{"id":7038,"date":"2025-10-10T03:10:57","date_gmt":"2025-10-10T03:10:57","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/?p=7038"},"modified":"2025-10-10T07:46:16","modified_gmt":"2025-10-10T07:46:16","slug":"tingkatkan-kualitas-hidup-lansia-tim-wening-ati-lakukan-penguatan-welas-asih-diri-melalui-pendekatan-mindfulness","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/id\/2025\/10\/10\/tingkatkan-kualitas-hidup-lansia-tim-wening-ati-lakukan-penguatan-welas-asih-diri-melalui-pendekatan-mindfulness\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Tim Wening Ati Lakukan Penguatan Welas Asih Diri Melalui Pendekatan Mindfulness"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Seiring pertumbuhan penduduk, jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini menandakan adanya tantangan dalam memberikan berbagai layanan bagi kelompok lansia, baik dari aspek kesehatan fisik maupun mental sebagai upaya meningkatkan kualitas hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, layanan yang diperuntukkan kepada lansia, khususnya dalam aspek kesehatan mental belum mendapatkan banyak perhatian. Banyak lansia yang hidup dengan perasaan kesepian, merasa tidak berharga, hingga sulit menerima diri karena berbagai perubahan yang dialaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berangkat dari kondisi tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan program inovatif bertajuk \u201cWening Ati\u201d dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para lansia di RPSLU Wening Wardoyo. Program PKM-PM ini mendapatkan dukungan biaya dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tim Wening Ati terdiri dari Pradana Satriya Utomo, Disrun Aji Prabowo, Walda Mu&#8217;tia Sari, Sandya Sarira Ayu, Muhammad Wafi Bahauddin Aiz, dan Yogi Swaraswati, S.Psi., M.Si. sebagai dosen pendamping.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini berfokus pada penguatan welas asih diri lansia yang menekankan pada sikap asi5h pada diri sendiri, kepedulian dengan sesama, dan kesadaran penuh terhadap peristiwa saat ini melalui pendekatan <em>mindfulness<\/em>. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung <em>Sustainable Development Goals (SDGs)<\/em> poin ke-3 tentang <em>Good Health and Well-being<\/em>, untuk memperkuat kesehatan mental dan kesejahteraan lansia.<\/p>\n\n\n\n<p>Penanaman sikap tersebut selaras dengan fakta lapangan yang menunjukan bahwa lansia mengalami tantangan dalam menumbuhkan welas asih diri, yang apabila dibiarkan dapat berpengaruh terhadap kualitas hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih, sasaran dari program ini yakni lansia dengan latar belakang yang beragam, dimana mayoritas lansia sudah tidak memiliki sanak saudara. Dengan demikian, program penguatan terhadap welas asih diri semakin penting untuk dilakukan. Dalam pelaksanaanya, program tersebut dilaksanakan melalui tiga sesi utama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"563\" height=\"376\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-8.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7040\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-8.jpeg 563w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-8-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sesi pertama, <strong>Ngasuh Jiwa<\/strong> bertujuan untuk menumbuhkan sikap asih pada diri sendiri. Kegiatan refleksi diri dengan media lempung dan afirmasi positif melalui media melukis telah diwujudkan. Kini, lansia menunjukkan peningkatan pada keterbukaan dan penerimaan positif pada diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, sesi <strong>Lila Legawa <\/strong>berfokus dalam menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan. Rangkaian sesi dilaksanakan melalui kegiatan berbagi cerita dengan media permainan papan serta permainan interaktif tebak gaya. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya interaksi sosial dan kepedulian lansia dengan sesamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, sesi <strong>Eling lan Waspada<\/strong> dirancang untuk mengajak lansia meningkatkan kesadaran penuh melalui kegiatan ecoprint dan latihan teknik relaksasi sederhana. Hasilnya, lansia semakin terampil dalam mengenali dan meregulasi emosinya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"635\" height=\"423\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-9.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7041\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-9.jpeg 635w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/10\/image-9-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pelaksanaan program Wening Ati terbukti dapat memberikan perubahan yang nyata. Tidak hanya dirasakan oleh lansia, tetapi juga oleh pekerja sosial dan <em>caregiver <\/em>yang mendampingi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Ibnu, salah satu pekerja sosial Wening Wardoyo mengungkapkan, \u201cWening Ati telah memberi warna dan berkontribusi pada bimbingan sosial di sini. Kegiatan ini memiliki filosofi yang sesuai dan banyak kebermanfaatanya. Program ini cocok diterapkan disini.\u201d Ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring pertumbuhan penduduk, jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini menandakan adanya tantangan dalam memberikan berbagai layanan bagi kelompok lansia, baik dari aspek kesehatan fisik maupun mental sebagai upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Sayangnya, layanan yang diperuntukkan kepada lansia, khususnya dalam aspek kesehatan mental belum mendapatkan banyak perhatian. Banyak lansia yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7039,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[70,122],"tags":[],"class_list":["post-7038","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-psikologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7038","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7038"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7038\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7046,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7038\/revisions\/7046"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7038"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7038"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7038"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}