{"id":15842,"date":"2025-10-17T20:55:30","date_gmt":"2025-10-17T13:55:30","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/?p=15842"},"modified":"2026-09-07T15:10:46","modified_gmt":"2026-09-07T08:10:46","slug":"unnes-dan-disbudpar-semarang-kolaborasi-lakukan-kajian-warisan-budaya-kawasan-pelabuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/2025\/10\/17\/unnes-dan-disbudpar-semarang-kolaborasi-lakukan-kajian-warisan-budaya-kawasan-pelabuhan\/","title":{"rendered":"UNNES dan Disbudpar Semarang Kolaborasi Lakukan Kajian Warisan Budaya Kawasan Pelabuhan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semarang, 30 September 2025 \u2014 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bersama tim akademisi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar rapat koordinasi awal di Ruang Rapat Disbudpar lantai 8. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun <em>kajian warisan budaya<\/em> di kawasan Pelabuhan Semarang, mencakup warisan budaya tangible (berwujud) dan intangible (tak berwujud). Kegiatan dipimpin oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang, dengan melibatkan seluruh camat yang wilayahnya termasuk dalam kawasan pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pertemuan tersebut, para camat diharapkan berkolaborasi aktif bersama tim ahli untuk menggali dan merumuskan potensi warisan budaya yang ada di daerah masing-masing. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar dalam Sidang Penetapan Cagar Budaya oleh Tim Ahli Cagar Budaya, sekaligus bahan kajian penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di kawasan pelabuhan. Dari pihak akademisi, UNNES berperan penting melalui keterlibatan Dr. Ufi Saraswati, M.Hum., yang akan memimpin kajian ilmiah guna memastikan proses pendataan dan penetapan dilakukan secara komprehensif dan berbasis penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kajian Warisan Budaya Kawasan Pelabuhan Semarang ini merupakan bentuk kolaborasi antara UNNES dan Pemerintah Kota Semarang melalui Disbudpar dalam mendukung inventarisasi serta pelestarian warisan budaya, baik yang bersifat tangible maupun intangible. Kajian dilaksanakan dengan melibatkan tim akademisi UNNES dan perwakilan pemerintah kecamatan yang wilayahnya berada di kawasan Pelabuhan Semarang. Melalui pendataan dan inventarisasi tersebut, potensi cagar budaya dan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di kawasan pelabuhan dapat terdokumentasi secara lebih sistematis dan menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pelestarian budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi antara Disbudpar dan UNNES ini menjadi langkah strategis dalam pelestarian identitas budaya Semarang, khususnya di kawasan pelabuhan yang menyimpan jejak sejarah maritim Nusantara. Melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif, diharapkan kajian ini dapat menjadi dasar kebijakan pelestarian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis warisan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan kajian ini juga didukung melalui anggaran sebesar Rp5.000.000 untuk mendukung proses kajian dan inventarisasi warisan budaya di kawasan Pelabuhan Semarang. Hasil kegiatan diharapkan tidak hanya memperkuat dokumentasi warisan budaya, tetapi juga memberikan dasar akademik bagi upaya pelestarian cagar budaya dan WBTB serta pengembangan kawasan bersejarah secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menekankan pentingnya edukasi publik, pelestarian warisan sejarah, dan pengelolaan kawasan bersejarah secara berkelanjutan. Selain itu, sinergi lintas sektor antara pemerintah dan akademisi mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sebagai fondasi kuat bagi pelestarian budaya menuju pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, 30 September 2025 \u2014 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bersama tim akademisi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar rapat koordinasi awal di Ruang Rapat Disbudpar lantai 8. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun kajian warisan budaya di kawasan Pelabuhan Semarang, mencakup warisan budaya tangible (berwujud) dan intangible (tak berwujud). Kegiatan dipimpin oleh Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":15843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,187],"tags":[280],"class_list":["post-15842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-konservasi-id","tag-unnessdgs11"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15842"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20267,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15842\/revisions\/20267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}