan aktivitas akademik dengan nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gagasan PITA lahir dari aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui\u00a0DIORAMA (Dialog Ramah Tamah), forum yang diselenggarakan Hima Sejarah sebagai ruang komunikasi antara mahasiswa dan pengurus organisasi. Dalam forum tersebut, muncul aspirasi mengenai perlunya penyediaan pembalut di toilet putri sebagai salah satu fasilitas pendukung kebutuhan mahasiswi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti Departemen Publikasi, Sosial, dan Budaya hingga diwujudkan menjadi program PITA. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa DIORAMA tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat dan keluhan, tetapi juga menjadi jembatan antara suara mahasiswa dengan program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menjawab kebutuhan praktis, PITA juga membawa pesan mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan menstruasi. Menstruasi merupakan bagian dari kesehatan reproduksi perempuan, tetapi pembicaraan mengenai kebutuhan yang menyertainya masih kerap dianggap sebagai persoalan pribadi dan tidak selalu mendapatkan ruang yang cukup dalam kehidupan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembina Hima Program Studi Pendidikan Sejarah dan Program Studi Ilmu Sejarah,\u00a0Dimas Anggoro, S.Pd., M.Pd., menilai PITA sebagai bentuk kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan nyata di lingkungan mereka. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menjalankan program kerja, tetapi juga ruang untuk belajar mendengarkan, memahami, dan merespons persoalan di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHal yang terlihat sederhana bagi sebagian orang bisa menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi orang lain. PITA menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mendengarkan aspirasi, memahami kebutuhan mahasiswi, kemudian mengubahnya menjadi tindakan nyata,\u201d kata Dimas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan menstruasi merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih nyaman dan inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKampus harus menjadi ruang yang memungkinkan setiap mahasiswa belajar dan beraktivitas dengan nyaman. Kepedulian terhadap kebutuhan dasar mahasiswi seperti ini merupakan bagian dari budaya saling menghargai yang perlu terus kita bangun,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui program tersebut, Hima Sejarah juga ingin mendorong keterbukaan dalam membicarakan kesehatan perempuan. Menstruasi tidak semestinya dipandang sebagai persoalan yang tabu, melainkan bagian dari kebutuhan kesehatan yang perlu dipahami dan didukung bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam jangka panjang, PITA diharapkan tidak berhenti sebagai program sesaat. Hima Sejarah berharap penyediaan pembalut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mendorong munculnya perhatian serupa dari organisasi kemahasiswaan lain di lingkungan UNNES.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Himpunan Mahasiswa Sejarah (Hima Sejarah) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) melalui Departemen Publikasi, Sosial, dan Budaya meluncurkan program\u00a0PITA (Pembalut untuk Kita)sebagai upaya memberikan akses pembalut yang lebih mudah bagi mahasiswi ketika mengalami menstruasi secara tidak terduga di lingkungan kampus. Program tersebut berangkat dari persoalan sederhana yang kerap dialami mahasiswi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20599,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[334,242,302,292,304],"class_list":["post-20602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs05","tag-unnessdgs06","tag-unnessdgs10"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20602"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20604,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20602\/revisions\/20604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}