{"id":8582,"date":"2026-09-18T05:54:55","date_gmt":"2026-09-18T05:54:55","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/?p=8582"},"modified":"2026-10-11T05:56:08","modified_gmt":"2026-10-11T05:56:08","slug":"fbs-unnes-dorong-inovasi-pembelajaran-bahasa-inggris-melalui-joint-lecture-tentang-connectivism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/id\/2026\/09\/18\/fbs-unnes-dorong-inovasi-pembelajaran-bahasa-inggris-melalui-joint-lecture-tentang-connectivism\/","title":{"rendered":"FBS UNNES Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Joint Lecture tentang Connectivism"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan <em>Joint Lecture<\/em> bertajuk \u201cConnectivism and Its Implications for ELT Pedagogy and Research\u201d pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademik antara UNNES dan Universitas Riau (UNRI) dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting FBS UNNES, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris UNNES yang mengambil mata kuliah <em>Theories and Principles in ELT<\/em>, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Riau. Forum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari kedua perguruan tinggi untuk memperluas wawasan mengenai teori pembelajaran dan penerapannya dalam pendidikan bahasa Inggris pada era digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua akademisi hadir sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Afrianto Daud, S.Pd., M.Ed. dari Universitas Riau dan Prof. Puji Astuti, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Negeri Semarang. Keduanya membahas teori <em>Connectivism<\/em> atau konektivisme serta implikasinya terhadap pedagogi dan penelitian dalam bidang <em>English Language Teaching<\/em> (ELT).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konektivisme merupakan teori pembelajaran yang menekankan pentingnya hubungan antarsumber pengetahuan, teknologi digital, dan jejaring sosial dalam proses belajar. Melalui perspektif ini, pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung melalui interaksi antara dosen dan mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga berkembang melalui keterhubungan dengan berbagai sumber informasi, komunitas pembelajaran, dan platform digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi cara seseorang memperoleh, mengelola, dan membangun pengetahuan. Pembahasan juga mencakup hubungan antara teknologi, jaringan pengetahuan, strategi pengajaran, pengembangan pedagogi, serta peluang penelitian dalam pendidikan bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui diskusi akademik, mahasiswa didorong untuk mengkaji secara kritis penerapan prinsip konektivisme dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pendekatan ini membuka peluang pengembangan pembelajaran yang lebih kolaboratif, mendorong kemandirian belajar, serta memanfaatkan sumber daya digital secara efektif dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perkuat Pembelajaran Berbasis Riset dan Inovasi Pedagogi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan <em>Joint Lecture<\/em> sejalan dengan visi Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris UNNES untuk menjadi program studi unggul dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa Inggris yang inovatif melalui integrasi teori pendidikan bahasa, linguistik, dan pendekatan literasi, berorientasi riset, serta berkontribusi terhadap penguatan karakter untuk pendidikan berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pengintegrasian teori pembelajaran dengan perkembangan teknologi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik yang adaptif, kritis, dan inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemahaman terhadap konektivisme diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan pendekatan pengajaran bahasa Inggris yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Selain itu, perspektif tersebut dapat menjadi landasan untuk merancang penelitian mengenai pemanfaatan teknologi, pembelajaran kolaboratif, literasi digital, dan pengembangan jejaring pengetahuan dalam pendidikan bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga merupakan bagian dari <em>Annual Joint-Lecture<\/em>, salah satu agenda akademik unggulan Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi dari perguruan tinggi lain, memperluas perspektif keilmuan, serta membangun pengalaman belajar lintas institusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi akademik antara UNNES dan UNRI sekaligus menunjukkan pentingnya kemitraan antarp erguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan pascasarjana. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dari kedua institusi diharapkan dapat mendorong pengembangan pembelajaran dan penelitian ELT yang lebih inovatif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dukung SDG 4 dan SDG 17 melalui Kolaborasi Akademik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan <em>Joint Lecture<\/em> turut memperkuat kontribusi FBS UNNES terhadap pencapaian <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (<em>Quality Education<\/em>) dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (<em>Partnerships for the Goals<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dukungan terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan pembelajaran akademik yang berkualitas, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami dan menerapkan teori pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembahasan konektivisme juga mendorong pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Pemanfaatan teknologi dan jaringan pengetahuan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, kontribusi terhadap SDG 17 tercermin melalui kolaborasi antara UNNES dan Universitas Riau dalam penyelenggaraan kegiatan akademik bersama. Kemitraan tersebut menjadi sarana pertukaran keilmuan, penguatan jejaring akademik, serta pembukaan peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan dan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan pascasarjana yang berorientasi pada inovasi pedagogi, penguatan riset, dan kolaborasi akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Joint Lecture<\/em> tentang konektivisme diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman mahasiswa mengenai teori dan praktik pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga menjadi pijakan bagi pengembangan penelitian, inovasi pembelajaran digital, serta kemitraan antarp erguruan tinggi yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran FBS UNNES dalam menghadirkan pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas, adaptif terhadap transformasi digital, dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan Joint Lecture bertajuk \u201cConnectivism and Its Implications for ELT Pedagogy and Research\u201d pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademik antara UNNES dan Universitas Riau (UNRI) dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan relevan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":8578,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118],"tags":[404,400],"class_list":["post-8582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-kampus-id","tag-unnessdg17","tag-unnessdg4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8582"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8584,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8582\/revisions\/8584"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}