Transformasi Budaya Nusantara di Era New Normal Jadi Tema Gelar Karya 2021 Jurusan PKK UNNES

Selasa, 15 Juni 2021 | 10:45 WIB


Transformasi Budaya Nusantara di Era New Normal Jadi Tema Gelar Karya 2021 Jurusan PKK UNNES

Covid-19 tidak menghalangi mahasaiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk berkarya. Inilah semangat yang diusung oleh jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang menggelar gelar karya 2021 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Prodi PKK, Prodi Pendidikan Tata Kecantikan, Prodi Pendidikan Tata Boga dan Prodi Pendidikan Tata Busana Jurusan PKK Fakultas Teknik.

Sebuah pagelaran yang menghadirkan tema “Transformasi Budaya Nusantara di Era New Normal” sebagai upaya untuk mengangkat kebudayaan Indonesia yang telah ditransformasi ke era new normal ditengah situasi Covid-19 yang dikemas secara Virtual, Selasa (15/6).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Abudurrahman MPd. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyampaikan kehidupan baru diera New Normal ini menjadikan mahasiswa Jurusan PKK untuk melakukan inovasi dan kreatifitas melalui karya Boga “makanan dan minum berempah di Era New Normal”, karya Busana “A New Beginning of Ethnic Fashion in the New Normal Era” karya kecantikan “Rias fantasi legenda Indonesia” dan karya PKK “Inovasi olahan Tempe dan Kerajinan Limbah Rumah Tangga berbasis Budaya Nusantara di Era New Normal.

Hadir secara virtual, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA. Dalam sambutanya, Manparekraf menyampaikan pandemi covid-19 memberikan dampak sangat luar biasa di berbagai aspek salah satunya adalah sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan bidang seni budaya nusantara.

Sandiaga mengatakan selama pandemi kehidupan seni budaya harus sempat terhenti. Padahal seni budaya tidaklah sekadar hiburan semata, tetapi juga sebagai alat pemersatu bangsa.

“Pemersatu bangsa dapat dilakukan dengan suguhan kearifan lokal yang harus terus diperkenalkan dan dilestarikan ke generasi penerus bangsa kita,” jelas Manparekraf.

Untuk itu, Sandiag menjelaskan membangkitkan kembali sektor parekraf yang sempat terpuruk dapat dilakukan dengan 3 strategi utama telah diterapkan oleh Menparekraf yaitu inovasi , adaptasi, serta kolaborasi.

“Inovasi diterapkan melalui pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan event online maupun hybrid.
Adapun adaptasi dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan CHSE (cleanness, health, safety, and environmental sustainability) sehingga event-event budaya nusantara di Indonesia bisa terselenggarakan dengan lebih aman dan nyaman. Kolaborasi diterapkan dengan adanya kerja sama antar stakeholder ,sinergi dalam penyelenggaraan event saat ini sehingga pentahelic bisa diimplementasikan dengan optimal dan maksimal,” tuturnya.

Sandiaga berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para mahasiswa Indonesia serta mampu menjadi sarana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, pungkasnya.


DIUNGGAH : Fauzan
EDITOR : Fauzan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X