{"id":22909,"date":"2025-04-21T08:20:22","date_gmt":"2025-04-21T01:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/?p=22909"},"modified":"2026-08-10T23:31:30","modified_gmt":"2026-08-10T16:31:30","slug":"dekan-fh-unnes-gugat-uu-pendidikan-bersama-bks-dekan-fh-se-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/dekan-fh-unnes-gugat-uu-pendidikan-bersama-bks-dekan-fh-se-indonesia\/","title":{"rendered":"Dekan FH UNNES Gugat UU Pendidikan Bersama BKS Dekan\u00a0FH\u00a0se-Indonesia &#8211; Suarakan Perbaikan Regulasi Pendidikan, Dekan FH UNNES Bersama BKS Dekan FH se-Indonesia Ajukan Uji Materi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta, 17 April 2025 \u2013 Badan Kerja Sama (BKS) Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia resmi mengajukan permohonan judicial review terhadap dua Undang-Undang Pendidikan ke Mahkamah Konstitusi, yakni UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini ditempuh sebagai bentuk respons terhadap rencana pelaksanaan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang dinilai berpotensi merugikan berbagai pihak di lingkungan pendidikan tinggi. Ketua BKS Dekan FH PTN se-Indonesia, Dahliana Hasan, menyebutkan bahwa pengajuan uji materi ini merupakan hasil kesepakatan pertemuan para dekan yang berlangsung intensif di Makassar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHari ini memang baru penyerahan dokumen permohonan ke MK. Setelah kemarin kami berkumpul di Makassar, kami menyepakati bahwa harus ada sikap terhadap keberadaan LAM ini,\u201d ujar Dahliana saat ditemui usai penyerahan dokumen di MK, Kamis (17\/4\/2025).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"648\" height=\"431\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2025\/04\/Dekan-FH-UNNES-02.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22910\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2025\/04\/Dekan-FH-UNNES-02.jpeg 648w, https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-content\/uploads\/sites\/13\/2025\/04\/Dekan-FH-UNNES-02-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 648px) 100vw, 648px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyoroti bahwa selama ini akreditasi oleh BAN-PT tidak membebani institusi secara biaya, berbeda halnya dengan skema LAM yang akan membebani institusi karena bersifat non-pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto, juga menekankan bahwa pembentukan LAM justru memperlihatkan negara seolah &#8220;lepas tangan&#8221; dari tanggung jawab menjamin mutu pendidikan nasional. Ia mengkritisi potensi diskriminasi dan ketidaksesuaian antara akreditasi program studi dan institusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPoin utamanya adalah dengan adanya LAM, negara seakan \u2018lepas tangan\u2019 untuk menjamin mutu pendidikan, sehingga mengabaikan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945,\u201d tegas Aan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski LAM belum terbentuk secara resmi, kekhawatiran atas dampak yang ditimbulkan telah mendorong para dekan mengambil langkah hukum demi menjamin keadilan dan keberlanjutan mutu pendidikan yang inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permohonan ini diwakili oleh sejumlah Fakultas Hukum ternama, antara lain: FH Universitas Gadjah Mada, FH Universitas Indonesia, FH Universitas Brawijaya, FH Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan FH Universitas Cenderawasih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) turut mengambil peran aktif dalam perjuangan konstitusional ini sebagai wujud nyata dari semangat \u201cFH Menggema\u201d\u2014yakni kehadiran aktif dalam isu-isu hukum nasional; \u201cLulusan Digdaya\u201d\u2014yakni mencetak lulusan yang kritis dan mampu berdaya saing; serta \u201cHukum Berdaulat\u201d\u2014yakni mendorong sistem hukum yang adil, berpihak pada kepentingan publik, dan sesuai dengan amanat konstitusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah advokasi konstitusional ini sekaligus menjadi manifestasi nyata perguruan tinggi dalam mengawal pencapaian <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs). Penolakan terhadap potensi komersialisasi penjaminan mutu pendidikan tinggi bertujuan untuk memastikan keterjangkauan, kesetaraan, dan inklusivitas pendidikan, yang sangat selaras dengan <strong>SDG 4: Pendidikan Bermutu<\/strong>. Upaya pengujian produk perundang-undangan ke Mahkamah Konstitusi ini mencerminkan komitmen kuat pada tegaknya hukum dan <strong>SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh<\/strong>, demi menjamin kebijakan negara yang berkeadilan. Sinergi masif antar-Fakultas Hukum PTN se-Indonesia dalam wadah BKS ini juga merepresentasikan <strong>SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan<\/strong>, di mana kolaborasi institusional menjadi kunci utama untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat. <strong>SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan)<\/strong> melalui dorongan terhadap akses pendidikan yang setara bagi seluruh warga negara, <strong>Melalui kajian ilmiah, kolaborasi, dan langkah konstitusional, FH UNNES terus berkomitmen menghadirkan pemikiran hukum yang berdampak bagi terwujudnya sistem pendidikan nasional yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah hukum ini diharapkan mampu memberikan arah kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada cita-cita pendidikan nasional yang berkualitas dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#fhunnes #fakultashukumunnes #unnessemarang #unnes #zonaintegritas #reformasibirokrasi #FHMenggema #LulusanDigdaya #HukumBerdaulat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 17 April 2025 \u2013 Badan Kerja Sama (BKS) Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia resmi mengajukan permohonan judicial review terhadap dua Undang-Undang Pendidikan ke Mahkamah Konstitusi, yakni UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk respons terhadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":22911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[370,359,364,357],"class_list":["post-22909","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs10","tag-unnessdgs16","tag-unnessdgs17","tag-unnessdgs4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22909"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25750,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22909\/revisions\/25750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}