{"id":16256,"date":"2025-11-05T11:33:31","date_gmt":"2025-11-05T04:33:31","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=16256"},"modified":"2025-11-05T11:33:32","modified_gmt":"2025-11-05T04:33:32","slug":"mahasiswa-fisip-kembangkan-usaha-jasa-kebersihan-dan-produk-daur-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/11\/05\/mahasiswa-fisip-kembangkan-usaha-jasa-kebersihan-dan-produk-daur-ulang\/","title":{"rendered":"MAHASISWA FISIP KEMBANGKAN USAHA JASA KEBERSIHAN DAN PRODUK DAUR ULANG"},"content":{"rendered":"\n<p>Banyaknya kos-kosan mahasiswa yang tampak kotor dan tidak terawat menjadi inspirasi bagi Yesa Cakra Gautaman, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah dan tim, untuk membuka peluang usaha baru di bidang jasa kebersihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersama enam rekannya, Yesa mendirikan usaha bernama Ok Clean, yang menawarkan layanan pembersihan kamar kos, kontrakan, hingga kantor. \u201cKebiasaan mahasiswa yang malas atau tidak punya waktu untuk membersihkan kamar membuat kami melihat peluang bisnis di situ,\u201d ujar Yesa saat ditemui di sela Expo Kewirausahaan FISIP UNNES, Kamis pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga jasa yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni sekitar Rp25.000 per kamar, tergantung luas ruangan. Ok Clean sudah dilengkapi dengan perlengkapan kebersihan seperti penyapu lantai, penyedot debu, dan cairan pembersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini dapat menghubungi langsung melalui WhatsApp 0877-9203-5785 atau akun Instagram @okclean.unnes.<\/p>\n\n\n\n<p>Usaha yang baru dirintis ini mendapat sambutan positif. Saat perkenalan di acara Expo Kewirausahaan FISIP, Ok Clean langsung menerima empat pesanan layanan dan berhasil meraih penghargaan modal usaha sebesar Rp750.000 dari FISIP.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16258\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049-300x225.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049-768x576.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/11\/IMG-20251030-WA0049.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain Ok Clean, ajang tahunan tersebut juga menampilkan berbagai inovasi mahasiswa. Salah satunya adalah Charmify_7, usaha kerajinan aksesori berbahan daur ulang yang digagas oleh Gina Aliyatul Jannah dan teman-temannya dari Program Studi Pendidikan IPS.\u201cKami menggunakan tali macrame, kain perca, dan botol bekas yang dibentuk menyerupai ubur-ubur. Proses pengolahan botol plastik ini cukup rumit dan memakan waktu,\u201d jelas Gina. <\/p>\n\n\n\n<p>Produk Charmify_7 dijual mulai dari Rp13.000 dan bisa dipesan dengan custom tone warna. Baik Ok Clean maupun Charmify_7 menunjukkan semangat kewirausahaan mahasiswa UNNES dalam menciptakan peluang usaha kreatif sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyaknya kos-kosan mahasiswa yang tampak kotor dan tidak terawat menjadi inspirasi bagi Yesa Cakra Gautaman, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah dan tim, untuk membuka peluang usaha baru di bidang jasa kebersihan. Bersama enam rekannya, Yesa mendirikan usaha bernama Ok Clean, yang menawarkan layanan pembersihan kamar kos, kontrakan, hingga kantor. \u201cKebiasaan mahasiswa yang malas atau tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":16257,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-16256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16256"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16260,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16256\/revisions\/16260"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}