{"id":20276,"date":"2025-07-08T15:19:00","date_gmt":"2025-07-08T08:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20276"},"modified":"2026-09-07T15:22:42","modified_gmt":"2026-09-07T08:22:42","slug":"beasiswa-adik-papua-dukung-keberlanjutan-pendidikan-mahasiswa-fisip-unnes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/07\/08\/beasiswa-adik-papua-dukung-keberlanjutan-pendidikan-mahasiswa-fisip-unnes\/","title":{"rendered":"Beasiswa ADik Papua Dukung Keberlanjutan Pendidikan Mahasiswa FISIP UNNES"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semarang \u2014 Komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi kembali diwujudkan FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui penyerahan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua kepada dua mahasiswa penerima, Selasa (8\/7\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyerahan beasiswa berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Prof. AT Soegito, FISIP UNNES, dan secara resmi diserahkan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. scient.med. Fadly Husain, S.Sos., M.Si.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua mahasiswa yang menerima Beasiswa ADik Papua tersebut adalah Yan Tatogo, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS jenjang S1 angkatan 2023, serta Desko Enambere, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2023. Masing-masing mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar Rp 2.000.000,-.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Beasiswa ADik merupakan bentuk dukungan pendidikan afirmatif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari wilayah dan kelompok sasaran tertentu untuk memperoleh akses serta melanjutkan pendidikan tinggi. Bagi penerima di FISIP UNNES, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan studi sekaligus memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyerahan beasiswa di lingkungan FISIP UNNES juga mencerminkan perhatian institusi terhadap keberagaman latar belakang mahasiswa serta pentingnya memastikan bahwa faktor ekonomi dan kondisi asal wilayah tidak menjadi hambatan dalam memperoleh pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan mahasiswa Papua di FISIP UNNES menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan mencapai prestasi. Melalui dukungan beasiswa, mahasiswa penerima diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih optimal serta menyelesaikan studi sesuai dengan target akademik yang ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah tersebut sejalan dengan komitmen FISIP UNNES dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan. Selain itu, pemberian beasiswa afirmatif juga berkontribusi terhadap SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari wilayah dan latar belakang yang memerlukan dukungan afirmasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyerahan Beasiswa ADik Papua menjadi salah satu wujud nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membuka akses yang lebih luas dan memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang adil untuk membangun masa depan melalui pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang \u2014 Komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi kembali diwujudkan FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui penyerahan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua kepada dua mahasiswa penerima, Selasa (8\/7\/2025). Penyerahan beasiswa berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Prof. AT Soegito, FISIP UNNES, dan secara resmi diserahkan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20279,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[236,242,244],"class_list":["post-20276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs01","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs17"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20276"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20287,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20276\/revisions\/20287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}