{"id":7333,"date":"2026-08-19T10:06:34","date_gmt":"2026-08-19T10:06:34","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/?p=7333"},"modified":"2026-08-19T10:06:37","modified_gmt":"2026-08-19T10:06:37","slug":"belajar-bertahan-belajar-menyelamatkan-diri-prof-dr-heny-setyawati-m-si-dan-tim-ajarkan-survival-kepada-pelajar-mtsn-2-surakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/2026\/08\/19\/belajar-bertahan-belajar-menyelamatkan-diri-prof-dr-heny-setyawati-m-si-dan-tim-ajarkan-survival-kepada-pelajar-mtsn-2-surakarta\/","title":{"rendered":"Belajar Bertahan, Belajar Menyelamatkan Diri, Prof. Dr. Heny Setyawati, M.Si. dan Tim Ajarkan Survival kepada Pelajar MTsN 2 Surakarta"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7336\" style=\"width:386px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10-300x225.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10-768x576.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-08.58.10.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan bertahan hidup dan menyelamatkan diri dalam situasi darurat menjadi keterampilan penting yang perlu dikenalkan kepada pelajar, khususnya ketika melakukan aktivitas di alam terbuka. Pengetahuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknik survival, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri, mengenali risiko, mengambil keputusan, dan bertindak tepat dalam kondisi yang tidak terduga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama FIK UNNES dengan MTsN 2 Surakarta dalam membangun kesadaran keselamatan dan ketangguhan pelajar. Melalui kegiatan bertajuk \u201cSurvival di Hutan sebagai Upaya Preventif Risiko Kematian Pelajar Berbasis Regulasi Diri,\u201d Prof. Dr. Heny Setyawati, M.Si. bersama tim hadir sebagai narasumber untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat di alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edukasi survival tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis untuk bertahan hidup, tetapi juga menekankan aspek psikologis. Pelajar diberikan pemahaman bahwa kepanikan dan keputusan yang terburu-buru dapat meningkatkan risiko ketika menghadapi situasi berbahaya. Karena itu, kemampuan mengendalikan emosi, mempertahankan fokus, serta mengambil keputusan secara tepat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Dr. Heny Setyawati, M.Si. bersama tim menekankan bahwa edukasi keselamatan perlu diberikan sejak usia sekolah. Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, pelajar diharapkan tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri, tetapi juga dapat membantu menciptakan lingkungan kegiatan yang lebih aman.<br>Implementasi kerja sama dengan MTsN 2 Surakarta ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tangguh, siaga, mandiri, dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan. Belajar survival pada akhirnya bukan sekadar belajar bertahan hidup, tetapi juga belajar mengenali risiko, mengendalikan diri, mengambil keputusan, dan memilih tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendorong atlet untuk mempraktikkan strategi mental tersebut secara rutin. Dengan demikian, keterampilan psikologis dapat menjadi bagian dari kebiasaan atlet dalam menjalani proses latihan dan pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi FIK UNNES dan SMAN 3 Demak, penguatan psikologi olahraga diharapkan dapat membantu atlet KKO menghadapi berbagai permasalahan mental yang muncul selama proses latihan maupun kompetisi. Goal setting, self-talk, mental toughness, dan imagery menjadi bekal penting bagi atlet untuk membangun kesiapan mental, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga performa agar tetap optimal. Dengan mental yang kuat, atlet diharapkan semakin siap menghadapi tekanan kompetisi dan mewujudkan prestasi sebagai atlet bermental juara.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7337\" style=\"aspect-ratio:1.5009632297512354;width:389px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1-1500x1000.jpeg 1500w, https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/M-Bakhtiar-Image-2026-08-18-at-09.00.39-1-1.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan edukasi \u201cSurvival di Hutan sebagai Upaya Preventif Risiko Kematian Pelajar Berbasis Regulasi Diri\u201d yang dilaksanakan FIK UNNES bersama MTsN 2 Surakarta sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1, 3, 4, 9, 12, 13, dan 17. Program ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi keselamatan, kesiapsiagaan, dan kemampuan regulasi diri pelajar, serta SDGs 4 (Pendidikan Bermutu) melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan survival. Pengembangan keterampilan, inovasi dalam edukasi keselamatan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia turut mendukung SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sementara peningkatan kemandirian dan kapasitas pelajar menjadi investasi sumber daya manusia yang berkontribusi pada SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan). Edukasi mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan bertanggung jawab serta peningkatan kesadaran terhadap lingkungan mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Sementara itu, kolaborasi FIK UNNES dengan MTsN 2 Surakarta menjadi wujud SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi pelajar yang tangguh, mandiri, sadar risiko, dan berorientasi pada keselamatan serta keberlanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u270d\ufe0f Ditulis oleh: Kiky_FIK UNNES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemampuan bertahan hidup dan menyelamatkan diri dalam situasi darurat menjadi keterampilan penting yang perlu dikenalkan kepada pelajar, khususnya ketika melakukan aktivitas di alam terbuka. Pengetahuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknik survival, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri, mengenali risiko, mengambil keputusan, dan bertindak tepat dalam kondisi yang tidak terduga. Hal tersebut menjadi bagian dari implementasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":7334,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[82,68,84,76,86,78],"class_list":["post-7333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs01","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs12","tag-unnessdgs13","tag-unnessdgs17"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7333"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7339,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7333\/revisions\/7339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fik\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}