{"id":17940,"date":"2026-04-19T22:13:17","date_gmt":"2026-04-19T15:13:17","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=17940"},"modified":"2026-04-19T22:13:19","modified_gmt":"2026-04-19T15:13:19","slug":"cara-hadapi-dunia-kerja-setelah-wisuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2026\/04\/19\/cara-hadapi-dunia-kerja-setelah-wisuda\/","title":{"rendered":"Cara Hadapi Dunia Kerja Setelah Wisuda"},"content":{"rendered":"\n<p>Transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja kerap menjadi fase yang penuh tantangan bagi para lulusan baru. Hal ini disampaikan oleh Helmy Hadi Hidayat, Manager Operasional SDM &amp; HI PT Phapros Tbk., dalam pembekalan wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Helmy, masa setelah wisuda sering kali diwarnai perasaan campur aduk. \u201cAda rasa senang, tapi juga penuh tanda tanya. Banyak lulusan merasa bingung, bahkan tertekan karena harus menghadapi ekspektasi keluarga, lingkungan, dan diri sendiri,\u201d ujarnya, Jumat, 17 April 2026, di <em>Smart Class<\/em>, lantai 5, Gedung C8, Sekaran, Gunungpati, Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan, tidak sedikit lulusan yang merasa belum siap menghadapi dunia kerja. Pasalnya, dunia profesional menuntut kombinasi antara soft skill dan hard skill yang tidak selalu didapat secara optimal selama perkuliahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghadapi kondisi tersebut, Helmy membagikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan lulusan baru. Mulai dari memperbarui dan mendesain ulang CV, melatih kemampuan wawancara, hingga aktif mengikuti job fair dan membangun jaringan dengan alumni. Selain itu, pengalaman magang dan peningkatan keterampilan juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses rekrutmen, Helmy menekankan bahwa perusahaan lebih menitikberatkan pada pengalaman dan kompetensi. \u201cSekitar 80 persen penilaian ada pada pengalaman dan kemampuan, sementara latar belakang pendidikan hanya sekitar 10-15 persen, dan sisanya pengalaman pribadi yang relevan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga mengingatkan adanya perbedaan antara ekspektasi dan realitas di dunia kerja. Menurutnya, pekerjaan tidak selalu sesuai dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah. \u201cSekitar 50 persen teori dan 50 persen otodidak. Dunia kerja menuntut adaptasi cepat, kemampuan bekerja dalam tim, serta problem solving,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Helmy menekankan pentingnya soft skill seperti komunikasi efektif, manajemen waktu, kemampuan analisis, kerja tim, hingga kecerdasan emosional. Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, perusahaan membutuhkan karyawan yang proaktif, adaptif, mampu bekerja di bawah tekanan, serta melek teknologi dan data.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah, Mukhamad Shokheh, yang mewakili Dekan FISIP, mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari proses baru. \u201cWisuda itu awal. Teman-teman harus menjaga semangat dan terus belajar dengan berbagai cara. Ilmu tidak berhenti saat menerima ijazah, justru harus terus diamalkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pembekalan ini digelar sebagai bagian dari pelepasan wisudawan FISIP yang mengikuti Wisuda ke-138 Universitas Negeri Semarang. Sebanyak 110 mahasiswa FISIP resmi diwisuda pada Sabtu, 18 April lalu.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja kerap menjadi fase yang penuh tantangan bagi para lulusan baru. Hal ini disampaikan oleh Helmy Hadi Hidayat, Manager Operasional SDM &amp; HI PT Phapros Tbk., dalam pembekalan wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Menurut Helmy, masa setelah wisuda sering kali diwarnai perasaan campur aduk. \u201cAda rasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":17941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-17940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17940"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17943,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17940\/revisions\/17943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}