{"id":20032,"date":"2026-08-25T00:09:07","date_gmt":"2026-08-24T17:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=20032"},"modified":"2026-08-25T00:09:08","modified_gmt":"2026-08-24T17:09:08","slug":"mahasiswa-belajar-sdgs-melalui-pramuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/08\/25\/mahasiswa-belajar-sdgs-melalui-pramuka\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Belajar SDGs melalui Pramuka"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti kegiatan kampus bukan sekadar mengisi waktu luang. Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2026 FISIP  menjadi kesempatan untuk bertemu mahasiswa lain, memperluas wawasan, sekaligus mengenal lebih dekat kegiatan Pramuka di lingkungan perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu peserta, Febri Yanti Fitria Anggraeni, mahasiswa Pendidikan IPS, mengatakan dirinya mengikuti OKPT untuk menambah relasi dan memperluas wawasan. \u201cAlasan saya pengen ikut OKPT ini salah satunya ingin menambah relasi, dan juga memperluas wawasan saya,\u201d ujar Febri dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, di  Aula C1 lantai 3, Minggu (23\/8\/2026)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Febri, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut cukup menyenangkan. Materi yang disampaikan dosen dan narasumber dari kalangan mahasiswa senior dinilainya memberikan informasi yang membantu peserta mengenal lingkungan FISIP UNNES sekaligus kegiatan Pramuka di kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cUntuk kesannya, acaranya tuh asik banget. Materi yang dikasih dosen dan kakak-kakak narasumber sangat <em>for your information<\/em> banget. Membantu banget buat bisa lebih kenal dengan lingkungan FISIP UNNES dan Pramuka di sini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Febri, OKPT tidak berhenti pada pengenalan kegiatan kepramukaan. Pertemuan dengan peserta lain juga menjadi bagian penting dari pengalaman mengikuti kegiatan tersebut. Kesempatan berinteraksi membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun relasi di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman berbeda disampaikan Raditya Pradipta, mahasiswa Ilmu Geografi. Ia mengaku mengikuti OKPT karena ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. \u201cAlasan saya mengikuti OKPT karena gabut di rumah tidak ada kerjaan, jadi mengisi kegiatan dengan hal positif seperti OKPT ini,\u201d ujar Raditya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski jumlah peserta tidak terlalu banyak, Raditya tetap mengikuti kegiatan dengan semangat. Baginya, mengikuti OKPT menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan waktu dengan aktivitas yang memberikan pengalaman baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain membangun relasi, peserta mendapatkan materi mengenai kepenegakan yang disampaikan Pembina Pramuka FISIP, Ruhadi. Materi tersebut memperkenalkan Ambalan dan Racana Wijaya Tungga Wijaya sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega di UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ruhadi menjelaskan, gerakan Pramuka di perguruan tinggi menjadi tempat untuk menempa Pramuka Penegak dan Pandega agar menjadi kader pembina dan pemimpin yang berkualitas serta berkarakter. &#8220;Melalui Ambalan dan Racana Wijaya Tungga Wijaya, mahasiswa diharapkan mampu membentuk kader pemimpin yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta juga dikenalkan dengan karakter Pramuka Penegak yang menekankan kemandirian dan tanggung jawab. Materinya mencakup antara lain proyek sosial dan diskusi kepemimpinan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">OKPT juga mempertemukan peserta dengan isu konservasi melalui materi yang disampaikan Rudi Salam, Ketua Gugus Konservasi dan SDGs FISIP UNNES. Rudi membawa tema \u201cPramuka UNNES Pilar Terwujudnya SDGs\u201d dalam kegiatan tersebut. &#8220;Konservasi merupakan upaya pelestarian lingkungan dengan tetap memperhatikan manfaat lingkungan bagi kehidupan saat ini sekaligus mempertahankan keberadaannya untuk masa depan, &#8220;kata Rudi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta kemudian diperkenalkan pada praktik penanaman dan perawatan pohon sebagai salah satu bentuk aksi konservasi. Materi juga mengenalkan Sistem Informasi Penanaman Pohon (SIOMON) 2026 untuk mendukung pendataan kegiatan penanaman pohon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam praktiknya, penanaman pohon tidak hanya dilakukan dengan menanam bibit. Data lokasi, dokumentasi <em>geo-tagging<\/em>, serta perawatan pohon juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Mahasiswa bahkan dapat menambahkan data perawatan pohon secara berkala hingga sebelum menyelesaikan studi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi mahasiswa peserta, rangkaian materi tersebut memperluas makna OKPT. Kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, konservasi, sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari pengalaman peserta, OKPT akhirnya menjadi bagian dari proses mengenal kehidupan kampus. Di tengah aktivitas perkuliahan yang akan dijalani, kegiatan tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas, bertemu orang baru, dan mulai menemukan cara untuk berkontribusi di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti kegiatan kampus bukan sekadar mengisi waktu luang. Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2026 FISIP menjadi kesempatan untuk bertemu mahasiswa lain, memperluas wawasan, sekaligus mengenal lebih dekat kegiatan Pramuka di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu peserta, Febri Yanti Fitria Anggraeni, mahasiswa Pendidikan IPS, mengatakan dirinya mengikuti OKPT untuk menambah relasi dan memperluas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":20019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[242,264],"class_list":["post-20032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs16-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20032"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20032\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20036,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20032\/revisions\/20036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}