{"id":8242,"date":"2025-09-17T00:55:00","date_gmt":"2025-09-17T00:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/?p=8242"},"modified":"2026-08-11T00:59:05","modified_gmt":"2026-08-11T00:59:05","slug":"seminar-kesehatan-mental-di-fbs-unnes-mengikis-stigma-menanam-kesadaran-menjaga-keberlanjutan-kampus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/id\/2025\/09\/17\/seminar-kesehatan-mental-di-fbs-unnes-mengikis-stigma-menanam-kesadaran-menjaga-keberlanjutan-kampus\/","title":{"rendered":"Seminar Kesehatan Mental di FBS UNNES: Mengikis Stigma, Menanam Kesadaran, Menjaga Keberlanjutan Kampus"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu pagi, 17 September 2025, suasana di Gedung B11 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terasa berbeda dari biasanya. Ruang seminar yang biasanya sunyi mendadak dipenuhi oleh puluhan wajah penuh antusiasme. Mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FBS tampak duduk rapi menyimak setiap kata yang disampaikan oleh narasumber dalam seminar kesehatan mental bertajuk &#8220;Menjaga Jiwa, Meraih Asa: Strategi Mengelola Stres di Era Modern&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa bidang bahasa Inggris ini menjadi bukti nyata bahwa isu kesehatan mental tidak lagi dianggap sebagai topik tabu di lingkungan akademik. Sebaliknya, seminar ini justru menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berbagi, dan bersama-sama menciptakan budaya kampus yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan narasumber kompeten di bidang psikologi, yakni Pundani Eki Pratiwi, S.Psi., M.Psi., dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES. Dengan pendekatan yang hangat dan interaktif, ia memaparkan berbagai materi seputar pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan akademik dan pekerjaan yang kian berat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kesehatan mental adalah fondasi dari segalanya. Ketika pikiran kita sehat, kita mampu berpikir jernih, berinteraksi dengan baik, dan berkarya secara maksimal. Sayangnya, masih banyak yang menganggap masalah psikologis sebagai aib. Padahal, mengakui bahwa kita butuh bantuan adalah langkah paling berani dan paling bijaksana,&#8221; ujar Pundani Eki Pratiwi di hadapan peserta yang tampak serius menyimak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seminar ini dirancang dengan tiga tujuan utama yang saling terkait. Pertama, meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika FBS tentang pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, mengurangi stigma negatif yang masih melekat pada isu gangguan jiwa dan konsultasi psikologis. Dan ketiga, memberikan edukasi praktis mengenai cara mengelola stres secara efektif melalui teknik relaksasi, manajemen waktu, dan penguatan dukungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan bahasa, tetapi juga pada kesejahteraan holistik anggota dan sivitas akademika secara umum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami menyadari bahwa mahasiswa, dosen, dan tendik menghadapi tekanan yang tidak ringan. Mulai dari beban tugas, target penelitian, hingga tantangan kehidupan pribadi. Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan informasi dan layanan yang tepat,&#8221; jelas koordinator acara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang tidak kalah penting, melalui seminar ini FBS UNNES secara kelembagaan membuktikan bahwa kampus ini menyediakan akses dan ruang bagi seluruh staf dan mahasiswanya untuk mendapatkan dukungan kesehatan mental. Hal ini sejalan dengan upaya UNNES untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, sehat, dan berdaya dukung tinggi, sebuah investasi jangka panjang yang tidak kalah pentingnya dari pembangunan infrastruktur fisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ditelisik lebih dalam, seminar kesehatan mental ini memiliki keterkaitan erat dengan misi besar pembangunan global, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setidaknya ada tiga pilar SDGs yang direspons secara nyata melalui kegiatan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, dari sisi pendidikan, seminar ini menjadi wadah pembelajaran non-formal yang memperkaya wawasan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tentang isu psikososial yang krusial. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tentang manajemen stres, tetapi juga belajar tentang empati, keterbukaan, dan keberanian untuk saling mendukung. Hal ini sejalan dengan semangat SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terciptanya proses pembelajaran yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, upaya mengurangi stigma dan membuka akses terhadap dukungan psikologis merupakan langkah strategis dalam menciptakan kota dan permukiman yang berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan dalam SDGs ke-11. Lingkungan kampus yang sehat secara mental akan melahirkan masyarakat akademik yang produktif, kreatif, dan harmonis. Ketika setiap individu merasa aman dan didukung, kualitas hidup bersama pun meningkat. Seminar ini menjadi fondasi bagi terciptanya ruang publik yang inklusif, di mana setiap orang, baik mahasiswa, dosen, maupun tendik, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian terhadap kesejahteraannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, yang tak kalah penting, kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada SDGs ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kesehatan mental adalah komponen tak terpisahkan dari derajat kesehatan secara keseluruhan. Dengan memberikan edukasi tentang cara mengelola stres dan mengarahkan pada layanan konseling yang tersedia, UNNES turut berperan dalam memastikan bahwa seluruh sivitas akademikanya dapat hidup sehat dan sejahtera secara holistik. Ini adalah bentuk tanggung jawab institusional yang melampaui sekadar pencapaian akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu peserta dari kalangan dosen mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. &#8220;Saya merasa diakui dan didukung. Kadang sebagai dosen, kami juga lelah dan stres. Tapi jarang ada forum seperti ini yang secara khusus membahas kesejahteraan psikologis kami. Terima kasih kepada penyelenggara,&#8221; ujarnya dengan mata berbinar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan penuh keterbukaan. Banyak peserta yang dengan berani menceritakan pengalaman pribadi mereka terkait stres, kecemasan, hingga rasa jenuh yang pernah mereka alami. Narasumber pun merespons dengan empati dan memberikan solusi berbasis ilmu psikologi yang aplikatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga acara usai, suasana haru dan optimisme terasa menyelimuti ruangan. Dengan adanya seminar ini, diharapkan bahwa kesadaran akan kesehatan mental dapat terus tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya akademik di UNNES. Tidak ada lagi rasa malu untuk berkonsultasi, tidak ada lagi takut untuk berbicara. Karena jiwa yang sehat adalah awal dari segala prestasi dan kebahagiaan, sekaligus pijakan kokoh bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya, dimulai dari kesejahteraan manusia yang menghuninya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu pagi, 17 September 2025, suasana di Gedung B11 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terasa berbeda dari biasanya. Ruang seminar yang biasanya sunyi mendadak dipenuhi oleh puluhan wajah penuh antusiasme. Mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FBS tampak duduk rapi menyimak setiap kata yang disampaikan oleh narasumber dalam seminar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":8243,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118],"tags":[402,477,479],"class_list":["post-8242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-kampus-id","tag-unnessdg11","tag-unnessdgs03","tag-unnessdgs04"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8242"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8245,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8242\/revisions\/8245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}