{"id":18450,"date":"2026-07-01T10:30:50","date_gmt":"2026-07-01T03:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=18450"},"modified":"2026-07-01T10:30:51","modified_gmt":"2026-07-01T03:30:51","slug":"tanam-sayur-dan-buah-hima-sejarah-fisip-unnes-hadirkan-edukasi-ketahanan-pangan-bagi-anak-panti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/07\/01\/tanam-sayur-dan-buah-hima-sejarah-fisip-unnes-hadirkan-edukasi-ketahanan-pangan-bagi-anak-panti\/","title":{"rendered":"Tanam Sayur dan Buah, HIMA Sejarah FISIP UNNES Hadirkan Edukasi Ketahanan Pangan bagi Anak Panti"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semarang, Juni 2026\u00a0\u2013 Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Manarul Mabrur, Pudakpayung, Semarang. Mengusung semangat pemberdayaan dan keberlanjutan, kegiatan ini berfokus pada edukasi ketahanan pangan melalui penanaman sayur dan buah bersama anak-anak panti asuhan sebagai bentuk dukungan terhadap\u00a0Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pengurus panti, panitia, serta anak-anak Panti Asuhan Manarul Mabrur. Dalam sambutannya, perwakilan pengurus panti, Riki, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa HIMA Sejarah UNNES yang telah memilih panti asuhan sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Saya berharap kehadiran mas dan mbak dari HIMA Sejarah UNNES bukan hanya sebatas kunjungan pengabdian saja, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak di sini,&#8221;<\/em>&nbsp;ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai bentuk implementasi SDGs Zero Hunger, panitia mengajak anak-anak panti untuk menanam berbagai tanaman sayur dan buah yang berpotensi menjadi sumber pangan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman produktif, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga ketersediaan pangan sejak usia dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengenal tahapan dasar budidaya tanaman, mulai dari menyiapkan media tanam, mengisi pot, menanam bibit, hingga menyiram tanaman yang telah ditanam. Seluruh proses dilakukan secara langsung agar anak-anak memperoleh pengalaman praktik yang menyenangkan sekaligus edukatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, media tanam yang digunakan berasal dari galon bekas yang didaur ulang menjadi pot tanaman. Pemanfaatan barang bekas ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan cara sederhana tersebut, anak-anak diperkenalkan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar melalui pemanfaatan lahan dan barang yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak bersemangat saat memegang tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman yang telah ditanam bersama panitia. Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan hubungan antara proses menanam dengan ketersediaan pangan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Aria Al Dzikri, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman dipilih karena memiliki dampak jangka panjang yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak panti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cKami ingin memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat. Melalui kegiatan menanam sayur dan buah, anak-anak dapat belajar bahwa pangan tidak selalu harus diperoleh dari membeli, tetapi juga dapat dihasilkan melalui usaha sederhana yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal mereka,\u201d<\/em> ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kegiatan penanaman, panitia juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi cuci tangan yang dikemas menggunakan lagu dan permainan interaktif. Edukasi tersebut menjadi pelengkap dalam membangun kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, panitia turut menghadirkan berbagai permainan edukatif dan aktivitas kebersamaan. Salah satunya adalah pengenalan budaya dan sejarah Indonesia melalui media permainan sederhana yang disesuaikan dengan usia anak-anak panti. Kegiatan ini menjadi sarana pendukung untuk membangun interaksi yang hangat antara mahasiswa dan peserta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian Pengabdian Masyarakat HIMA Sejarah FISIP UNNES ditutup dengan penyerahan donasi kepada Panti Asuhan Manarul Mabrur serta foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, HIMA Sejarah FISIP UNNES berharap dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan, pemanfaatan lahan secara produktif, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai isu pembangunan berkelanjutan. Melalui langkah sederhana berupa penanaman sayur dan buah, diharapkan anak-anak panti asuhan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk mendukung kemandirian pangan di masa mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, Juni 2026\u00a0\u2013 Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Manarul Mabrur, Pudakpayung, Semarang. Mengusung semangat pemberdayaan dan keberlanjutan, kegiatan ini berfokus pada edukasi ketahanan pangan melalui penanaman sayur dan buah bersama anak-anak panti asuhan sebagai bentuk dukungan terhadap\u00a0Sustainable Development [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":18451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[236,234,282],"class_list":["post-18450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs01","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs13"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18450"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18453,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18450\/revisions\/18453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}