{"id":19446,"date":"2026-08-13T17:01:58","date_gmt":"2026-08-13T10:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=19446"},"modified":"2026-08-14T08:20:28","modified_gmt":"2026-08-14T01:20:28","slug":"jelang-kuliah-perdana-dosen-fisip-dibekali-pemanfaatan-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/08\/13\/jelang-kuliah-perdana-dosen-fisip-dibekali-pemanfaatan-ai\/","title":{"rendered":"Jelang Kuliah Perdana, Dosen FISIP Dibekali Pemanfaatan AI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat hari jelang perkuliahan perdana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membekali dosen dan tenaga kependidikan dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 di lantai 5 Gedung FISIP, Sekaran, Gunungpati, Semarang, itu diikuti sekitar 90 peserta. Sebanyak 60 peserta merupakan dosen, sedangkan 30 lainnya tenaga kependidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan diarahkan tidak sekadar untuk mengenalkan AI, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan akademik, administrasi, serta pengembangan bahan ajar. Dengan demikian, dosen diharapkan dapat mengurangi waktu yang tersita untuk pekerjaan administratif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP UNNES, Fadly Husain, mengatakan pemanfaatan AI perlu dipahami sebagai alat bantu yang dapat memudahkan pekerjaan dosen dan tenaga kependidikan. \u201cAI dapat menjadi alat bantu berbasis teknologi untuk memudahkan proses pembelajaran,\u201d ujar Fadly dalam pelatihan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, peningkatan literasi AI penting dilakukan seiring perubahan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi. Dosen tidak cukup hanya mengetahui keberadaan AI, tetapi juga perlu memahami bagaimana menggunakannya secara tepat untuk mendukung pekerjaan akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam materi Gemini Academy for Faculty yang digunakan sebagai salah satu rujukan pelatihan, AI ditempatkan sebagai partner yang membantu meningkatkan fokus, kapasitas, dan pemahaman manusia, bukan sebagai pengganti keahlian manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi dosen, salah satu persoalan yang dapat dibantu AI adalah pekerjaan yang bersifat administratif. Penyusunan dokumen, pengolahan informasi, pembuatan draf, hingga berbagai kebutuhan komunikasi akademik kerap membutuhkan waktu di luar aktivitas utama mengajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan AI diharapkan membuat pekerjaan tersebut lebih efisien. Materi pelatihan menyebut Gemini dapat membantu staf pengajar menjadi lebih produktif, antara lain dengan membuat presentasi, menulis email, membuat gambar untuk slide, menyusun draf materi kursus, serta merancang pertanyaan diskusi sesuai tujuan pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan bantuan tersebut, dosen tetap menjadi pihak yang menentukan substansi dan kualitas pekerjaan. AI digunakan untuk mempercepat proses awal, mengembangkan gagasan, merapikan struktur, atau menghasilkan alternatif yang kemudian diperiksa dan disesuaikan oleh dosen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Tjaturahono Budi Sanjoto mengatakan pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi dosen untuk menggali materi perkuliahan secara lebih luas sebelum mengembangkannya menjadi bahan presentasi. \u201cAI dapat membantu menggali materi kuliah, kemudian mengembangkannya menjadi PPT dan sumber pembelajaran. Ini juga dapat memberikan manfaat dalam mendukung pekerjaan dosen, termasuk kebutuhan BKD,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Tjaturahono, pelatihan semacam ini penting untuk membangun wawasan dan meningkatkan kemelekan AI di kalangan sivitas akademika. Perkembangan teknologi membuat dosen perlu memiliki insight baru agar dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu fitur yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah Gemini Canvas. Fitur ini menyediakan ruang kerja interaktif yang memungkinkan pengguna mengubah perintah menjadi materi atau dokumen yang dapat diedit dan dikembangkan secara langsung. Canvas dapat digunakan untuk membuat draf dokumen, rencana pelajaran, panduan belajar, kuis, maupun flashcard. Hasilnya juga dapat diekspor ke Dokumen untuk dilanjutkan atau dibagikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"750\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/IMG-20260812-WA0026-1-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-19450\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/IMG-20260812-WA0026-1-1.jpg 1000w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/IMG-20260812-WA0026-1-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/IMG-20260812-WA0026-1-1-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi dosen, Canvas dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi pekerjaan berulang. Misalnya, ketika dosen telah memiliki gagasan atau bahan dasar perkuliahan, bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi struktur materi, panduan pembelajaran, atau dokumen pendukung tanpa harus selalu memulai dari halaman kosong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar lebih menarik. Dosen dapat meminta AI mengembangkan materi yang sudah tersedia, kemudian melakukan penyuntingan terhadap gaya, panjang, format, dan isi sebelum digunakan dalam pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Learning Consultant REFO, Theofilus Lewi Yosafat, yang menjadi pemateri pelatihan, mengatakan peserta juga diperkenalkan dengan kemampuan AI untuk mengolah materi dasar menjadi bahan yang lebih siap digunakan.\u201cMateri dasar dapat diunggah ke Gemini, kemudian dengan prompt tertentu dapat dikembangkan menjadi materi yang siap digunakan,\u201d kata Theofilus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, keterampilan menggunakan AI pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan teks. Teknologi tersebut dapat menjadi rekan bertukar ide bagi dosen dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. \u201cAI dapat membantu mempercepat pekerjaan administratif perkuliahan sekaligus menjadi rekan bertukar ide bagi dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain Canvas, peserta diperkenalkan dengan fitur Pembelajaran Terpandu atau Guided Learning. Fitur ini memiliki pendekatan berbeda dari chatbot yang sekadar memberikan jawaban. Pembelajaran Terpandu dirancang untuk membangun pemahaman mendalam melalui pertanyaan terbuka, diskusi, dan proses berpikir bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam prosesnya, Gemini tidak langsung memberikan jawaban instan. Sistem terlebih dahulu menjelaskan konsep dasar, kemudian mengajukan pertanyaan yang mendorong pengguna berdiskusi dan berpikir kritis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi dosen, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk mendampingi mahasiswa belajar secara mandiri. AI tidak diarahkan untuk menggantikan proses berpikir mahasiswa, melainkan membantu mahasiswa memahami materi melalui tahapan yang lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan juga menekankan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara kritis. Materi Gemini Academy mengingatkan bahwa AI generatif dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat sehingga respons yang dihasilkan tetap perlu diperiksa dan diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, penggunaan AI di lingkungan akademik tidak berhenti pada kemampuan membuat prompt. Dosen tetap dituntut memeriksa ketepatan informasi, menyesuaikan hasil dengan konteks pembelajaran, serta mempertimbangkan aspek etika dan integritas akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjelang perkuliahan perdana pada 18 Agustus 2026, pembekalan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah FISIP UNNES untuk mempersiapkan dosen menghadapi pola kerja dan pembelajaran yang semakin berdampingan dengan teknologi AI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi dosen, tujuan akhirnya bukan sekadar bekerja lebih cepat. AI diharapkan membantu mengurangi beban pekerjaan yang bersifat administratif sehingga perhatian dan energi dapat lebih banyak diarahkan pada hal yang menjadi inti profesi dosen: menyiapkan materi, merancang pengalaman belajar, berinteraksi dengan mahasiswa, dan memastikan proses pembelajaran tetap bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empat hari jelang perkuliahan perdana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membekali dosen dan tenaga kependidikan dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pelatihan yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 di lantai 5 Gedung FISIP, Sekaran, Gunungpati, Semarang, itu diikuti sekitar 90 peserta. Sebanyak 60 peserta merupakan dosen, sedangkan 30 lainnya tenaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":19447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[242],"class_list":["post-19446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs04"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19446"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19459,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19446\/revisions\/19459"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}