{"id":12032,"date":"2019-07-31T00:12:32","date_gmt":"2019-07-30T17:12:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fh.unnes.ac.id\/?p=12032"},"modified":"2019-07-31T00:12:32","modified_gmt":"2019-07-30T17:12:32","slug":"delegasi-unnes-membumikan-konservasi-hingga-raih-prestasi-nasional-parum-param-udayana-bali-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/en\/delegasi-unnes-membumikan-konservasi-hingga-raih-prestasi-nasional-parum-param-udayana-bali-2019\/","title":{"rendered":"Delegasi UNNES Membumikan Konservasi Hingga Raih Prestasi Nasional  Parum Param Udayana Bali 2019"},"content":{"rendered":"\n<p>FH.UNNES.AC.ID &#8211; Semarang, Parum Param Udayana Bali merupakan acara tahunan yang diselenggarakan BEM PM Universitas Udayana di Bali dengan melakukan berbagai kompetisi di dalamnya mulai dari lomba tari dan acara puncaknya yaitu lomba esai tingkat nasional serta dilanjutkan dengan kemah budaya, dalam kegiatan ini Parum Param Udayana mengangkat tema citiram buddhayah tunggal ikanang rat \u00a0yang bermakna semangat pemuda nusantara dalam menjaga budaya di nusantara agar tidak terkikis oleh zaman walaupun di era globalisasi, dalam kegiatan ini diikuti oleh berbagai Universitas yang ada di Indonesia mulai dari Universitas Udayana Bali Sebagai Tuan Rumah, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Malang, Universitas Pelita Harapan Jakarta, Universitas Mataram .<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan parum param Udayana diselenggarakan selama 3 hari 2 malam yang bertempat di pura puseh canggi kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar Bali dalam kegiatan tersebut hari pertama diawali pidato kepemudaan yang disampaikan wakil rektor bidang kemahasiswaan universitas Udayana Bali bapak Profesor.Dr.Ir. I Made Sudarma,. M.S selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi esai terbaik untuk mendapatkan satu orang pemenang, kemudian setelah dilanjutkan dengan lomba esai maka ada sesi materi pentingnya menjaga budaya yang disampaikan oleh bapak Edi gunayasa \u00a0yang merupakan dosen antropologi universitas Udayana Bali dalam diskusi tersebut beliau lebih menekankan untuk menjaga budaya daerah sendiri seperti budaya Bali yang memiliki daun lontar dimana daun tersebut memiliki banyak sekali arti kehidupan yang asyik dipelajari untuk dijadikan pedoman hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian diskusi kedua dilanjutkan oleh profesor I Wayan Winda yang merupakan kepala penelitian subak provinsi Bali beliau menekankan strategi serta tantangan yang dihadapi di era globalisasi yang bisa dijadikan peluang untuk meningkatkan perekonomian melalui budaya nusantara setelah berdiskusi seharian bersama kedua ahli kami melanjutkan sarasehan budaya yang dilakukan ditengah lapangannya dimana seluruh peserta dan panitia berdiskusi bersama terkait masalah budaya dan solusinya, salah satu mahasiswa universitas negeri Semarang menjadi pemantik diskusi tersebut ialah malik akbar mulki Rahman mahasiswa fakultas hukum mahasiswa yang aktif di organisasi UKM Penelitian UNENES, akbar adalah panggilan akrab oleh teman-temannya memantik diskusi dengan cara menceritakan sebuah kasus yang ada di daerah Bengkulu dimana sawah yang berada di kota Bengkulu banyak dialihfungsikan menjadi perumahan elit oleh para developer sehingga sawah dialihkan ke daerah desa yang berada dihutan dan dihuni sungai dan akhirnya pada bulan April 2019 kota Bengkulu dilanda musibah banjir bandang disebabkan hulu sungai serta hutan yang sudah mulai gundul oleh karena itu akbar ingin mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan budaya subak Bali yang dianggap mampu menyelesaikan masalah tersebut, diskusi pun berjalan dengan lancar serta ditanggapi dengan positif dan keluarlah solusi berupa dilarangnya pengubahan alih fungsi lahan menjadi lahan apapun dan pembatasan satu orang hanya\u00a0 bisa memiliki satu rumah agar tidak ada penumpukan investasi rumah kosong.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari kedua kegiatan\ndiaplanjutkan dengan olahraga dimana dalam olahraga tersebut ketiga mahasiswa\nUnnes malik akbar Mulki Rahman, arfan habibi dan mariyatul kibtiyah\nmemperkenalkan senam konservasi dimana dianggap efektif serta memberikan dampak\nkesehatan yang bagi tubuh, kemudian setelah selesai melakukan penelitian\ndilanjutkan dengan observasi di pura puseh canggi dimana menurut akbar\npenelitian langsung di pura tersebut sangatlah asyik karena bisa langsung\nmelihat obyek serta pura tersebut termasuk kedalam cagar budaya karena\nmerupakan pura tertua ketiga di provinsi Bali, setelah melakukan penelitian\ndilanjutkan dengan penulisan artikel ilmiah terkait hasil penelitian tersebut setelah\nmelakukan penelitian tersebut dilanjutkan dengan diskusi budaya yang\ndisampaikan oleh dalang wayang bli Putu Ardiansyah dosen kesenian disana ketiga\nmahasiswa mulai berdiskusi serta memperkenalkan bahwa di Unnes sudah terlebih\ndahulu melakukan konservasi dibidang budaya dan memberikan strategi menjaga\nbudaya diskusi sangat berlangsung dengan khidmat dan bli Putu Ardiansyah &nbsp;sangat kagum dengan universitas negeri\nSemarang yang sudah menjaga budaya dan bisa dijadikan contoh oleh universitas\nserta masyarakat agar menjaga budaya yang ada, setelah melakukan diskusi tibalah\nacara puncak yaitu malam Cultural awards dimana malam tersebut merupakan ajang\nkesenian budaya yang diikuti oleh warga serta peserta yang menggunakan baju\nadat daerah masing-masing masing-masing setelah selesai melakukan cultural\nawards tibalah penilaian untuk mendapatkan best esai, idea, personality,\ntalent, speaker, dan putra putri berbudaya. Dimana yang menadapatkan best essay\nyaitu ni Mirna dari Unud&nbsp; best talent\nandika dari Unud, best personality Vierra dari USU, best idea dan project ni\nlimas dari Unud, dan best speaker Dony dari UPH Jakarta. Adapun penghargaan\nyang paling tertinggi yaitu putra putri berbudaya dimana untuk penilaiannya\nmerupakan hasil penjumlahan dari essay, idea and project, talent, speaker dan\npersonality didapatkanlah pemenangnya yaitu putra berbudaya malik akbar Mulki\nrahaman delegasi dari fakultas hukum universitas negeri Semarang dan untuk\nputri berbudaya yaitu martiyatul kibtiyah yang merupakan delegasi dari fakultas\nilmu sosial universitas negeri Semarang. Menurut akbar menjadi putra berbudaya\nsangatlah tidak mudah karena tugas yang diemban sangatlah berat dimana kita\nharus mengajak pemuda serta masyarakat untuk menjaga budaya nusantara,\nselanjutnya di hari ketiga kami melanjutkan perjalanan ke Goa kera dimana\ndisana kami melakukan studi terhadap Goa tersebut yang bisa digunakan untuk\npembuatan artikel selanjutnya setelah selesai dari Goa kera yaitu dilakukan\npenutupan parum param Udayana oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan bapak &nbsp;Profesor.Dr.Ir. I Made Sudarma,. M.S serta\npembagian kenang-kenangan kepada seluruh delegasi dari parum param Udayana\ntahun 2019. Oleh karena itu akbar memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa\nUnnes untuk semangat&nbsp; mengamalkan nilai\nnilai yang terkandung dalam universitas yang bisa kita kenalkan dan bagaikan\nagar Unnes bisa mendunia untuk Indonesia serta akbar juga menyarankan kepada\nmahasiswa yang belum lolos dan berkesempatan untuk menjadi peserta parum param\nUdayana 2019 bisa ikut ditahun depan dengan mempersiapkan diri mulai dari\nsekarang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FH.UNNES.AC.ID &#8211; Semarang, Parum Param Udayana Bali merupakan acara tahunan yang diselenggarakan BEM PM Universitas Udayana di Bali dengan melakukan berbagai kompetisi di dalamnya mulai dari lomba tari dan acara puncaknya yaitu lomba esai tingkat nasional serta dilanjutkan dengan kemah budaya, dalam kegiatan ini Parum Param Udayana mengangkat tema citiram buddhayah tunggal ikanang rat \u00a0yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":12034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-12032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}