{"id":4150,"date":"2020-03-18T11:29:09","date_gmt":"2020-03-18T04:29:09","guid":{"rendered":"http:\/\/fe.unnes.ac.id\/19\/?p=4150"},"modified":"2020-03-18T11:29:09","modified_gmt":"2020-03-18T04:29:09","slug":"bijak-dikala-corona-melanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/bijak-dikala-corona-melanda\/","title":{"rendered":"Bijak di Kala Corona Melanda"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fe.unnes.ac.id\/19\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/angga-1-848x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4153\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Virus corona pada saat\nini telah menyebar di beberapa kota di Indonesia, tidak terkecuali Kota\nSemarang dan disekitarnya. Tentunya hal ini membawa pada kekhawatiran yang\nbesar, tidak hanya terkait dengan kesehatan, tapi juga pada dunia Pendidikan.\nNampaknya, banyak kampus telah beramai-ramai memberlakukan \u201clockdown\u201d untuk\nmeminimalkan terjadinya persebaran di area perkuliahan dan ruang-ruang kelas.\nUniversitas Negeri Semarang pun tidak luput dari \u201clockdown\u201d, sehingga kegiatan\nperkuliahan yang semestinya baru berjalan dua pertemuan, terpaksa digantikan\nsecara online. Keputusan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden dan Menteri\nPendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pembelajaran secara daring atau\nonline untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kebijakan kuliah\nsecara online sepertinya membawa angin segar bagi mahasiswa yang kuliah di pagi\nhari, mungkin ada sebagian mahasiswa yang sedang \u201cmager\u201d atau malas gerak\nketika harus bangun pagi, sekarang bisa mengikuti kuliah sambal tiduran di\nrumah atau di kamar kos. <\/p>\n\n\n\n<p>Virus corona adalah\nsebuah musuh bersama yang tidak terlihat oleh mata biasa, kekhawatiran yang\nmuncul karena takut tertular merupakan hal yang wajar, terlebih sampai saat ini\nbelum ditemukan vaksin yang mujarab untuk menyembuhkan seseorang yang tertular.\nFenomena kuliah yang dilakukan secara online tentunya perlu dimanfaatkan secara\nbaik oleh mahasiswa, yakni dengan belajar dan membatasasi interaksi dengan\norang lain, jangan sampai fenomenan belajar secara online malah dimanfaatkan\nuntuk bepergian ke mall, caf\u00e9 atau keramaian yang berpotensi menjadi media\npenyebaran virus corona. Kita perlu menjauhi ruang-ruang publik terlebih\ndahulu, meskipun kuliah digantikan secara <em>online<\/em>, agar tujuan untuk\nmenghambat penyebaran virus berhasil. Jangan sampai, tujuan pemerintah yang\ningin mengendalikan penyebaran di area kampus, hanya menggeser persebarannya di\nruang publik yang lain. Kita perlu memulai untuk membatasi interaksi, dimulai dari diri sendiri membatasi aktivitas di luar\nruangan atau ruang publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Membatasi interaksi bukan berarti terkungkung selalu di dalam rumah atau kos, tentunya manusia sebagai makhluk social memerlukan orang lain dalam kehidupannya. Apabila terpaksa, kita dapat pergi ke ruang publik dengan menggunakan masker bagi yang sedang sakit dan tidak lupa untuk mencuci tangan setelahnya. Kita perlu untuk berpartisipasi untuk memutus persebaran virus dengan mengetahui apa yang perlu dilakukan serta bisa mengingatkan teman, atau keluarga seperti apakah harus berperilaku. Pada akhirnya, kita perlu untuk menjadi duta bagi diri kita sendiri terlebih dahulu, sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change, maka dengan adanya fenomena keberadaan virus corona ini bisa mendorong orang lain untuk berubah menjadi lebih baik dalam menjaga pola hidup sehat. Tentunya hal itu dimulai dari diri mahasiswa sendiri terlebih dahulu. Virus corona merupakan musuh bersama dan perlu kebersamaan untuk melawannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya adalah pada kesempatan kuliah online ini, perlu dimanfaatkan dengan bijak, jangan sampai virus corona yang berupaya dicegah dengan membatasi interaksi di perkuliahan malah bergeser penularannya di ruang publik yang lain, terlebih sebagai mahasiswa yang bertindak sebagai agent of change, perlu untuk memberikan dorongan kepada orang lain untuk merubah pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, untuk menangkal serangan virus corona. RA Kartini pernah menulis surat kepada seorang sahabat pena di Belanda dengan judul <em>Door Duisternis tot Licht<\/em> atau habis gelap terbitlah terang yang menjadi inspirasi kita di saat gelap seperti ini. Kita harus yakin bahwa keadaan ini akan segera berubah menjadi lebih baik. Ini adalah saat yang gelap, dimana kita perlu untuk menjadi sebuah lilin penerang, kita perlu mengambil bagian untuk meletakkan tanggungjawab pembatasan persebaran virus corona dimulai dari diri sendiri agar semangat tersebut mampu menginspirasi orang lain. Ingat, sesuatu hal yang besar dimulai dari hal yang kecil!<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh:\nAngga Pandu Wijaya<\/p>\n\n\n\n<p>Dosen\nJurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Virus corona pada saat ini telah menyebar di beberapa kota di Indonesia, tidak terkecuali Kota Semarang dan disekitarnya. Tentunya hal ini membawa pada kekhawatiran yang besar, tidak hanya terkait dengan kesehatan, tapi juga pada dunia Pendidikan. Nampaknya, banyak kampus telah beramai-ramai memberlakukan \u201clockdown\u201d untuk meminimalkan terjadinya persebaran di area perkuliahan dan ruang-ruang kelas. Universitas Negeri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":4153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-4150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4150"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4150\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}