{"id":18684,"date":"2026-07-03T12:42:45","date_gmt":"2026-07-03T05:42:45","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=18684"},"modified":"2026-07-03T12:42:46","modified_gmt":"2026-07-03T05:42:46","slug":"tim-pkm-unnes-perkuat-pertanian-berkelanjutan-di-magelang-melalui-pengolahan-sampah-organik-berbasis-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/07\/03\/tim-pkm-unnes-perkuat-pertanian-berkelanjutan-di-magelang-melalui-pengolahan-sampah-organik-berbasis-masyarakat\/","title":{"rendered":"Tim PkM UNNES Perkuat Pertanian Berkelanjutan di Magelang melalui Pengolahan Sampah Organik Berbasis Masyarakat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Magelang \u2013 Pengelolaan sampah organik yang selama ini kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Berangkat dari gagasan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada 24 Juni 2026. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai guna sekaligus memperkuat produktivitas sektor pertanian desa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pengabdian dipimpin oleh Muhammad Fauzan Ramadhan, S.Si., M.Sc. bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. Eva Banowati, M.Si., Mohammad Syifauddin, S.Pd., M.Pd., Ayu Wulansari Pramita, S.Si., M.T., Halim Sukma Aji, A.Md., Dr. Apik Budi Santoso, M.Si., Sriyanto, S.Pd., M.Pd., dan Drs. Saptono Putro, M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Nasywa Alif Anindya, Ahmad Bayhaqi, dan Vivi Nur Hidayah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mayoritas masyarakat Desa Munggangsari menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, terutama budidaya sayuran dan buah-buahan. Namun, limbah rumah tangga maupun sisa hasil pertanian masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sisa sayuran, kulit buah, dedaunan, dan residu panen memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Kondisi inilah yang mendorong tim PkM UNNES menghadirkan program pendampingan guna membangun sistem pengelolaan sampah organik yang lebih produktif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga. Masyarakat memperoleh pemahaman tentang perbedaan sampah organik dan anorganik, dampak lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, serta pentingnya keterlibatan setiap keluarga dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Tim pengabdian menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah merupakan langkah awal untuk membangun budaya pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah sesi sosialisasi, peserta mengikuti pelatihan praktik pembuatan kompos menggunakan komposter. Dalam kegiatan tersebut, warga diajarkan tahapan pengolahan limbah organik, mulai dari pemilihan bahan baku, pengaturan kelembapan, proses fermentasi, hingga menghasilkan kompos yang siap dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Berbagai jenis limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun-daunan, dan limbah dapur, digunakan sebagai bahan praktik sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah maupun kelompok tani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk meningkatkan efektivitas proses pengomposan, tim juga memperkenalkan penggunaan mesin pencacah organik. Peralatan tersebut berfungsi memperkecil ukuran limbah organik sebelum dimasukkan ke dalam komposter sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih cepat dan efisien. Teknologi sederhana ini dinilai sangat sesuai dengan karakteristik Desa Munggangsari yang menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar setiap musim panen. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya dibuang atau dibakar kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik yang mendukung produktivitas pertanian.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18686\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1-1500x1000.jpg 1500w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/geo-1.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Tim PkM UNNES menyerahkan bantuan berupa lima unit tong komposter dan dua unit mesin pencacah organik kepada Pemerintah Desa Munggangsari. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana bersama bagi masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik berbasis desa. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik sekaligus mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan limbah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua tim pengabdian, Muhammad Fauzan Ramadhan, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber daya produktif yang mendukung pertanian berkelanjutan. \u201cMelalui pendampingan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah organik bukan lagi menjadi masalah, melainkan aset yang dapat diolah menjadi pupuk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Munggangsari, Suyanto, yang menilai kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus motivasi baru bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik. Ia berharap ilmu dan bantuan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Senada dengan itu, Welas, perwakilan Kelompok Tani Milenial Desa Munggangsari, mengungkapkan bahwa bantuan komposter dan mesin pencacah organik sangat membantu petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi. Menurutnya, fasilitas tersebut akan mendukung pengembangan pertanian yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal. Pendekatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan berbasis pupuk organik, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan pemanfaatan kembali sumber daya organik. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan, Desa Munggangsari diharapkan dapat berkembang menjadi contoh desa yang mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Magelang \u2013 Pengelolaan sampah organik yang selama ini kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Berangkat dari gagasan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada 24 Juni 2026. Melalui pendekatan edukatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":18685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[234,316],"class_list":["post-18684","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs12"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18684"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18688,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18684\/revisions\/18688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}