Selenggarakan OKPT, UNNES Terima Penghargaan Leprid

Sabtu, 19 September 2020 | 10:07 WIB


Selenggarakan OKPT, UNNES Terima Penghargaan Leprid

Masa Pandemi Covid-19 yang belum selesai berdampak pada semua aspek kehidupan. Hal ini menuntut semua pihak untuk dapat berinisiatif dan tetap produktif. Kondisi tersebut di respon cepat oleh Ambalan Racana WIJAYA / TUNGGAWIJAYA Gugus Depan 14.111 – 14.112 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui penyelenggaraan kegiatan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2020 secara virtual pada Sabtu, (19/9).

Dalam kegiatan bertema “Peran Gerakan Pramuka Sebagai Wadah Kreatifitas dan Produktifitas di Masa Pandemi Covid 19” ini, kegiatan diikuti oleh hampir 7.000an pramuka putra dan putri.

Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, penugasan peserta dilakukan dari rumah masing-masing diantaranya melalui penugasan untuk memelihara sepasang ayam dan menanam apotik hidup.

Hal tersebutlah yang kemudian menarik perhatian Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) untuk memberikan penghargaan kepada Universitas Negeri Semarang.

Hadir memberikan penghargaan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka. Paulus Pangka memberikan penghargaan kepada UNNES yang diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Abdurrahman MPd.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan selamat dan sukses atas penyelenggaraan OKPT 2020. Dalam sambutannya, Rektor UNNES menjelaskan esensi penugasan memelihara sepasang ayam dan menanam apotik hidup.

“Sepasang ayam merupakan simbol dari kelestarian karena memungkinkan proses reproduksi melahirkan generasi baru. Adapun apotek hidup merupakan bukti hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan. Maksudnya, lingkungan dapat menjadi penyelamat bagi manusia jika dalam kondisi sakit. Dengan demikian, hubungan manusia dengan lingkungan merupakan hubungan timbal balik yang saling membutuhkan,” jelas Prof Fathur.

Ketua Gugus Depan Ambalan Racana WIJAYA / TUNGGAWIJAYA UNNES Kak Noorrochmat menyampaikan, bahwa penugasan memelihara sepasang ayam dan menanam apotik hidup mengandung makna sebagi media pendidikan kepramukaan dalam proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka.

“Harapan dari penugasan memelihara ayam dan menanam apotik hidup adalah Pramuka tetap mempertahankan kegembiraanya dan memperkuat imun diri. Pramuka sebagai generasi yang selamat dari Pandemi Covid 19 sekaligus Pramuka selamat dari pandemi serta menyelamatkan yang lain,” jelas Kak Noorrochmat.


DIUNGGAH : Dwi Hermawan
EDITOR : Dwi Hermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X