Respon Adaptasi Kebiasaan Baru, LP3 UNNES Gelar Webinar Kebijakan, Implementasi, dan Pengembangan Pembelajaran

Selasa, 4 Agustus 2020 | 9:07 WIB


Respon Adaptasi Kebiasaan Baru, LP3 UNNES Gelar Webinar Kebijakan, Implementasi, dan Pengembangan Pembelajaran

Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) menuntut respon positif dari segala sektor, termasuk di sektor pendidikan.

Merespon penyesuaian ini, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Universitas Negeri Semarang menggelar Webinar bertema “Kebijakan, Implementasi Dan Pengembangan Pembelajaran Di Era Pandemi Covid 19” pada Selasa (4/8).

Hadir secara virtual, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar.

“UNNES senantiasa menjaga tradisi berprestasi dan bereputasi. Oleh karena itu, pada masa pandemi ini, kegiatan perkuliahan di arahkan menggunakan media online seperti Elena UNNES. Layanan akademik dan layanan administrasi umum pun dilakukan secara daring. UNNES menerapkan prinsip digitalisasi seoptimal mungkin guna mencegah penyebaran covid-19,” jelas Prof Fathur.

Selain itu, imbuh Profesor bidang Sosiolingusitik itu, kita juga harus mengambil hikmah dari kejadian saat ini, seperti kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan lebih sabar dalam menerima ujian kehidupan.

“Yang tak kalah penting adalah kita harus menjaga produktivitas dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan,” imbau Rektor.

Kesehatan dan Keselamatan Sebagai Prioritas

Webinar kali ini menghadirkan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Dr Supraptono, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr Padmaningrum SH MPd, dan Ketua Program Studi S3 Pendidikan Matematika UNNES Prof Dr YL Sukestiyarno MS PhD.

Pada kesempatan itu, Dr Supraptono menjelaskan prioritas pemerintah dalam penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19 saat ini.

“Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Hal ini menjadi prioritas pemerintah. Jadi prinsipnya kesehatan dan keselamatan tetap yang utama,” ungkap Dr Supraptono.

Sehingga, imbuhnya, guru harus inovatif dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Guru bisa mencari referensi di website-website pemerintah.

Senada dengan paparan Dr Supraptono, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr Padmaningrum SH MPd juga menjelaskan, prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluargan, dan masyarakat.

Menurutnya, ada tiga prinsip dalam implementasi kebijakan pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Pertama, menempatkan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan pendidikan sebagai hal yang utama. Kedua, menjamin keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik dengan memulai tahun pelajaran sesuai kalender akademik. Ketiga, melindungi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan warga sekolah dari potensi penularan Covid-19 dengan tetap melanjutkan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh secaar efektif.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Program Studi S3 Pendidikan Matematika UNNES Prof Dr YL Sukestiyarno MS PhD.

Sebagai Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), UNNES menjadi salah satu episentrum atau pusat pengembangan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia. Pada masa pandemi saat ini, UNNES turut mendorong upaya memerangi wabah Covid-19 melalui implementasi kebijakan belajar dari rumah sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


DIUNGGAH : Dwi Hermawan
EDITOR : Dwi Hermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X