{"id":7663,"date":"2026-05-20T08:10:00","date_gmt":"2026-05-20T08:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/?p=7663"},"modified":"2026-06-01T08:13:47","modified_gmt":"2026-06-01T08:13:47","slug":"wayang-on-the-street-menyapa-belanda-pentas-4-lakon-hingga-lakon-sang-bima-di-nijmegen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/id\/2026\/05\/20\/wayang-on-the-street-menyapa-belanda-pentas-4-lakon-hingga-lakon-sang-bima-di-nijmegen\/","title":{"rendered":"Wayang On The Street Menyapa Belanda, Pentas 4 Lakon hingga Lakon &#8220;Sang Bima&#8221; di Nijmegen"},"content":{"rendered":"\n<p>Rangkaian kegiatan seni budaya internasional bertajuk &#8220;Wayang On The Street Goes To The Netherlands&#8221; resmi digelar di Belanda pada 14 hingga 20 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan pementasan wayang orang, workshop tari Semarangan, serta pengenalan lagu kreasi baru yang memadukan unsur Semarang dan Negeri Kincir Angin.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 14-17 Mei 2026, sebanyak empat lakon wayang orang dipentaskan selama empat hari berturut-turut di Pasar Indonesia Broodfabriek Rijswijk, Den Haag. Di lokasi yang sama, masyarakat diaspora dan warga Belanda juga mengikuti Workshop Tari Semarangan yang bertujuan memperkenalkan gerak tari khas Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, para pelajar di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) mendapatkan materi khusus berupa lagu dan tari &#8220;Selendang Biru&#8221;. Lagu berjudul\u00a0<em>Selendang Biru Netherlands<\/em>\u00a0diciptakan oleh Sugiyanto,\u00a0S.Sn., M.Sn.\u00a0dosen Prodi Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Lagu ini menjadi media pengenalan budaya Indonesia dengan sentuhan melodi khas Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Festival Kota Lama, Klub Merby, dan Pemerintah Kota Semarang yang bermitra dengan Pasar Indonesia di Den Haag. Seorang seniman sekaligus komposer asal Indonesia diundang untuk terlibat sebagai narasumber sekaligus penata musik dalam rangkaian acara.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Keterlibatan saya sebagai seniman, komposer, dan narasumber menjadi jembatan budaya antara Semarang dan Belanda. Seni pertunjukan mampu menyampaikan pesan tanpa batasan bahasa,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Puncak acara digelar pada 20 Mei 2026 di Theater De Klif, Nijmegen, dengan pementasan wayang orang lakon&nbsp;<em>Sang Bima<\/em>. Komposer yang sama dipercaya menciptakan dan mengaransemen musik pengiring. Lakon yang mengisahkan perjalanan spiritual Bima ini sarat nilai filosofis tentang kekuatan, pengorbanan, dan pencerahan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksana Harian (Plh) Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Prof. Nur Qudus, memberikan apresiasi tinggi terhadap rangkaian kegiatan ini. Menurutnya, &#8220;Wayang On The Street Goes To The Netherlands&#8221; tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kegiatan ini secara konkret mendukung beberapa pilar SDGs, terutama tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui workshop tari dan lagu di Sekolah Indonesia Den Haag. Juga tujuan ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan melibatkan Pasar Indonesia sebagai ruang publik kreatif, serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang ditunjukkan oleh kolaborasi lintas negara dan lembaga,&#8221; ujar Prof. Nur Qudus saat dihubungi, Senin (1\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Nur Qudus menambahkan bahwa inisiatif seperti ini perlu terus didukung karena menjadikan seni tradisional sebagai instrumen diplomasi budaya yang inklusif dan berkelanjutan. &#8220;Semoga lakon&nbsp;<em>Sang Bima<\/em>&nbsp;yang sarat nilai moral dapat menginspirasi banyak pihak, tidak hanya di Belanda tetapi juga di kancah internasional,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rangkaian kegiatan seni budaya internasional bertajuk &#8220;Wayang On The Street Goes To The Netherlands&#8221; resmi digelar di Belanda pada 14 hingga 20 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan pementasan wayang orang, workshop tari Semarangan, serta pengenalan lagu kreasi baru yang memadukan unsur Semarang dan Negeri Kincir Angin. Pada 14-17 Mei 2026, sebanyak empat lakon wayang orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":7664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[118],"tags":[],"class_list":["post-7663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-kampus-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7663"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7666,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7663\/revisions\/7666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/fbs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}