{"id":25554,"date":"2026-07-18T09:49:44","date_gmt":"2026-07-18T02:49:44","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/?p=25554"},"modified":"2026-07-30T10:01:05","modified_gmt":"2026-07-30T03:01:05","slug":"wujudkan-desa-tangguh-bencana-ppk-ormawa-psc-fh-unnes-gelar-program-green-buffer-village-di-desa-keji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wujudkan-desa-tangguh-bencana-ppk-ormawa-psc-fh-unnes-gelar-program-green-buffer-village-di-desa-keji\/","title":{"rendered":"Wujudkan Desa Tangguh Bencana, PPK Ormawa PSC FH UNNES Gelar Program &#8220;Green Buffer Village&#8221; di Desa Keji"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>UNGARAN<\/strong> \u2013 Ancaman bencana tanah longsor di kawasan dataran tinggi selalu membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) <em>Penal Study Club<\/em> (PSC) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengimplementasikan program mitigasi lingkungan bertajuk <em>Green Buffer Village<\/em> di Desa Keji, Ungaran Barat 18\/07\/2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini merupakan langkah preventif nyata yang berfokus pada penguatan lereng-lereng kritis di kawasan desa. Sebagai solusi ekologis, tim mahasiswa FH UNNES bersama masyarakat setempat bergotong royong melakukan penanaman masal rumput vetiver (<em>Chrysopogon zizanioides<\/em>) dan bibit pohon kaliandra. Pemilihan vegetasi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Rumput vetiver dan kaliandra dikenal luas dalam dunia konservasi karena memiliki sistem perakaran yang sangat dalam, masif, dan kuat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-29-at-22.35.11-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-25556\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-29-at-22.35.11-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-29-at-22.35.11-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-29-at-22.35.11-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-29-at-22.35.11-1.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar vetiver mampu menembus tanah hingga kedalaman dua hingga tiga meter, menjadikannya berfungsi layaknya &#8220;paku bumi&#8221; alami. Dengan struktur perakaran tersebut, vetiver sangat efektif dalam mengikat partikel tanah, menahan erosi, dan mencegah pergerakan tanah saat curah hujan sedang tinggi. Pendekatan sabuk hijau (<em>green buffer<\/em>) ini dinilai jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan sekadar membangun talud atau dinding penahan tanah berbahan dasar semen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai tambah yang paling menonjol dari pelaksanaan program ini adalah pendekatannya yang tidak mengabaikan kearifan lokal. Penanaman vetiver secara langsung diintegrasikan dengan pelaksanaan tradisi Iriban. Iriban merupakan tradisi turun-temurun warga Desa Keji yang berisi kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, merawat sumber mata air, serta memastikan kelancaran irigasi untuk kebutuhan harian dan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memadukan penanaman vetiver dan tradisi Iriban, program ini memberikan manfaat yang holistik. Di satu sisi, lereng perbukitan menjadi lebih stabil dan tahan terhadap potensi longsor. Di sisi lain, daerah tangkapan air menjadi lebih sehat, sehingga pasokan air bersih bagi warga desa tetap terjaga kelestariannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui inisiatif <em>Green Buffer Village<\/em> ini, sinergi antara mahasiswa FH UNNES dan warga Desa Keji diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan menjadi model percontohan desa tangguh bencana yang mampu merawat alam melalui kekuatan gotong royong dan kearifan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Instagram &amp; TikTok: @fhunnes<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WhatsApp: unnes.id\/saluranwafhnnes<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">X: fh_unnes<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #ZIFHUNNES #pembangunanzonaintegritas<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNGARAN \u2013 Ancaman bencana tanah longsor di kawasan dataran tinggi selalu membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengimplementasikan program mitigasi lingkungan bertajuk Green Buffer Village di Desa Keji, Ungaran Barat 18\/07\/2026. Program ini merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":25555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[362,304,322,359,364,357,294],"class_list":["post-25554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-fhunnes-id","tag-kemendikbudristek-id","tag-unneskonservasi-id","tag-unnessdgs16","tag-unnessdgs17","tag-unnessdgs4","tag-zonaintegritas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25554"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25570,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25554\/revisions\/25570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}