{"id":8748,"date":"2026-10-28T01:44:36","date_gmt":"2026-10-28T01:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/?p=8748"},"modified":"2026-11-02T01:45:52","modified_gmt":"2026-11-02T01:45:52","slug":"peringati-sumpah-pemuda-fbs-unnes-hidupkan-warisan-budaya-melalui-pentas-wayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/id\/2026\/10\/28\/peringati-sumpah-pemuda-fbs-unnes-hidupkan-warisan-budaya-melalui-pentas-wayang\/","title":{"rendered":"Peringati Sumpah Pemuda, FBS UNNES Hidupkan Warisan Budaya melalui Pentas Wayang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui penguatan persatuan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, tetapi juga melalui upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. Semangat tersebut mewarnai pembukaan Bulan Bahasa dan Seni (BBS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan menghadirkan pertunjukan wayang sebagai salah satu agenda utama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam melestarikan seni tradisional. Berbagai penampilan budaya, mulai dari arak-arakan, tari, musik tradisional, hingga pertunjukan wayang, turut mewarnai perayaan yang berlangsung di lingkungan FBS UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembukaan Bulan Bahasa dan Seni 2026 dihadiri Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., yang memberikan sambutan sekaligus penguatan mengenai pentingnya bahasa dan seni sebagai bagian dari identitas dan karakter bangsa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Wayang sebagai Simbol Pelestarian Budaya oleh Generasi Muda<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan wayang menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda dan pembukaan Bulan Bahasa dan Seni FBS UNNES 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada rangkaian pembukaan, FBS UNNES menghadirkan pentas wayang padat bertajuk <em>Sastrajendra Titising Katresnan<\/em> yang dibawakan Ki Salman Hilal dari Program Studi Sastra Jawa FBS UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap seni pewayangan sekaligus menunjukkan bahwa tradisi budaya Jawa terus mendapatkan tempat dalam kehidupan akademik dan kreativitas generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit pada malam hari melalui lakon <em>Kikis Tunggarana<\/em>. Pementasan ini melibatkan empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FBS UNNES, yakni Yudha Bagus Setiawan, Diva Setiandra Rara Rahmadani, Wahyu Pundhut Prasetyo, dan Danang Priadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan mahasiswa sebagai dalang menjadi salah satu wujud regenerasi pelaku seni tradisional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari wayang sebagai objek kajian akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pertunjukan dan pengembangan keterampilan berkesenian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perkembangan budaya populer dan teknologi digital, keterlibatan generasi muda dalam seni pewayangan memiliki makna penting bagi keberlanjutan warisan budaya. Wayang bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan juga medium penyampaian nilai kehidupan, pendidikan karakter, serta refleksi mengenai hubungan manusia dengan masyarakat dan lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pementasan ini, FBS UNNES memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan kompetensi mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rektor UNNES Tekankan Pentingnya Menjaga Identitas Budaya Bangsa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutan pembukaan Bulan Bahasa dan Seni 2026, Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menekankan pentingnya menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya dan melestarikan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemangat Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita bahwa persatuan bangsa dibangun melalui kesadaran akan identitas bersama. Bahasa Indonesia menjadi pemersatu, sedangkan keberagaman seni dan budaya merupakan kekayaan yang harus terus kita jaga. Saya berharap mahasiswa UNNES tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi generasi yang aktif melestarikan dan mengembangkannya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan identitas, dan pelestarian warisan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran mahasiswa sebagai pelaku seni dalam rangkaian Bulan Bahasa dan Seni menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPertunjukan wayang yang dibawakan generasi muda menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki masa depan. Melalui pendidikan, kreativitas, dan inovasi, warisan budaya bangsa dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rektor juga mendorong agar kegiatan seni dan budaya di lingkungan UNNES terus dikembangkan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai konservasi yang menjadi identitas universitas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arak-arakan Budaya Semarakkan Peringatan Sumpah Pemuda<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan FBS UNNES, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan budaya yang melibatkan sivitas akademika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para peserta mengenakan busana bertema budaya dan membawa berbagai alat musik serta bunyi-bunyian. Arak-arakan menempuh sejumlah kawasan kampus, termasuk Bundaran Kewirausahaan, FMIPA, kawasan Rektorat, LP3, dan Gerbang Utama UNNES, sebelum kembali menuju FBS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS dan himpunan mahasiswa program studi tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi budaya di lingkungan fakultas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah arak-arakan, rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penyambutan Rektor oleh mahasiswa seni tari, pembacaan puisi renungan, <em>flashmob<\/em> tari, dan panembrama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perpaduan berbagai penampilan tersebut mencerminkan semangat Bulan Bahasa dan Seni sebagai ruang pertemuan antara kreativitas mahasiswa, kekayaan tradisi, dan penguatan identitas kebangsaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apresiasi Karya Mahasiswa melalui Festival Film dan Panggung Seni<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pertunjukan wayang, pembukaan Bulan Bahasa dan Seni 2026 juga diisi dengan penyerahan Piala Rektor Festival Film Pendek Bahasa Jawa Tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan karya audiovisual berbahasa Jawa. Melalui media film, bahasa daerah dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang relevan terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan juga menghadirkan klenengan serta Panggung Inagurasi Program Studi yang menampilkan beragam ekspresi seni mahasiswa, antara lain monolog, peragaan busana, Tari Kalang Sunda, <em>modern dance<\/em>, Tari <em>Light Pink<\/em>, Tari Kreasi Tahiyya, dan tari tradisional Tiongkok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberagaman penampilan tersebut memperlihatkan bahwa Bulan Bahasa dan Seni tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi lokal, tetapi juga membuka ruang apresiasi terhadap berbagai bentuk ekspresi seni dan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkesenian, bekerja sama, serta memperluas pengalaman dalam produksi dan penyelenggaraan pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Melestarikan Budaya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan Hari Sumpah Pemuda memiliki hubungan erat dengan penguatan identitas bangsa melalui bahasa dan budaya. Ikrar para pemuda pada 28 Oktober 1928 menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan tradisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat tersebut tetap relevan dalam kehidupan generasi muda saat ini. Persatuan bangsa tidak berarti menghilangkan keberagaman budaya, melainkan menempatkannya sebagai kekayaan bersama yang perlu dihargai dan dilestarikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks ini, penyelenggaraan Bulan Bahasa dan Seni FBS UNNES 2026 menjadi salah satu bentuk aktualisasi semangat Sumpah Pemuda melalui kegiatan pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan wayang yang melibatkan mahasiswa memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional. Regenerasi seniman, pengembangan karya, serta pengenalan budaya kepada masyarakat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi FBS UNNES sebagai lingkungan akademik yang mengintegrasikan pendidikan bahasa, sastra, dan seni dengan pengembangan karakter serta pelestarian warisan budaya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Warisan Budaya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan Bulan Bahasa dan Seni 2026 juga sejalan dengan komitmen UNNES dalam mendukung <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (<em>Quality Education<\/em>) dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan (<em>Sustainable Cities and Communities<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan pengalaman pembelajaran berbasis seni dan budaya yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Pertunjukan wayang, festival film, dan berbagai penampilan seni menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, dukungan terhadap SDG 11 tercermin melalui upaya pelestarian warisan budaya, khususnya seni pewayangan, bahasa Jawa, tari tradisional, dan musik Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FBS UNNES menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan mahasiswa dalam pertunjukan wayang dan berbagai kegiatan seni menjadi bukti pentingnya peran generasi muda sebagai penerus tradisi sekaligus pencipta inovasi budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan semangat Sumpah Pemuda, FBS UNNES terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kompetensi akademik, kreativitas, serta kesadaran untuk menjaga identitas dan warisan budaya Indonesia di tengah perkembangan dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui penguatan persatuan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, tetapi juga melalui upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. Semangat tersebut mewarnai pembukaan Bulan Bahasa dan Seni (BBS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan menghadirkan pertunjukan wayang sebagai salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":8749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118],"tags":[402,400],"class_list":["post-8748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-kampus-id","tag-unnessdg11","tag-unnessdg4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8748"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8751,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8748\/revisions\/8751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}