{"id":20329,"date":"2025-09-11T16:09:00","date_gmt":"2025-09-11T09:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20329"},"modified":"2026-09-07T16:13:50","modified_gmt":"2026-09-07T09:13:50","slug":"unnes-tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-banjir-melalui-board-game-berbasis-iot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/2025\/09\/11\/unnes-tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-banjir-melalui-board-game-berbasis-iot\/","title":{"rendered":"UNNES Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir melalui Board Game Berbasis IoT"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Studi\u00a0Pendidikan Geografi, FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES)\u00a0melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk\u00a0\u201cIntegrasi Internet of Thing (IoT) dalam Disaster Mitigation Board Game untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir.\u201d\u00a0Kegiatan ini menyasar\u00a0SMA Negeri 6 Semarang\u00a0sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi risiko bencana banjir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan\u00a0pendidikan kebencanaan dengan teknologi Internet of Things (IoT)melalui media\u00a0<em>disaster mitigation board game<\/em>. Media tersebut dirancang untuk membuat pembelajaran mitigasi bencana menjadi lebih interaktif dan menarik bagi siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui permainan edukatif tersebut, siswa diajak mengenali potensi risiko banjir, memahami berbagai langkah mitigasi, serta menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi kebencanaan. Pendekatan berbasis permainan memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif dibandingkan pembelajaran kebencanaan yang hanya bersifat teoritis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Integrasi teknologi IoT menjadi unsur inovasi dalam pengembangan media pembelajaran. Teknologi tersebut dipadukan dengan mekanisme&nbsp;<em>board game<\/em>&nbsp;sehingga siswa dapat mempelajari berbagai skenario kebencanaan sekaligus memahami pentingnya pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko banjir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk memahami tahapan kesiapsiagaan bencana, mulai dari\u00a0sebelum, saat, hingga setelah terjadi banjir. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui penyebab dan dampak banjir, tetapi juga memiliki pengetahuan praktis mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai luaran kegiatan, tim pengabdian menghasilkan\u00a01 board game berbasis IoT\u00a0yang dapat digunakan sebagai media edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Media tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran geografi yang menggabungkan teknologi dengan pendidikan kebencanaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh dukungan pendanaan sebesar\u00a0Rp5.500.000. Melalui kegiatan tersebut, UNNES turut berkontribusi dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut telah dipublikasikan melalui artikel\u00a0\u201cDosen Geografi UNNES Melakukan Pengabdian Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir\u201d\u00a0di Kompasiana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi\u00a0Pendidikan Geografi, FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES)\u00a0melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk\u00a0\u201cIntegrasi Internet of Thing (IoT) dalam Disaster Mitigation Board Game untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir.\u201d\u00a0Kegiatan ini menyasar\u00a0SMA Negeri 6 Semarang\u00a0sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi risiko bencana banjir. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan\u00a0pendidikan kebencanaan dengan teknologi Internet of Things [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[258,369,325],"class_list":["post-20329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-unnessdgs04-en","tag-unnessdgs09-en","tag-unnessdgs11-en"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20329"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20332,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20329\/revisions\/20332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}