{"id":9594,"date":"2022-09-20T01:38:16","date_gmt":"2022-09-20T01:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fe.unnes.ac.id\/19\/?p=7771"},"modified":"2022-09-20T01:38:16","modified_gmt":"2022-09-20T01:38:16","slug":"tiga-guru-besar-unnes-sampaikan-orasi-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/tiga-guru-besar-unnes-sampaikan-orasi-ilmiah\/","title":{"rendered":"Tiga Guru Besar UNNES Sampaikan Orasi Ilmiah"},"content":{"rendered":"<p>Tiga guru besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang baru saja dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada sidang Senat terbuka di Gedung Auditorium UNNES, Selasa (20\/9).<\/p>\n<p>Dalam pengukuhan ini, Prof Dr Megawati ST MT memaparkan orasi ilmiah berjudul \u201cKilang Bio di Indonesia: Pemanfaatan Biomassa Menjadi Bahan Kimia Industri dan Sumber Energi\u201d.<\/p>\n<p>Prof Mega menyebutkan Indonesia sebagai negara tropis, yang kaya dengan hasil-hasil hutan, kebun, dan pertanian, memiliki limbah biomassa yang sangat melimpah.<\/p>\n<p>Menurutnya Indonesia sebagai negara kepulauan, yang memiliki banyak pulau-pulau terpencil sangat dimungkinkan untuk mendirikan mega proyek kilang bio dengan sumber energi nuklir sebagai energi utama yang akan menghasilkan bahan sumber energi dan bahan kimia industri, seperti metana, etilen, etanol, metanol.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kilang bio dengan konsep mega proyek ini adalah konversi biomassa yang sangat ekonomis dan efisien karena dapat dimanfaatkan secara maksimal.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, konsep mega proyek kilang bio ini tidak hanya menjanjikan untuk dunia industri namun juga untuk mengatasi masalah pengolahan limbah dan pemanasan global, juga masalah krisis energi yang dihadapi oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>Selain itu, Prof Sri Wuli Fitriati SPd MPd PhD menyampaikan pidato ilmiah berjudul \u201cModel Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah Bahasa Inggris Berbasis Teks Berorientasi Luaran\u201d.<\/p>\n<p>Rendahnya kompetensi berbahasa tulis mahasiswa dalam hal menulis karya ilmiah menimbulkan keresahan tersendiri bagi Prof Wuli. Ia berusaha menemukan jawaban tentang\u00a0 bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan pembelajar bahasa Inggris di perguruan tinggi dalam hal menulis karya ilmiah.<\/p>\n<p>Dari sanalah lahir sebuah gagasan untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan mengembangkan model pembelajaran berbasis teks dan berorientasi pada luaran yang artinya mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah berupa bok chapter atau artikel yang didasarkan pada mini research dan sebuah ide, gagasan, atau konsep.<\/p>\n<p>Prof Wuli berharap, karya ilmiah yang telah dihasilkan oleh mahasiswa dapat dipublikasikan dan dipresentasikan dalam forum-form ilmiah lingkup nasional maupun internasional sehingga lebih banyak menuai manfaat.<\/p>\n<p>Kemudian Prof Dr Wadiyo MSi menyampaikan orasi ilmiah berjudul \u201cMusik Dalam Pembangunan Karakter Manusia\u201d. Prof Wadiyo menyatakan pendidikan melalui seni menjadi titik fokus pembangunan manusia karena berkait dengan pendidikan karakter yang terus menerus menjadi tujuan pendidikan bangsa yang harus dicapai.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan dalam dunia seni, pendidikan karakter merupakan implikasi dari suatu proses berkesenian yang strategis untuk dapat membantu ketercapaian pembangunan mental anak bangsa yang diharapkan.<\/p>\n<p>Menurutnya hal yang penting dalam pembangunan manusia, khususnya untuk membangun karakter manusia dalam pembangunan bangsa ke depan adalah, \u201cbangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya\u201d. Musik andil dalam pembangunan jiwa itu.<\/p>\n<p>Repost: https:\/\/unnes.ac.id\/berita\/tiga-guru-besar-unnes-sampaikan-orasi-ilmiah.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga guru besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang baru saja dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada sidang Senat terbuka di Gedung Auditorium UNNES, Selasa (20\/9). Dalam pengukuhan ini, Prof Dr Megawati ST MT memaparkan orasi ilmiah berjudul \u201cKilang Bio di Indonesia: Pemanfaatan Biomassa Menjadi Bahan Kimia Industri dan Sumber Energi\u201d. Prof Mega menyebutkan Indonesia sebagai negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":7773,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-9594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9594\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}