{"id":8441,"date":"2026-09-24T05:12:18","date_gmt":"2026-09-24T05:12:18","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/?p=8441"},"modified":"2026-09-24T05:12:18","modified_gmt":"2026-09-24T05:12:18","slug":"fbs-unnes-gelar-icomac-2026-bahas-masa-depan-musik-di-era-kecerdasan-artifisial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/id\/2026\/09\/24\/fbs-unnes-gelar-icomac-2026-bahas-masa-depan-musik-di-era-kecerdasan-artifisial\/","title":{"rendered":"FBS UNNES Gelar ICOMAC 2026, Bahas Masa Depan Musik di Era Kecerdasan Artifisial"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang melalui Program Studi Pendidikan Seni Musik akan menyelenggarakan The 4th International Conference on Music and Culture (ICOMAC) 2026. Konferensi internasional yang memasuki penyelenggaraan keempat tersebut mengangkat tema \u201cRedefining Music in the Age of Artificial Intelligence: Education, Performance, Industry, and Cultural Identity\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICOMAC 2026 akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 29 September 2026, pukul 07.30\u201312.00 WIB. Forum akademik internasional ini dirancang sebagai ruang perjumpaan gagasan bagi akademisi, peneliti, pendidik, praktisi, seniman, mahasiswa, dan pelaku industri untuk membaca kembali posisi musik di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tema tersebut menjadi relevan ketika kecerdasan artifisial tidak lagi hanya hadir sebagai perangkat pendukung, tetapi mulai bersentuhan langsung dengan proses penciptaan, pembelajaran, pertunjukan, produksi, hingga distribusi musik. Pada saat yang sama, perkembangan teknologi memunculkan pembicaraan baru mengenai kreativitas manusia, identitas budaya, serta masa depan pendidikan seni. ICOMAC 2026 membawa persoalan-persoalan tersebut ke dalam ruang akademik lintas negara dan lintas perspektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri dijadwalkan hadir dalam konferensi ini. Prof. Dr. Dra. Kun Setyaning Astuti, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta akan menyampaikan keynote speech. Pembicara internasional meliputi Prof. Dr. Patricia Adelhaid Gonz\u00e1lez-Moreno dari Autonomous University of Chihuahua, Meksiko, Professor Ho Chee Kong dari National University of Singapore, serta Zechariah Goh Toh Chai dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura. Komposer Indonesia Dimas Pradipta turut hadir sebagai pembicara. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FBS UNNES, Dr. Eko Raharjo, M.Hum., dijadwalkan menyampaikan opening speech.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plh. Dekan FBS UNNES, Prof. Heri Yanto, M.B.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICOMAC menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik internasional di FBS sekaligus respons terhadap perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan, seni, dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPerkembangan kecerdasan artifisial membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia seni. Perguruan tinggi perlu hadir bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai ruang yang kritis untuk mendiskusikan bagaimana teknologi dikembangkan dan dimanfaatkan tanpa kehilangan kreativitas manusia serta identitas budaya. ICOMAC menjadi salah satu ruang bagi FBS UNNES untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik dari berbagai negara,\u201d ujar Prof. Heri Yanto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Program Studi Pendidikan Seni Musik FBS UNNES, Dr. Abdul Rachman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tema ICOMAC tahun ini sengaja diarahkan pada relasi antara musik dan kecerdasan artifisial karena perubahan teknologi mulai terasa pada hampir seluruh ekosistem musik, termasuk pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMusik selalu berkembang bersama perubahan zaman. Kehadiran artificial intelligence sekarang membuka banyak kemungkinan dalam pembelajaran, penciptaan, pertunjukan, maupun industri musik. Namun, ada pula persoalan tentang kreativitas, etika, dan identitas budaya yang perlu kita diskusikan secara ilmiah. Melalui ICOMAC 2026, kami ingin menghadirkan dialog yang tidak sekadar berbicara mengenai kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang posisi manusia dan kebudayaan di dalam perubahan tersebut,\u201d tutur Dr. Abdul Rachman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICOMAC 2026 membuka empat rumpun subtema, yakni Music Education, Psychology, and Artificial Intelligence; Music Performance, Composition, and Creativity; Artificial Intelligence, Music Technology, and Innovation; serta Music Industry, Entrepreneurship, and Digital Transformation. Cakupan tersebut memungkinkan persoalan AI dan musik dibicarakan dari berbagai sudut, mulai dari ruang kelas hingga panggung pertunjukan, dari proses kreatif hingga perubahan lanskap industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendaftaran peserta dan pengiriman abstrak dibuka pada 30 Juli hingga 30 Agustus 2026. Notifikasi penerimaan abstrak dijadwalkan pada 31 Agustus 2026, sedangkan pengiriman full paper berlangsung pada 1\u201325 Agustus 2026. Makalah peserta yang memenuhi ketentuan akan dipublikasikan dalam prosiding internasional ber-ISBN tanpa biaya publikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan ICOMAC 2026 sekaligus memperkuat kontribusi FBS UNNES terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkaitan erat dengan SDG 4: Quality Education melalui pengembangan pengetahuan, literasi teknologi, serta pertukaran akademik dalam pendidikan musik. Pertemuan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi dan negara juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals karena membuka jejaring kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, seni, dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks yang lebih luas, pembahasan mengenai inovasi teknologi dan transformasi industri musik juga bersinggungan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure. ICOMAC menghadirkan ruang untuk melihat teknologi bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan sebagai medan baru yang perlu dipahami, dikritisi, dan dikembangkan secara bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penyelenggaraan ICOMAC 2026, FBS UNNES memperluas ruang internasionalisasi akademik sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital dalam bidang seni perlu berjalan beriringan dengan pendidikan, kreativitas, dan keberlanjutan identitas budaya. Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang bergerak begitu cepat, konferensi ini menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi dengan sisi yang tetap menjadi jantung kesenian, yakni manusia dan kebudayaannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang melalui Program Studi Pendidikan Seni Musik akan menyelenggarakan The 4th International Conference on Music and Culture (ICOMAC) 2026. Konferensi internasional yang memasuki penyelenggaraan keempat tersebut mengangkat tema \u201cRedefining Music in the Age of Artificial Intelligence: Education, Performance, Industry, and Cultural Identity\u201d. ICOMAC 2026 akan dilaksanakan secara daring [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":8442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118],"tags":[463,404,400],"class_list":["post-8441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-kampus-id","tag-unnessdg09","tag-unnessdg17","tag-unnessdg4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8441"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8441\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8444,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8441\/revisions\/8444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}