{"id":6716,"date":"2025-08-07T04:50:39","date_gmt":"2025-08-07T04:50:39","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/?p=6716"},"modified":"2025-08-07T04:50:40","modified_gmt":"2025-08-07T04:50:40","slug":"epic-2025-menjawab-tantangan-wellbeing-lintas-generasi-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/id\/2025\/08\/07\/epic-2025-menjawab-tantangan-wellbeing-lintas-generasi-di-era-digital\/","title":{"rendered":"EPIC 2025: Menjawab Tantangan Wellbeing Lintas Generasi di Era Digital"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Isu wellbeing (kesejahteraan) lintas generasi menjadi fokus utama dalam Education and<br>Psychology International Conference (EPIC) 2025 yang digelar di Hotel Grasia, Semarang,<br>pada Rabu, 16 Juli 2025. Konferensi internasional perdana ini merupakan inisiatif dari<br>Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES).<br>Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris UNNES, Prof. Dr. Sugianto, M.Si., dengan<br>mengusung tema besar: \u201cTransforming Wellbeing across Generations: Empowering<br>Communities through Digital, Educational, and Psychological Perspectives.\u201d<br>Ketua panitia, Dr. Decky Avrilianda, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa EPIC 2025<br>diselenggarakan secara hibrida, sehingga menjangkau partisipasi yang lebih luas dari<br>kalangan akademisi dan praktisi. Sebanyak 141 peneliti dari berbagai universitas turut ambil<br>bagian, membahas peran teknologi digital, pendidikan, dan psikologi sebagai kunci<br>pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.<br>Decky menambahkan bahwa konferensi ini juga mendukung capaian Sustainable<br>Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 mengenai kesehatan dan kesejahteraan, serta<br>poin 4 tentang pendidikan berkualitas.<br>Dekan FIPP UNNES, Prof. Edy Purwanto, M.Si., menegaskan urgensi topik kesejahteraan,<br>terlebih di tengah meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan pelajar. \u201cSaya berharap<br>konferensi ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam mempromosikan<br>kesejahteraan secara lebih luas,\u201d ujarnya.<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6718\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/08\/DSC0788-1-1-1500x1000.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Perspektif Baru Kesejahteraan dari Empat Pakar Internasional<br>EPIC 2025 menghadirkan empat pembicara utama yang menawarkan pendekatan inovatif<br>dalam memahami dan membangun kesejahteraan lintas generasi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Assoc. Prof. Dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D.<br>Dosen dari Universiti Brunei Darussalam ini membahas The Neuroscience of<br>Leadership in Nurturing Generational Well-Being. Ia menekankan bahwa<br>neuroleadership\u2014yakni kepemimpinan berbasis fungsi otak dan perilaku\u2014dapat<br>mendorong inovasi dan pertumbuhan. Dr. Edmi juga memaparkan hasil risetnya<br>mengenai kaitan antara struktur otak (Frontal Lobe dan Limbic System) dengan<br>perilaku remaja yang kecanduan pornografi, dalam studi berjudul \u201cFaking Good<br>Among Porn-Addicted Adolescents.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Dr. Felix Why<br>Dosen senior dari Worcester University ini memperkenalkan pendekatan Sistem 1<br>dalam mengubah perilaku kesehatan. Ia menjelaskan bahwa intervensi berbasis<br>respons otomatis dan bawah sadar, seperti penggunaan opsi sehat sebagai default,<br>terbukti efektif dalam mendorong perubahan gaya hidup, terutama di tengah arus<br>informasi cepat dan tantangan Flynn Effect Terbalik (penurunan kecerdasan generasi<br>baru).<\/li>\n\n\n\n<li>Prof. Lindsay Oades<br>Pakar dari The University of Melbourne ini memperkenalkan konsep Wellbeing<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Literacy\u2014kemampuan menggunakan bahasa dan pemahaman kesejahteraan untuk<br>meningkatkan kualitas hidup diri sendiri dan orang lain. Model literasi ini mencakup<br>kosakata, pemahaman, penyusunan makna, kesadaran konteks, dan niat untuk<br>meningkatkan kesejahteraan. Penelitiannya menunjukkan bahwa literasi ini<br>merupakan kompetensi unik yang berpengaruh besar.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Prof. Dr. Awalya, M.Pd., Kons.<br>Guru Besar UNNES ini memfokuskan paparan pada kesejahteraan guru sebagai<br>elemen kunci mutu pendidikan. Hasil risetnya di 48 SMA di Jawa Tengah<br>mengungkap bahwa kesejahteraan guru memiliki dampak tidak langsung terhadap<br>pencapaian siswa melalui pembentukan karakter. Selain itu, kesejahteraan guru secara<br>langsung memengaruhi metode pengajaran, manajemen kelas, dan dukungan<br>psikologis.<br>Konferensi EPIC 2025 diharapkan menjadi fondasi penting dalam merancang strategi dan<br>kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dengan<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isu wellbeing (kesejahteraan) lintas generasi menjadi fokus utama dalam Education andPsychology International Conference (EPIC) 2025 yang digelar di Hotel Grasia, Semarang,pada Rabu, 16 Juli 2025. Konferensi internasional perdana ini merupakan inisiatif dariFakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES).Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris UNNES, Prof. Dr. Sugianto, M.Si., denganmengusung tema besar: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":6719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-6716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6716"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6721,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6716\/revisions\/6721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fipp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}