{"id":7196,"date":"2025-11-14T03:27:32","date_gmt":"2025-11-14T03:27:32","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/?p=7196"},"modified":"2025-11-14T03:27:33","modified_gmt":"2025-11-14T03:27:33","slug":"menguatkan-kompetensi-guru-paud-dalam-pengembangan-kurikulum-pasca-sertifikasi-ppg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/id\/2025\/11\/14\/menguatkan-kompetensi-guru-paud-dalam-pengembangan-kurikulum-pasca-sertifikasi-ppg\/","title":{"rendered":"Menguatkan Kompetensi Guru PAUD dalam Pengembangan Kurikulum Pasca Sertifikasi PPG"},"content":{"rendered":"\n<p>Lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah capaian penting, namun itu hanyalah awal. Di Kota Semarang, ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini menghadapi tantangan baru: menguasai pengembangan kurikulum secara mandiri agar tidak lagi terjebak dalam praktik &#8220;copy and paste&#8221; yang tidak relevan dengan kebutuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) intensif yang baru-baru ini diselenggarakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun guru-guru PAUD telah tersertifikasi PPG, praktisi pendidikan menemukan adanya <em>gap<\/em> (kesenjangan) signifikan. Pengembangan kurikulum sering kali hanya menjadi formalitas.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami melihat banyak guru belum sepenuhnya siap menghadapi perubahan kebijakan kurikulum dan masih terbatas kemandiriannya. Kurikulum yang disusun seringkali tidak mencerminkan kebutuhan spesifik lembaga maupun perkembangan anak di lapangan,&#8221; ujar [Edi Waluyo].<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjawab persoalan tersebut, PkM ini memilih pendekatan inovatif: Participatory Action Research (PAR). Metode ini memposisikan guru sebagai subjek aktif, yang tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam mengidentifikasi masalah di lembaga mereka dan merancang solusinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan yang fokus pada pelatihan dan pendampingan ini secara intensif menargetkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum PAUD yang mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendampingan intensif di Semarang ini membuahkan hasil positif yang signifikan. Para guru menunjukkan peningkatan nyata dalam praktik pengembangan kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peningkatan Kepercayaan Diri: Guru menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam menyusun kurikulum.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesesuaian Konteks: Kurikulum yang dihasilkan kini lebih sesuai dengan konteks lembaga, perkembangan unik anak, serta dinamika kebijakan pendidikan terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li>Kualitas Terjamin: Upaya ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme guru, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima anak usia dini, sehingga kualitas pendidikan PAUD di Semarang semakin terjamin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kompetensi pasca-sertifikasi adalah kunci untuk mencetak guru profesional yang adaptif dan inovatif, bukan hanya sekadar memiliki gelar sertifikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah capaian penting, namun itu hanyalah awal. Di Kota Semarang, ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini menghadapi tantangan baru: menguasai pengembangan kurikulum secara mandiri agar tidak lagi terjebak dalam praktik &#8220;copy and paste&#8221; yang tidak relevan dengan kebutuhan anak. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam sebuah kegiatan pengabdian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7197,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[70,216],"tags":[],"class_list":["post-7196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-paud"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7196"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7199,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7196\/revisions\/7199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}